Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 24 Agustus 2018

KH MAS MANSUR; Penggagas Majelis Tarjih



KH Mas Mansur putra Surabaya yang lahir 25 Juni 1896 dan wafat 25 April 1946 itu dikenal disiplin. Kiyai yang suka berpotret dan senang pakai sarung dan pecisnya itu telah menanamkan kesadaran disiplin terutama para pimpinan persyarikatan. Sebagai seorang organisator pada masanya terasa sekali adanya penyempurnaan organisasi. Beliau pula yang mencetusan dan menyusun 12 (dua belas) langkah Muhammadiyah  1930 – 1940 yakni:
1. Memperdalam Masuknya Iman
2. Memperluas Faham Agama
3. Memperbuahkan Budi Pekerti
4. Menuntun Amalan Intiqad  (self correction)
5. Menguatkan Persatuan
6. Menegakkan Keadilan
7. Melakukan Kebijaksaan
8. Menguatkan Majelis Tanwir
9. Mengadakan Konferensi Bagian
10.Memper musyawarahkan Putusan
11.Mengawaskan Gerakan Jalan
12. Mempersambungkan Gerakan Luar
Dulu, pada masa sebelum kemerdekaan pertemuan puncak Muhammadiyah disebut Kongres yang diselenggarakan setiap tahun. Pada masa kepemimpinan KH Mas Mansur nama pertemuan itu menjadi Muktamar dan diselenggarakan 3 tahun sekali. Namun pada Muktamar ke 41 di Surakarta tahun  1985 penyelenggaraan Muktamar disepakati menjadi 5 tahun sekali.
            Pada Kongres Muhammadiyah ke 16 di Pekalongan tahun 1927 disetujui adanya Majelis Tarjih yang semula hal ini diusulkan oleh KH Mas Mansur . Namun demikian pada masa KH Ahmad Dahlan lembaga ini sudah dibentuk bersamaan dengan pembentukan Bagian Pengajaran, Bagian Penolong Kesengsaraan Omoem/PKO, dan Bagian Taman Poestaka.
Perlunya Majelis Tarjih untuk mencegah timbulnya perbedaan pendapat dan perselisihan masalah agama di kalangan Muhammadiyah dan untuk mencegah penyalahgunaan hukum dan dalil-dalil agama untuk kepentingan politik atau pribadi. Majelis ini melakukan sidang pertama kali di luar Kongres Muhammadiyah di Surakarta untuk menerbitkan Kitab Iman dan Kitab Shalat.
KH Mas Mansur selalu merespon persoalan-persoalan sosial dan agama dari aspek keimanan. Saat itu beliau merasakan lemahnya iman umat Islam, kurangcerdasnya umat Islam dalam memahami Islam secara baik, syiar Islam juga kurang, dan pada da’i enggan melakukan dakwah di daerah-daerah terpencil.  
Karya dan pemikiran beliau yang dibukukan dan diterbitkan antara lain :
1.      Tauhid dan Syirk
2.      Pemuda dan Tanah Air
3.      Sebab-Sebab Kemiskinan Rakyat Islam Indonesia
4.      Qurban dan Hikmahnya
5.      Cara Mengerjakan Rukun Islam
6.      Ukuran Kebenaran Suatu Agama.
Partai politik, dulu merupakan alat perjuangan . Maka tidak sedikit tokoh-tokoh Muhammadiyah dulu terjun langsung ke dalam politik praktis. KH Mas Mansur juga pernah menjadi penasehat Pengurus Besar Syarekat Islam yang didirikan oleh HOS Cokroaminoto. Dulu organisasi ini dikenal revolusioner dan radikal. Beliau juga pernah menjadi pengurus Partai Islam Indonesia (PII). Begitu menonjol langah dan kegiatan beliau bersama tokoh nasional lain sehingga dianggap sebagai Empat Tokoh nasional yakni Ir. Soekarno, Drs. Moch. Hatta, KH Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara. Beliau diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan SK Presiden Nomor 162  tahun 196 tanggal 26 Juni 1965.
(Lasa Hs)



0 komentar:

Posting Komentar