Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 11 Oktober 2018

SEPUTAR KONFLIK Tulisan – 1 Pengertian


Konflik merupakan bentuk pertentangan antara satu pihak (individu, kelompok) dengan pihak lain. Konflik dalam organisasi, lembaga, perpustakaan  bisa terjadi karena adanya ketidak sesuaian antara dua orang atau lebih anggota, atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena pemanfaatan sumber daya, perbedaan status,perbedaan nilai, maupun persepsi (Lasa Hs, 2009: 180)
          Lebih jauh Lasa Hs dalam Kamus Kepustakawanan Indonesia (2017: 345) menjelaskan bahwa konflik merupakan suatu benturan, pergulatan, pertarungan, bahkan pertentangan berbagai kepentingan, opini, maupun tujuan yang terjadi dalam diri, kelompok, lembaga, masyarakat, bahkan bangsa, dan negara. Konflik dapat diekspresikan secara jelas, pasif, agresif, dan tersembunyi.
          Ekspresi konflik secara jelas diwujudkan dalam bentuk teriak-teriak, unjuk rasa, pengerahan masa, pemboikotan, ejekan, tindakan kekerasan, saling menyindir melalui media sosial, dan lainnya. Ekspresi konflik secara pasif ditunjukkan dalam sikap tidak mau bekerja, mankir, suka membolos, datang sering terlambat, maupun sering tidak masuk dengan alasan yang tidak jelas. Ekspresi konflik secara agresif antara lain ditunjukkan dengan sopan santun yang dibuat-buat, mengabaikan, maupun selalu tidak setuju, dan ingin tampil beda. Sedangkan konflik tersembunyi antara lain diekspresikan dengan adanya komentar yang bernada merendahkan, melecehkan, menghina, mencari-cari kesalahan pihak lain, dan lainnya.   
Konflik sebenarnya ada dalam benak orang-orang yang terlibat yang perwujudannya bisa dalam bentuk kesedihan, perdebatan, saling diam, saling serang, saling fitnah, saling mengolok-olok, perkelaihan, pengerahan masa, bahkan pemboikotan.
          Perpustakaan sebagai organisasi, dapat saja terjadi konflik di dalamnya. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara lain adanya konflik diri individu, antar individu, individu dengan kelompok, antarkelompok, dan antarunit kerja. Untuk mengatasi konflik harus memiliki empati, memahami perbedaan kultur, perbedaan pendapat, perbedaan keinginan, dan perbedaan lain, serta berusaha merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
          Banyak faktor yang menyebabkan konflik. Secara umum dapat dikatakan bahwa konflik bisa disebabkan oleh kesalahan komunikasi (miscommunication), perbedaan tingkat pendidikan, perbedaan agama, perbedaan paham, perbedaan ras, perbedaan bahasa, perbedaan penafsiran kebijakan, bahkan sangat mungkin konflik itu terjadi karena olah pihak ketiga. Sedangkan koflik dalam suatu organisasi (perpustakaan) dimungkinkan karena saluran dialog yang ada tidak berfungsi secara baik, suara-suara ketidak setujuan maupun keluhan tidak direspon, terjadi keadaan yang tidak stabil, dan masalah struktur organisasi.
          Konflik dapat diantisipasi dan dapat dicari solusi. Diantara teori solusi konflik itu adalah;  kolaborasi, menghindar, smoothing, akomodasi, kompetisi, dan kompromi/negoisasi.
Bersambung

Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar