Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 12 April 2018

KEMANDULAN Oleh Lasa, Hs


Kemandulan kadang hanya dikonotasikan sebagai orang yang tidak memiliki keturunan. Kemandulan dalam arti substantif adalah ketidakmampuan seseorang atau kelompok untuk memanfaatkan potensi secara optimal. Mereka yang kaya harta tidak mampu menikmati kekayaan itu. Mereka yang punya jabatan ternyata tidak mampu memanfaatkan kekuasaan itu. Mereka yang berilmu dikatakan mandul apabila dengan ilmu mereka tidak mampu melahirkan pemikiran intelektual. Deretan gelar di depan maupun belakang namanya itu tidaklah berarti kalau memang nyatanya tidak mampu memanfaatkan ilmunya itu untuk kemaslahatan umat.
            Rasulullah Saw menyatakan tentang hakikat kemandulan dalam salah satu hadistnya, yang artinya beliau bersabda:” Tahukah kamu sekalian apa yang dimaksud dengan orang yang mandul ? Kami (para sahabat) menjawab. “ialah mereka yang tidak mempunyai keturunan atau tidak punya anak”. Kemudian Rasulullah Saw bersabda : Yang dimaksud orang mandul ialah orang yang mempunyai anak, kemudian ia mati tanpa memeroleh suatu kebaikanpun dari mereka (anak-anaknya). Kemudian beliau bertanya lagi ,”Tahukah kamu siapa yang disebut miskin itu ?. Mereka (para sahabat) menjawab “ialah mereka yang tidak memiliki harta”. Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda: orang yang miskin itu ialah setiap orang yang punya harta kemudian ia mati tanpa memeroleh suatu kebaikan pun dari hartanya itu” (H.R. Ahmad). 



0 komentar:

Posting Komentar