Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 09 Agustus 2018

Abdul Kahar Mudzakkir – Anggota Perumus Dasar Negara


      
Putra asli Kotagede Yogyakarta ini lahir pada tahun 1907. Ia adalah putra H.Mudzakkir seorang pedagang dan tokoh Muhammadiyah di Kotagede. Kahar Mudzakkir yang pernah menjadi Rektor Universitas Islam Indonesia/UII  Yogyakarta itu juga pernah menjadi Direktur Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Yakni sekolah pengkaderan Muhammadiyah yang sampai kini tetap eksis. Beliau juga pernah menjadi pengurus Majelis Pemuda  dan Majelis PKU Muhammadiyah.
            Dalam dunia politik, beliau pernah duduk dalam Panitia Sembilan bersama Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, A.A.Maramis, Wahid Hasyim , Achmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, dan Agus Salim. Mereka itu bertugas merumuskan dasar Negara dalam rangka persiapan kemerdekaan Indonesia.
            Saat itu disusunlah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dalam satu pasalnya terdapat kata-kata “Ketuhanan dengan mewajibkan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Saat itu Kahar Mudzakakir (Muhammadiyah) dan Wahid Hasyim (Nahdhatul Ulama) mempertahankan pernyataan  tersebut. Namun demikian memang harus diakui dan itu suatu realita, bahwa bangsa kita terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan agama. Maka sebagian warga negara dari bagian Timur merasa keberatan atas kalimat tersebut. Lalu Bung Hatta sebagai Wakil Presiden saat itu melobi para tokoh Islam, dan akhirnya mereka memahami masalah tersebut. Akhirnya butir pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa
Lasa Hs


0 komentar:

Posting Komentar