Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Selasa, 18 September 2018

MENGEMBANGKAN POTENSI PENULISAN KEPUSTAKAWANAN (Tulisan – 4)


Nilai penulisan
            Menulis itu memang menyenangkan dan mengasyikkan. Sebab dengan menulis dapat keluar dari kesumpekan dan merasa puas karena ada sesuatu yang dapat diberikan kepada orang lain. Di samping itu terdapat manfaat dan nilai penulisan antara lain:
1.      Memenuhi kebutuhan:
a.       Religi, ibadah
b.      Sosial kemasyarakatan
c.       Ekspresi diri
d.      Penghargaan
e.       Materi
2.      Pengembangan nilai, ajaran, dan ilmu pengetahuan
3.      Keabadian
4.      Kepuasan
Peluang
            Di era keterbukaan ini terbuka kesempatan tiap orang untuk mengemukakan ide melalui lisan, penerbitan, atau media elektronik yang harus disertai tanggung jawab. Kemudian untuk menulis buku terdapat beberapa faktor yang memberikan kesempatan untuk penulisan antara lain:
  1. Penerbit buku
Penulis itu mitra penerbit yang saling membantu. Ide dan pemikiran penulis bisa menyebar ke masyarakat luas berkat jerih payah penerbit. Penerbitlah yang menyeleksi naskah, mengedit, lay out, menentukan huruf, dan mendistribusikan ke masyarakat luas. Penerbit sangat memerlukan kontribusi naskah dari para ilmuwan, profesional, akademisi, seniman, budayawan, dan lainnya.
  1. Penerbit media cetak; surat kabar, majalah, jurnal
Redaksi media cetak juga menungu sumbangan naskah terutama artikel dari penulis, di samping mereka juga menerima naskah dari reporter/wartawan masing-masing. Peluang ini jarang dimanfaatkan oleh ilmuwan untuk mensosialisasikan bidang atau profesi mereka. Hal ini mungkin karena ketidak mampuan mereka dalam menulis  dengan bahasa populer. Sebab rata-rata para akademisi menggunakan bahasa ilmiah dalam komunikasi tulis. 
  1. Media elektronik
Bagi penulis pemula dapat berlatih menulis melalui media elektronik seperti pembuatan blog. Dari sini mereka bisa menulis apapun dan tak perlu ada seleksi. Apabila tulisan-tulisan itu berkualitas dan marketable, maka akan diakses orang. Oleh karena itu dalam membuat blog ini harus bertanggung jawab. 
  1. Buku dan media tulis memiliki kelebihan
Media cetak terutama buku merupakan media perekam, penyimpan, dan penyampai ilmu pengetahuan yang memiliki kelebihan bila dibanding dengan media lain. Buku dan artikel memiliki beberapa kelebihan antara lain:
    1. lebih luwes/flexibility
    2. lebih nyaman/convenience
    3. dapat dinikmati/enjoyable
    4. mudah dibaca/readibility   
  1. Angka kredit untuk jabatan fungsional tertentu 
Karya tulis ilmiah memiliki nilai angka kredit tinggi bagi jabatan fungsional tertentu terutama jabatan dosen. Buku karya dosen yang terbit nasional bernilai 40 AK. Sementara itu penulisan buku hanya bernilai 12,5 bagi jabatan fungsional dokter dan pustakawan.
Penulisan karya ilmiah merupakan tuntutan tersendiri bagi pemangku jabatan fungsional terutama untuk kegiatan pengembangan profesi. Hal ini untuk mendorong para pelaku fungsional untuk mengambangkan ilmu,bidang, atau profesi mereka. 
Menulis sebagai pengembangan potensi diri.
            Setiap orang memiliki potensi yang perlu dikenali dan selanjutnya dikembangkan. Menulis merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat pada diri dan masyarakat. Untuk itu perlu ditanamkan:
  1. Memotivasi diri
Motivasi merupakan upaya penggunaan hasrat yang paling dalam untuk mencapai sasaran, membantu inisiatif, bertindak efektif, dan bertahan dalam menghadapi kegagalan. Orang yang memiliki motivasi tinggi akan berusaha keras dan penuh kreativitas dalam mencapai sasaran. Dalam diri mereka timbul inisiatif untuk mencari jalan keluar yang berupa tindakan untuk mencapai sasaran dengan efektif dan efisien. Mereka yang memiliki motivasi tinggi tidak mudah goyah karena angin yang berembus sepoi-sepoi.
  1. Tiap orang pada dasarnya penutur dan penulis
Proses komunikasi yang dikuasai anak manusia berawal dari kemampuan bicara dan kemudian menulis. Kedua kemampuan itu terus berkembang dan dapat dikembanagkan sesuai kemauan dan kecenderungan seseorang. Betapa banyak orang ayang pandai bicara, tetapi tak bisa menulis. Ada pula yang pinter menulis, tetapi tak pandai bicara. Ada pula yang menguasasi kedua-duanya.
  1. Menumbuhkan “mimpi” menjadi penulis
Untuk mencapai keinginan perlu “diimpikan”. Dengan adanya impian ini orang akan berusaha keras, tekun, sabar, dan telaten untuk mewujudkan impian itu.
Pada tahun 1975 , tumbuh ”impian” kapan nama saya muncul di Toko Gramedia, Gunung Agung (dulu), dan toku buku Sari Ilmu. Dengan kesungguhan hati dan kerja keras, alhamdulillah impian itu terwujud pada tahun 1990 sampai sekarang.
  1. Menulis mampu memenuhi berbagai kebutuhan/needs
Menulis merupakan bentuk ekspresi diri yang mampu memenuhi kebutuhan materi, penghargaan, religi, dan sosial. Dari hasil tulisan seseorang mampu memenuhi kebutuhan materi seperti buku Lasykar Pelangi yang dicetak 750.000 eks itu kiranya dapat dihitung berapa rupiah untuk penulis. J.K.Rowling menjadi wanita terkaya di Inggris dari bukunya berjudul Harry Potter. Dari tulisan, orang mendapatkan penghargaan karena jasanya telah menyebarkan ajaran, nilai, panduan, dan bimbingan. Dari segi religi, penulis mendapatkan nilai/pahala karena ilmunya dimanfaatkan masyarakat banyak dan bernilai abadi. Ilmu yang ditulis itu bermanfaat pada masyarakat bawah dan ini berarti penulis telah memberikan manfaat. Kata orang bijak bahwa sebaik-baik orang itu adalah orang yang mampu memberikan manfaat kepada sebanyak-banyak orang.
  1. Menulis merupakan pengembangan kecerdasan emosi
Menulis tidak saja memerlukan kecerdasan intelektual, tetapi juga memerlukan kecerdasan emosi. Sebab dengan kecerdasan emosi ini orang akan mencapai keberhasilan. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh para ahli jiwa bahwa kecerdasan intelektual itu hanya menyumbang 20 % keberhasilan orang, sedangkan 80 % keberhasilan seseorang didukung dari faktor lain antara lain berupa kecerdasan emosi. Kecerdasan ini bekerja secara sinergis dengan ketrampilan kognitif. Orang-orang yang berprestasi biasanya mampu mensinergikan kecerdasan emosi dengan ketrampilan kognitif.  Orang-orang seperti ini biasanya memiliki kesadaran diri yang tinggi, mampu mengatur diri, memiliki motivasi kuat, empati, dan memiliki ketrampilan sosial yang baik.
  1. Memupuk sikap juara/menjadi yang pertama
Orang-orang yang berprestasi selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik, yang pertama, atau juara. Mereka berprinsip hidup adalah kompetisi dan manusia lahir kedua sebenarnya telah menang dalam kompetisi.
Sikap seperti inilah antara lain yang mampu mendorong seseorang untuk menulis. Kejuaraan bukan harus dinilai oleh tim, tetapi bisa dinilai oleh masyarakat dalam bentuk pengakuan, dibutuhkan, dicari, diundang, dan lainnya.
  1. Kegagalan itu umpan balik yang akan membawa keberhasilan
Kalau orang mau memelajari kegagalan diri/orang lain, insya Allah akan mampu menemukan jalan keberhasilan. Untuk itu diperlukan kecerdasan dalam menganalisis kegagalan dan kemampuan mengatasi kegagalan itu. Di sinilah sebenarnya makna kegagalan itu umpan baik keberhasilan.


  1. Penakut itu mati seribu kali dan pemberani hanya mati sekali
Penakut itu sudah mati sebelum melangkah. Maka penakut selamanya tidak akan pernah maju dan tak mungakin menjadi yang pertama dalam arti positif. Sebaliknya, pemberani itu sebenarnya telah memenangkan diri karena telah mengalahkan sekian ribu orang yang takut melangkah.
      Bersambung
      Salam Iqra’

      Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar