Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Sabtu, 12 Mei 2018

Memaknai bertambahnya usia


Hari ini Sabtu 12 Mei,tepat 27 tahun yang lalu saya dilahirkan. Pada masa itu dan mungkin sampai saat ini kita membutuhkan orang tua, dan dimasa yang akan datang orang tualah yang membutuhkan kita, yang demikian itu merupakan sunnatulloh. Allah meletakkan janji pahala di setiap fasenya.

Masih ingat rasanya melahirkan? Allah janjikan pahala setara jihad fi sabilillah
Saat anak terlahir, Allah janjikan pahala dari amal sholeh putra putrinya
Ketika anak berakal sempurna, maka Allah berbalik menjanjikan pahala yang amat besar atas pengabdian seorang anak pada orang tuanya.
Hal tersebut bertujuan agar setiap orang yang menjadi orang tua atau juga sebagai anak mau menjalani perannya masing-masing.
Firman Allah dalam surat Yasin ayat 68 “ Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya, niscaya kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?”
Ayat ini menjelaskan keadaan manusia dalam menghadapi waktu. Waktu memaksa manusia kembali pada keadaan dimana awal ia hadir di dunia dahulu. Kembali lemah fisiknya, kembali menurun akalnya. Ini sebuah keniscayaan bagi siapapun. Firman tersebut juga menjelaskan bahwa kelak kita akan mengalami masa itu. Tua takbisa dibeli, waktu tak pernah peduli siapa kita. Dia akan tetap membawa kita pada masa penuh kelemahan dan ketidaknyamanan.
Mungkin diantara orang tua kita ada yang sudah pada masa itu, dan jika belum maka tinggal menunggu waktu. Setelah meresapi ayat tersebut, harusnya kita dapat memahami bahwa pada hakikatnya orang tua tidak pernah menginginkan menjadi seperti saat ini kalau boleh memilih mereka ingin tetap muda, tidak menyusahkan anak, tetap sehat dan bisa mengurus diri sendiri. Oleh karena itu mari memaknai bertambahnya usia dengan berbakti pada ayah dan ibu.

Arda Putri Winata

Disarikan dari majalah Nurul Hayat  

0 komentar:

Posting Komentar