Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Selasa, 16 Oktober 2018

SEPUTAR KONFLIK Tulisan - 3 Ekspresi konflik


Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi, lembaga, maupun perpustakaan dapat terdiri dari konflik dalam diri sendiri, konflik antarindividu, konflik individu dengan kelompok, konflik antarkelompok, maupun konflik antarunit kerja.
  1. Konflik dalam diri sendiri
Setiap individu memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapi tugas dan kewajiban, baik tugas baru maupun tugas lama. Konflik dapat terjadi dalam diri seseorang apabila menghadapi ketidakpastian tugas, mendapat tugas di luar kemampuannya, dan banyaknya tuntutan dan tugas yang harus diselesaikan
  1. Konflik antarindividu
Perbedaan peran dan perbedaan kepribadian antarindividu dapat menyebabkan konflik. Maka konflik dalam perpustakaan dapat terjadi antara atasan dan bawahan, antara bawahan dan bawahan, atau antarunit kerja. Konfik semacam ini mungkin terjadi sebagai akibat adanya indvidu yang malas, egois, iri, dengki, suka memfitnah, dan lainnya. Mereka ini perlu diberi pengarahan dan pembinaan
  1. Konflik individu dengan kelompok
Seseorang dapat saja diasingkan, dikucilkan bahkan dikeluarkan dari kelompok kerja atau komunitasnya. Mereka dianggap tidak bisa menyesuaikan diri, melanggar aturan, tidak disiplin, dan lainnya. Mereka yang diasingkan itu akan mengalami konflik yang dapat membuat suasana kaku bahkan bisa menjadi ketegangan tersendiri.
  1. Konflik antarkelompok
Terjadinya pertentangan antarbagian di suatu perpustakaan memungkinkan terjadinya konflik antarkelompok. Misalnya saja bagian pelayanan berkeinginan agar buku-buku baru segera dipajang. Namun bagian pengolahan tidak bisa memenuhi keinginan ini seara cepat. Sebab dalam proses pengolahan memerlukan beberapa tahapan atau proses, misalnya proses klasifikasi, katalogisasi, penyampulan, pelabelan dan lainnya.
  1. Konflik antarpaham, antaraliran
Kepentingan politik, suku, jabatan, persaingan karir, dan perbedaan kultur bisa menimbulkan konflik dalam suatu lembaga/perpustakaan. Konflik semacam inilah yang kadang berakhir dengan pengasingan, penculikan, pengeroyokan, bahkan pembunuhan.
            Konflik dalam suatu perpustakaan merupakan dinamika tersendiri  apabila pihak-pihak yang terlibat mampu menyikapinya dengan arif. Adanya konflik itu akan membuat semua pihak memahami kekurangan dan menghargai sifat masing-masing. Namun apabila masalah konflik dan perbedaan ini tidak disadari, maka konflik justru akan menjadi awal perpecahan.
Bersambung
Lasa Hs 

0 komentar:

Posting Komentar