Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 17 September 2018

MENGEMBANGKAN POTENSI PENULISAN KEPUSTAKAWANAN (Tulisan - 2)


Tujuan Penulisan
            Kegiatan penulisan masih perlu terus menerus disosialisasikan dan digalakkan teruatama pada masyarakat intelektual dengan tujuan:
  1. Menggugah “tidur nyenyak dalam budaya omong” para ilmuwan agar bangun untuk menulis
Dalam proses transfer ilmu pengetahuan dan kehidupan keilmuan kita masih didominasi dengan cara ngomong. Kita telah lama terlena dalam tradisi kelisanan ini yang seharusnya berkembang menjadi tradisi kepenulisan.
Di era keterbukaan ini terbuka kesempatan untuk mengemukakan pendapat melalui tulisan (buku, artikel, dll) melalui media cetak, maupun media elektronik. Kini bukan lagi jamannya memonopoli ilmu pengetahuan. Kini kita harus sharing ilmu pengetahuan dan siapa yang memiliki kompetensi itulah yang akan maju.
Bentuk kerjasama dan saling mengisi ini merupakan kekuatan untuk menuju kehidupan keilmuan dan profesi yang berkemajuan.. Orang kuat, pintar,atau  kaya secara sendiri belum tentu menang. Tetapi orang yang lemah belum tentu kalah apabila mampu bekerja sama. Pemenang itu akan selalu bekerja sama, sementara si kalah berpikir bagaimana ia menjadi orang hebat sendirian.  
  1. Menyadarkan ilmuwan dan profesional agar kegiatan penulisan merupakan tanggung jawab moral/agama dan keilmuan
Menulis hendaknya tidak dipandang sebagai sekedar mencari popularitas, angka kredit, hadiah, rupiah, dan keterpaksaan. Menulis terutama menulis buku hendaknya disikapi sebagai bentuk kesadaran seorang yang memiliki ilmu pengetahuan, nilai, pikiran, dan ajaran yang harus disampaiakn  kepada masyarakat  luas. Dari sini mereka itu akan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Kata orang bijak bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang bisa memberikan sebanyak-banyak manfaat kepada orang lain.
Kegiatan penulisan itu bila ditinjau dari segi religi, maka sebenarnya merupakan usaha pencapaian tujuan hidup jangka panjang (hidup sesudah mati). Apabila kita berusaha mencapai tujuan hidup jangka panjang, maka tujuan hidup jangka pendek insya Allah akan tercapai juga.  Oleh karena itu perlu direnungkan lagi “Jangan sampai ilmu dan pengalaman ilmuan dan profesional itu terkubur bersama jasad mereka”.
  1. Menyejajarkan bangsa kita dengan bangsa lain terutama dalam penerbitan (buku, surat kabar, jurnal, majalah)
Kuantitas dan kualitas penerbitan suatu bangsa akan memengaruhi posisi dan status keilmuan bangsa itu di mata bangsa lain. Bangsa yang maju antara lain dapat dilihat dari tinggi rendahnya minat baca dan minat tulis bangsa itu. Oleh karena itu dapat kita lihat dan saksikan bahwa bangsa-bangsa yang maju, mereka itu suka membaca di manapun berada. Hal ini jauh berbeda dengan kultur bangsa kita yang sangat senang ngerumpi dan menonton.
  1. Menyediakan bacaan berkualitas untuk masyarakat
Buku dan artikel yang diterbitkan  pada dasarnya bisa terbit setelah mengalami penyelesaian dengan kriteria tertentu oleh penerbit/redaksi. Dengan demikian terbitan itu telah memenuhi kriteria dan standar mutu tertentu, meskipun ada juga buku asal terbit.
Dengan adanya bacaan berkualiats itu akan tercipta informasi yang berkualitas dan akan mendorong masyarakat untuk belajar sepanjang hayat melalui bacaan yang berkualitas. Oleh karena itu mereka yang bergerak di dunia pendidikan, budaya, agama, seni, dan lainnya itu diharapkan mampu menyediakan bacaan yang berkualitas melalui penulisan.
            Bersambung
             Salam Iqra’

            Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar