Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 14 Desember 2018

KEPEMIMPINAN Seri 1


Dalam kepemimpinan ada pemimpin dan ada yang dipimpin. Pemimpin dalam kehidupan kita sehari-hari sering disebut sebagai imam, tokoh, ketua, kepala, direktur, pemuka dan sebutan lainnya.
Kemudian kata memimpin sering digunakan untuk menyebut kemampuan seseorang dalam upaya memengaruhi pihak lain dengan berbagai cara. Maka pemimpin itu sebenarnya pribadi yang memiliki kemampuan dan kelebihan dalam bidang tertentu dan mampu memengaruhi pihak lain untuk bersama-sama melakukan serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Apabila seorang pemimpin ternyata tidak mampu memengaruhi pihak lain, maka mereka bukan pemimpin yang efektif. Sebab dengan kekuasaan yang diberikan kepadanya ternyata tidak bisa digunakan secara optimal. Disinilah pentingnya seorang pemimpin itu harus memiliki kompetensi dalam bidang tertentu, memiliki wibawa, dan mampu memengaruhi orang lain tanpa paksaan. Para pengikut (followers)  (rakyat, anggota, pegawai, simpatisan) bersedia mengikuti arahannya dengan kesadaran dan bukan karena keterpaksaan.
Berangkat dari pengertian ini, maka dapat dipahami bahwa dalam kepemimpinan itu terdapat 3 unsur yang saling terkait dan saling mendukung, yakni keterlibatan orang lain, pembagian kekuasaan, dan hak pemimpin.
1.Keterlibatan orang lain
            Dengan adanya kesediaan menerima pengarahan dan bimbingan pemimpin, para pengikut (anak buah, anggota, masyarakat, rakyat dll) membantu menentukan status pemimpin sehingga terbuka kemungkinan terjadinya proses kepemimpinan;
2.Pembagian kekuasaan
            Dalam kepemimpinan terdapat pembagian kekuasaan, tugas, tanggung jawab, dan wewenang antara pimpinan dan yang dipimpin. Maka tidak heran ketika musim pemilihan kepemimpinan muncul  tim sukses yang mungkin berharap nantinya mendapatkan kue kekuasaan. Tetapi apabila calon pemimpin itu tidak jadi, terpaksa harus menerima kegagalan. Alias harapan tak kunjung tiba dan kemurunganlah yang menimpa.  
3.Hak pemimpin
Pemimpin memiliki hak untuk nemerintahkan bawahan untuk melaksanakan kegiatan tertentu dan memengaruhi mereka bagaimana mereka melaksanakan kegiatan itu.
            Pengejawantahan teori kepemimpinan dalam masyarakat Jawa secara sederhana dapat diekspresikan dengan kalimat-kalimat; ing ngarso sung tuladha (di depan memberi contoh), ing madya mangun karsa (di tengah-tengah memotivasi), tut wuri handayani (dari belakang memberikan dorongan dan dukungan).
            Kepemimpinan merupakan proses sosial yang mengikutsertakan bawahan dalam usaha mencapai tujuan. Dengan demikian, memang ada implikasi bahwa pemimpin telah membawa perubahan pada bawahan. Pemimpin adalah ahli strategi yang menetapkan tujuan organisasi eksternal maupun internal (Timpe, 1999 dalam Lasa Hs., 2001). Dalam teori ini ditegaskan bahwa kepemimpinan yang baik adalah  kepemimpinan yang mampu membawa kemajuan dan perubahan yang signifikan. Bukan sekedar jualan janji akan begitu begini yang kadang malah menjadi penghuni rumah dengan jendela berjeruji. Sebab pemimpin pada hakekatnya memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk memengaruhi pihak lain.
            Oleh karena itu dalam kepemimpinan diperlukan adanya kepemimpinan yang efektif. Efektivitas kepemimpinan dipengaruhi banyak faktor antara lain faktor-faktor: kemampuan motivasi, memiliki visi yang jelas, komitmen, pengendalian situasi, bertanggung jawab, adil, berakhlak, dan percaya diri:
                       
Bersambung

Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar