Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 20 September 2018

MENGEMBANGKAN POTENSI PENULISAN KEPUSTAKAWANAN (Tulisan – 6)


Karya unggulan
            Orang selalu ingin unggul dari yang lain dalam beberapa hal. Lembaga bahkan perguruan tinggi dalam mencanangkan visinya adalah memiliki keunggulan dari lembaga/perguruan tinggi yang lain. Nilai-nilai keunggulan itu akan selalu diklaim masing-masing lembaga yang kadang diukur dengan ukurannya sendiri.
            Terlepas dari pemikiran ini, dalam kajian ini nilai keunggulan itu dapat dilihat dari unsur kebaharuan, keunikan, kemanfaatan, dan perubahan.  
  1. Kebaharuan
Sesuatu itu akan menarik dan mungin diacu, dicari, dipelajari orang lain kalau dalam kegiatan, proses, sistem, teori yang dikemukakan itu ada unsur kebaharuan. Artinya sesuatu itu memang betul-betul baru pertama kali, belum pernah terjadi, atau unsur inovatif kreatif. Maka untuk melahirkan kebaharuan perlu keberanian melangkah, beda dari yang lain, kecerdasan membaca peluang, berani membuat  terobosan dan pemikiran baru.
            Mereka yang memiliki keberanian dan inovasi tinggi akan menggapai keunggulan dalam profesi maupun dalam masyarakat. Untuk itu perlu kerja keras untuk menciptakan sesuatu yang baru.
  1. Keunikan
Sesuatu yang unik, nyleneh,aneh apabila dikelola, dikembangkan secara serius nanti akan menjadi keunggulan bahkan kemenangan tersendiri. Persoalannya adalah bagaimana kita bisa mengelola yang unik, nyleneh, dan aneh ini. Banyak contoh yang nyleneh ini menjadi dikenal seperti Gudeg Pawon, Sate mBah Galak (Solo) , Bakmi Lethek, dan lainnya. 
  1. Kemanfaatan
Sesuatu dapat menjadi unggulan apabila ternyata banyak memberikan manfaat, mudah diakses, fleksibel. Untuk menciptakan sesuatu yang banyak manfaat inipun perlu pemikiran, keberanian, kecerdasan tersendiri. Sekedar contoh adalah software SLIMs yang ternyata banyak digunakan oleh sebagian perpustakaan kita. Karena perangkat lunak ini mudah diakses, sederhana, murah, dan ternyata memberikan kemanfaatan maka memiliki nilai keunggulan dari yang lain.
  1. Perubahan
Dalam kehidupan profesi, keilmuan, dan masyarakat tidak ada yang abadi, dan yang abadi itu adalah perubahan. Artinya dalam kehidupan ini herus ada perubahan dan itu berarti adanya kemajuan. Tanpa adanya perubahan berarti tidak ada kemajuan. Nah, nilai kemajuan itulah sebenarnya letak keunggulan suatu keadaan. Orang, kegiatan, gerakan, teori, maupun komunitas yang mampu melakukan perubahan dan itulah yang memiliki keunggulan.
Penutup
            Di era kompetitif ini, orang harus berani bersaing. Sebab hidup pada hakekatnya adalah kompetisi. Untuk itu perlu memahami potensi diri dan berusaha mengembangkannya.
            Kemampuan menulis merupakan salah satu potensi untuk berkompetisi. Sedangkan untuk bisa menulis cukup diperlukan motivasi tinggi, percaya diri, kemauan, keberanian, kesabaran, tak mudah menyerah, dan berlatih. Tanpa mau mencoba, sulit diharapkan bisa menulis apalagi menjadi penulis. Takut gagal berarti itu indikator sulit maju. Kegagalan adalah umpan balik untuk menuju keberhasilan.
            Untuk mencapai keunggulan harus memiliki keberanian dan kreativitas yang tinggi. Sedangkan indikator keunggulan itu terletak pada kebaharuan, keunikan, kemanfaatan, dan ada perubahan.
 
Daftar pustaka
-          Abbas, Ersis Warmansyah. 2008. Menulis Mudah; dari Babu Sampai Pak Dosen. Yogyakarta: Gama Media
-          Adhim, M. Fauzil. 2004. Dunia Kata. Bandung: Mizan Bunaya Kreativa
-          Camus, Albert dkk. 2003. Menulis itu Indah. Yogyakkarta: Jendela
-          Forum Kajian Budaya & Agama. 2001. Melejitkan Potensi Diri EI & QL. Yogyakarta: FKBA
-          Lasa Hs. 2005. Gairah Menulis; Panduan Menerbitkan Buku untuk Penulis Pemula. Yogyakarta: Alinea
-          -----------. 2006. Menulis itu Segampang Ngomong. Yogyakarta: Pinus
-          Prama, Fede. 2004. Inovasi atau Mati. Jakarta:PT Elex Media Komputindo
-          Romli, Asep Syamsul M. 2003. Lincah Menulis, Pandai Berbicara. Bandung: Nuansa Cendekia
-          Satiadarma, Monty P.; Fidelis E. Waruwu. 2003. Mendidik Kecerdasan.Jakarta: Pustaka  Obor
-          The Liang Gie. 1992. Pengantar Dunia Karang Mengarang. Yogyakarta: Liberty.
Selesai


Lasa Hs


0 komentar:

Posting Komentar