Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Selasa, 03 Juli 2018

IKHLAS, MELURUSKAN NIAT (Tulisan I )


Ikhlas merupakan kata yang mudah diucapkan, tetapi kadang sulit dilakukan. Namun apa yang sulit dilakukan itu belum tentu kita tidak mampu melaksanakan. Ini tergantung pada kemauan kita. Kalau kita kokoh iman, kuat  niat,   dan bersungguh-sungguh, maka yang berat akan menjadi ringan.
Apabila segala kegiatan itu diniatkan untuk mencari ridha Allah, insya Allah akan mendatangkan kebaikan, manfaat, dan kebahagiaan di akhirat kelak. Hal inilah yang disebut sebagai amal saleh. Sebaliknya apabila kegiatan itu diniatkan untuk kepentingan dunia, maka akan bernilai duniawiyah, di akhirat akan menyesal. Hal ini ditegaskan Alla Swt dalam Q.S. Al Bayyinah : 5 yang artinya :” Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaatiNya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)”. Lurus disini mengandung arti tidak syirk dan jauh dari kesesatan.
            Ayat tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya ikhlas beramal karena Allah, sehinga amalan itu dapat diterima Allah Swt. Konsekeunsi logisnya apabila seseorang mengerjakan suatu amalan yang niatnya bukan karena Allah, maka amalan itu bisa rusak.
            Tidak mudah memang menegakkan amalan ikhlas, karena manusia itu sangat lemah. Godaan syetan dan hawa nafsu manusia selalu mengintai setiap saat. Maka seorang ulama terkenal pernah menyatakan :” Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku karena begitu seringnya ia berubah-rubah”.
            Begitu rawannya hati kita dalam menegakkan amalan ikhlas. Oleh karena itu kiranya perlu memenej qalbu kita agar khusnul khatimah hidup ini. Dalam hal ini Abu ‘Uzair mengatakan sangat penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal yang dapat membantu agar dapat mengikhlaskan amal dan kegiatan kita yakni; banyak berdo’a, menyembunyikan amal kebaikan, tidak terpengaruh kata orang, menyadari bahwa manusia bukan pemilik surga dan neraka, ingin dicintai Allah dan manusia.
(bersambung)

Lasa Hs.
                                   

0 komentar:

Posting Komentar