Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 06 April 2018

PELESTARIAN NASKAH NUSANTARA

Naskah nusantara merupakan warisan budaya yang berisikan tentang pengetahuan, adat istiadat, serta perilaku masa lalu yang penuh dengan nilai-nilai luhur. Sebagai pustakawan kita memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan dan memelihara naskah nusantara agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Peradaban dunia tidak akan bisa berubah tanpa sentuhan orang-orang yang berani mengubah dan mengembangkan peradaban tersebut, dan ini adalah ranah kita untuk terus memelihara dengan berbagai macam uapaya, seperti digitalisasi, penerjemahan naskah dan lain sebagainya agar naskah nusantara dapat memberi manfaat dan memberi wawasan yang luas bagi generasi penerus bangsa.
Seminar yang dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret pada tanggal 28 Maret 2018 dalam rangka ulang tahun UNS yang Ke-42 mengambil tema “Pengembangan Literasi Seni Dan Budaya Kreatif Berbasis Nilai-Nilai Luhur Dalam Naskah Nusantara”. Dalam paparannya, Djoko Nugroho Witjaksono menjelaskan bahwa nilai-nilai luhur, pesan moral, ajaran bahkan berbagai pengalaman dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah nusantara, khususnya yang berkaitan dengan seni dan budaya sangat mungkin dilakukan, bahkan diharapkan mampu menjadi basis pengembangan seni dan budaya kreatif di Indonesia. Lebih lanjut Furqon Hidayatullah dalam hal inil menggali lebih dalam dari aspek Pendidikan karakter dan nilai luhur yang ada dalam naskah-naskah nusantara, ditambah Hadi S. Topobroto lebih menyoroti tentang literasi budaya dan bahasa dalam perkembangan peradaban.
Indonesia memiliki ribuan naskah dengan beragam aksara dari berbagai daerah. Naskah-naskah ini tentu saja merefleksikan peradaban dan kebudayaan lokal yang pernah digunakan oleh berbagai etnis dan suku bangsa. Inilah yang dimaksud dengan “naskah nusantara”, yaitu naskah yang ditulis oleh mereka yang (pernah) hidup di wilayah Nusantara (Indonesia), seperti Naskah Sutasoma, Negara kertagama, dan Serat Centhini hanyalah sebagian kecil contoh naskah nusantara yang ada di negeri ini. Hampir sebagaian besar naskah nusantara memiliki kandungan nilai luhur tentang jati diri baik itu dari sejarahnya atau dari sudut pandang yang lain. Naskah-naskah nusantara ini dapat menjadi jembatan penghubung antara masa lampau, masa kini, atau masa yang akan datang Oleh sebab itu, naskah naskah nusantara ini ibarat harta karun yang tak akan habis digali.

Pustakawan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar untuk terus berupaya melestarikan naskah-naskah yang ada di nusantara ini, sebab masih banyak naskah di belahan nusantara ini yang belum di kelola dengan baik. Tentunya banyak cara untuk mengelola dan melestarikan naskah-naskah nusantara, antara lain dengan cara digitalisasi, artinya koleksi atau bahan pustaka di jadikan bentuk digital, agar koleksi itu bisa terus di manfaatkan sampai anak cucu kita. Pertanyaannya apakah saat ini kita sebagai pustakawan sudah melakukan hal ini? Atau mungkin malah belum terlintas dibenak kita untuk ikut andil dalam melestarikan naskah-naskah nusantara yang ada disekitar kita. Hal ini menjadi renungan kita bersama sebagai pustakawan untuk ikut berpartisipasi dalam melastaraikan dan memanfaatkan kekayaan budaya negeri kita tercinta, terutama mengenai naskah-naskah nusantara.

Muhkamad Fatori

0 komentar:

Posting Komentar