Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 23 Mei 2018

Dakwah Kontekstual “Sebuah Refleksi Pemikiran Islam Kontemporer”


Judul Buku      : Dakwah Kontekstual “Sebuah Refleksi Pemikiran Islam Kontemporer”
Penulis Buku   : Drs. A. Busyairi Harits, M.Ag.
Penerbit           : Pustaka Pelajar
Cetakan           : Pertama, 2006
Ketebalan        : 309 halaman
ISBN               : 979-2458-19-0

Dakwah bisa disampaikan dengan berbagai metode dan media, salah satunya adalah media tulisan yang bisa dibaca oleh khalayak luas. Menyampaikan dakwah dengan tulisan dirasa efektif di era globalisasi saat ini, karena bisa mempengaruhi wacana dan pemikiran publik. Dengan tulisan, isu-isu kontemporer, sejarah dan perkembangan perspektif Islam juga bisa disampaikan dengan menarik sehingga bisa lebih dimengerti oleh umat manusia yang beragam.
Buku yang ditulis oleh Drs. A. Busyairi Harits, M.Ag dengan judul “Dakwah Kontekstual” ini terbagi menjadi empat bagian. Bagian pertama menjelaskan tentang pemikiran Islam kontemporer, yang membahas tentang revolusi seks dalam sudut pandang kaum Syi’ah, pemahaman tentang tarekat dan sufi untuk kalangan pemula, Bahasa Al-Quran, dan tulisan tentang sholat serta  dinamika industrialisasi.
Di bagian kedua, menjelaskan tentang masalah-masalah pendidikan khususnya dalam perkara budi pekerti, petingnya mengimplementasikan tasawuf dalam kehidupan serta pemikiran-pemikiran para ahli tentang ilmu akhlak. Menurut Hafiz Hasan al-Mas’udi, pribadi yang memiliki akhlak yang baik di dunia dirinya akan mendapatkan ketenangan hati dan kebaikan pancaindra, sedangkan di akhirat akan memperoleh martabat dan keuntungan derajat yang paling tinggi. Di bagian kedua buku ini juga menjelaskan bagaimana menanamkan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Baik pendidikan budi pekerti dalam rumah tangga, sekolah, masyarakat bahkan dalam pemerintahan, karena upaya menegakkan kebenaran tidak akan tercapai tanpa peran pemerintah di dalamnya. 
Buku ini juga membawa kita memahami tentang pemikiran Islam yang berhubungan dengan politik, sosial dan budaya serta bagaimana dimensi sosial kerukunan antar umat beragama harus diterapkan, karena kerukunan umat beragama dapat dijalin dengan mencerminkan ikatan persaudaraan. Di akhir dakwah kontekstual yang disampaikan, buku ini membawa para pembaca untuk mengetahui sekilas perkembangan dua organisasi besar yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) serta pentingnya dialog keterbukaan dalam Islam. Sebagai penutup, penulis juga menggambarkan tentang “revolusi religious” di bulan Ramadhan, dimana sikap dan sifat seseorang mengalami perubahan drastis untuk taqarrub atau sebuah upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh:
Yuliana Ramawati

0 komentar:

Posting Komentar