Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 01 November 2018

Menuju 106 Tahun Muhammadiyah: Ta’awun untuk Negeri


HINDARI GUNJINGAN

Menggunjing merupakan perilaku yang bisa meresahkan. Apalagi kalau gunjingan itu dilakukan oleh public figure dan diterima oleh masyarakat yang emosional. Gunjingan yang tak berdasarkan fakta dapat mengarah pada fitnah. Sebab sebagian besar gunjingan itu muncul karena adanya ketidaksenangan seseorang/lebih pada orang/kelompok lain.
Memediasosialkan kekurangan pihak lain (dalam hal tertentu) apalagi bersifat fitnah sebenarnya merupakan usaha penyebaran aib sendiri. Aib orang lain yang kebetulan masih ada ikatan tertentu (persaudaraan, agama, kelompok, bangsa) sebenarnya sama dengan menyebarkan aib diri sendiri. Perilaku seperti ini diibaratkan makan bangkai saudara sendiri. Firman Allah dalam Q.S. AL-Hujurat: 12 yang artinya:”Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah kamu suka kalau seorang dari kamu itu memakan bangkai saudaranya sendiri?. Tentunya kalian akan merasa jijik kepadanya”.
Ketika Rasulullah saw melaksanakan Isra’ dan Mi’raj mengetahui orang-orang yang mencakar-cakar muka sendiri dengan kuku-kuku mereka yang tajam. Menyaksikan keadaan itu, Rasulullah saw bertanya kepada malaikat Jibril. :”Hai Jibril, siapa mereka?. Jawab malaikat Jibril:” Mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing manusia dan membicarakan harga diri mereka”.
Imam Ghazali membahas lebih detail tentang penggunjingan ini. Dalam bukunya berjudul Mukasyafatul Qulub, beliau menerangkan tentang buruknya pergunjingan.  Al Barra’ berkata bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw berkhutbah dan kami mendengar beberapa budak perempuan yang dimerdekakan dalam kamar-kamar mereka. Beliau bersabda :”Wahai golongan yang mengaku iman dengan lidahnya dan tidak beriman dengan hatinya, janganlah kamu menggunjing orang-orang Islam dan janganlah kamu meneliti (mencari-cari) kekurangan/cela mereka. Siapa yang meneliti (mencari-cari) kekurangan/cela saudaranya, maka Allah akan meneliti kekurangannya. Siapa yang kekurangannya diteliti Allah, maka Allah akan membuka aibnya di tengah rumahnya (halaman: 366).

Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar