Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 06 September 2018

MUHAMMAD AMIN ABDULLAH

Tokoh Studi Islam
Nama Muhammad Amin Abdullah tidak bisa dipisahkan dengan nama UIN Sunan Kalijaga (dulu IAIN) Yogyakarta. Semasa kepemimpinannya sebagai Rektor , IAIN Sunan Kalijaga berkembang pesat sampai seperti sekarang terutama perubahan fisik yang berubah total. Maka untuk memberikan kehormatan kepada beliau, nama gedung pertemuan UIN Sunan Kalijaga diberi nama Gedung Prof. Dr. M. Amin Abdullah. 
Alumni Department of Philossophy Middle East Technical University (METU) Ankara Turki ini dikenal kemampuannya mengolah konsep-konsep filosofis yang tadinya sulit, menjadi mudah dipahami. Pengakuan sebagai salah satu intelektual muslim terkemuka di Indonesia tidak saja dari dalam negeri tetapi juga dunia internasional mengakuinya. Kepakarannya dalam bidang filsafat ini antara lain ditunjukkan dengan kiprahnya dalam pendidikan sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, IAIN Sunan Ampel, dan Universitas Islam Bandung.
Beliaulah yang melontarkan pentingnya integrasi antara bayani, burhani,dan ‘irfani. Bayani adalah metode pemikiran yang berproses pada teks langsung atau tidak langsung dan bisa diterima akal kebahasaan yang digali melalui inferensi. Sedangkan burhani lebih bersandar pada kekuatan natural manusia berupa indra, pengalaman, dan akal dalam memeroleh ilmu pengetahuan. Kemudian ‘irfani menjadikan al kasyaf sebagai satu-satunya jalan dalam memeroleh pengetahuan.
Pada masa kepemimpinan beliau sebagai Ketua Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah, beliau menulis buku Tafsir Tematik Al Quran Tentang Hubungan Sosial Antarumat Beragama. Pada masa itu juga diterbitkan Jurnal Tarjih yang menyajikan wacana dan pemikiran baru dalam tema tertentu yang belum tentu sejalan dengan pandangan Majelis Tarjih.
Pada masa itu kepemimpinan beliau pula (1995 – 2000), telah diselenggarakan Munas Tarjih  ke 24 di Malang tahun 2000 dengan menghasilkan beberapa keputusan antara lain Manhaj Tarjih Muhammadiyah, Tuntunan Manasik Haji, Rekonstruksi Perjalanan Haji Nabi Saw, Tuntunan Thaharah, Tuntunan Ramadhan, Tuntunan Zakat Mal, dan Tafsir Tematik tentang Hubungan Sosial Antarumat Beragama. Kemudian pada Munas Tarjih ke 25 diputuskan tentang; 1) Zakat Lembaga dan Profesi; 2) Pedoman Pokok Penetapan Awal Bulan QOmariyah dan Mathla’; 3) Tuntunan Tharah; dan 4) Tuntunan Dzikir dan Doa.
Adapun karya-karyanya dalam bentuk buku  antara lain; 1) The Idea of University of Ethical Norms in Ghazali & Kant (A PhD dissertation, 1992) diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh Dr. Atilla Yakut dengan judul Universalitet Des Ethik Kand & Ghazali (2003) dan dalam bahasa Indonesia dengan judul Antara Al-Ghazali & Kant; Filsafat Etika Islam (2002); 2) Falsafah Kalam di Era Postmodernisme (Philosophy of Kalam in the Era of Post-Modernism) (1995); 3) Studi Agama;  Normativitas atau Historisitas ? (Religious Studies; Normativity or Historicity? ) 1996); 4) Dinamika Islam Kultural; Pemetaan Atas Wacana Keislaman Kontemporer (The Dynamics of Cultural Islam in the Contemporary Discourses) (2000); 5) Pendidikan Agama Era Multikultural (Religious Education in Multicultural Era) (2005); 6) Islamic Studies di Perguruan Tinggi; Pendekatan Integratif-Interkonektif (Islamic Studies at Higher Education; Integrative-Interconective Approach) (2006).  
                                                                                    Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar