Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 30 Juli 2018

Perpustakaan UMY adakan Kajian Tematik Pengkaderan

Jumat taggal 27 Juli 2018 Perpustakaan UMY mengadakan agenda kajian tematik pengkaderan staf Perpustakaan UMY dengan tema “Muhammadiyah dan Perkembangan Politik Indonesia”, sebagai nara sumber Bapak Imam Hanafi, M.Pd (wakil sekretaris majlis kader PP Muhamadiyah). Kajian tersebut mengulas tentang perkembangan politik di Indonesia dari era pra kemerdekaan (kolonial) hingga era pasca reformasi yang dilakukan Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan, dan warga Muhammadiyah yang berperan aktif dalam politik praktis dimasanya sebagai bekal dalam menghadapi tahun politik pileg dan pilpres 2019 yang akan datang. Beliau menjelaskan bahwa sebagai warga Muhammadiyah harus melek (litered) terhadap informasi yang berkembang bebas khususnya dalam media sosial.
 Untaian sejarah panjang perjalanan Muhamadiyah dan perkembangan politik di Indonesia adalah bekal yang diulas dalam kajian tersebut, melihat lebih dekat perjuangan yang dilakukan Kyai Haji Ahmad Dahlan di era kolonialisme, Buya Hamka di era orde lama, Amien Rais di era Orde Baru dan masih banyak lagi tokoh-tokoh muhammadiyah yang diulas didalamnya.
Lahirnya Muhammadiyah di Yogyakarta pada tahun 1912 adalah salah satu pergerakan dakwah Amal Ma’ruf nahi munkar di Indonesia.  Sesuai dengan matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah poin pertama disebutkan bahwa Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang merdeka seutuhnya bahkan di era sebelum kemerdekaan Muhammadiyah telah berupaya berjuang melalui jalur pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah, dibidang kesehatan dengan mendirikan PKU (Penolong Kesengsaraan Umat), yang semua itu tidak lepas dari upaya melaksanakan gerakan dakwah amal ma’ruf nahi munkar yang melekat dalam diri Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan.
 Sejalan dengan perkembanganya roda organisasi ini juga terlibat politik yang berlangsung di Indonesia, Muhammadiyah disatu sisi bukan sebagai organisasi politik namun di sisi yang lain Muhammadiyah harus tetap peduli dengan politik beserta dinamika perkembanganya di Indonesia.  Karena Muhammadiyah lebih merupakan organisasi Islam based civil society (masyakat madani).
Besar harapan dengan adanya kajian tematik ini, keluarga besar staf Perpustakaan UMY mampu meneladani langkah dan perjuangan para pendahulu, melek politik (litered), patuh dan taat mengikuti perintah anjuran organisasi dalam upaya ikhtiyar memilih pemimpin (DPD R1  dari keterwakilan ormas Muhammadiyah) dengan mengedepankan moral dalam berpolitik praktis. Yang paling utama adalah mampu mensukseskan tahun politik tersebut dengan memilih pemimpin sesuai kreteria yang telah di contohkan baginda Rasulullah Muhammad SAW, yaitu pemimpin yang Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (cerdas), Tabligh (menyampaikan aspirasi ummat).

M. Jubaidi




0 komentar:

Posting Komentar