Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Sabtu, 21 April 2018

40 Strategi Pembelajaran Rasulullah


Judul Buku          : 40 Strategi Pembelajaran Rasulullah
Penulis                 : Abd. Al-Fattah Abu Ghuddah
Penerbit              : Tiara Wacana
Tebal                     : xxii + 208 hlm
ISBN                      : 979-9340-84-5

Sejarah nash-nash Al-Quran dan al-hadits yang menyatakan pribadi Rasulullah sebagai seorang pengajar (guru), sejarah juga telah menunjukkan banyak fakta tentang Rasulullah merupakan seorang pengajar. Hal itu terbukti dari aspek kemanusiaan beliau, baik sebelum maupun setelah beliau diangkat menjadi rasul (utusan Allah). Di dalam Al-Quran al-Karim terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang keberadaan Rasulullah saw sebagai seorang guru (pengajar) bagi segenap umat manusia. Hal itu dijelaskan dalam firman Allah : “Dialah Tuhan yang telah mengutus kepada kaum ummy (buta huruf) seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, (berjuang) mensucikan mereka, serta mengajarkan mereka kitab dan hikmah. Sesungguhnya mereka (sebelum diutusnya Muhammad) adalah benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Jum’ah: 2). Kesuksesan pengajaran Rasulullah tersebut dapat dibuktikan dengan melihat dan membandingkan antara kondisi mereka sebelum dan setelah belajar kepada beliau dengan perubahan yang mereka alami. Kunci kesuksesan pengajaran beliau terletak pada kepiawaian beliau dalam menciptakan suasana pembelajaran yang sinergis, serta membebaskan mereka dari kebodohan dan menganjurkan mereka untuk senantiasa melaksanakan tujuan-tujuan pendidikan tersebut dengan tegas dan konsisten.
Dalam proses pengajaran, Rasulullah senantiasa memilih metode-metode yang dinilai paling baik, tepat sasaran, sesuai dengan porsi pemahaman peserta didik, mudah dipahami dan dicerna akal, serta mudah diingat. Banyak metode-metode pengajaran yang diterapkan oleh Rasulullah baik dengan cara menulis, menggambar, maupun dengan isyarat agar ilmu yang disampaikan dan dicontohkan kepada muridnya dapat selalu diingat dan diterima dengan sangat baik. Terkadang Rasulullah memposisikan dirinya seolah-olah sebagai pemberi pertanyaan, kadang pula berperan sebagai pemberi jawaban. Dalam menjawab pertanyaan, terkadang beliau memberikan jawaban sesuai dengan kadar pertanyaan atau bahkan memberikan jawaban panjang lebar melebihi porsi yang ditanyakan. Beliau juga sering membuat perumpamaan (contoh/analogi) antara sesuatu dengan sesuatu yang lain beserta dengan alasan-alasannya. Rasulullah juga cerdas dalam mengalihkan suatu pertanyaan seseorang pada pertanyaan lain yang beliau anggap lebih tepat demi tujuan pengajaran hikmah.
Buku asli karya Abu Ghuddah yang berjudul “40 Strategi Pembelajaran Rasulullah” merupakan buku yang berbahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat memperluas akses bagi karya tersebut, khususnya bagi para guru dan pengajar di Indonesia. Buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan buku ini adalah isi dan inti dari buku tersebut dipaparkan dengan sangat jelas dan lengkap dengan disertai sumber dari Al-Quran maupun hadits, sehingga pembaca dapat lebih memahami isi kandungannya sesuai sumber yang terpercaya. Selain itu dalam setiap point-point pembahasan terdapat kisah-kisah pada jaman Rasulullah yang terkait dengan topik yang dibahas agar pembaca dapat menyelami lebih dalam tentang kisah-kisah di balik topik tersebut. Sedangkan kekurangan dalam buku ini adalah kalimat yang ditulis terkadang rancu dan belum sesuai EYD, sehingga pembaca perlu membaca dengan seksama agar lebih memahami uraian kalimat tersebut. Selain itu sumber-sumber yang berasal dari Al-Quran maupun hadits  tersebut merupakan ayat tanpa harokat (arab gundul), sehingga tidak semua pembaca dapat membaca tulisan arab tersebut.
Secara keseluruhan buku ini sangat cocok untuk masyarakat khususnya para pengajar/pendidik yang ingin menerapkan metode atau strategi dalam memberikan pengajaran kepada murid-murid secara tepat, benar dan islami. Selain itu buku ini juga direkomendasikan sebagai referensi primer yang vital dalam kajian, riset, dan studi/mata kuliah tentang hadits tarbawi.

Aidilla Qurotianti


0 komentar:

Posting Komentar