Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 14 Januari 2019

106 Tahun Muhammadiyah: Ta’awun Untuk Negeri : BERUBAH UNTUK KEMAJUAN


Efek Samping Perubahan
Kata sebagian orang, tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Artinya dalam kehidupan manusia diperlukan adanya perubahan terus menerus. Perubahan pada diri seseorang akan memengaruhi perubahan pada lingkungan dan kinerja lembaga (perpustakaan). Kemudian dalam dimensi kepustakawanan, perubahan itu meliputi dua dimensi. Yakni dimensi berubah dengan inovasi dan dimensi dirubah oleh keadaan dan situasi. Kalau dunia kepustakawanan tidak berusaha berubah dengan kreativitas, keberanian, dan inovasi, maka dalam perjalanannya akan dirubah oleh berbagai faktor, profesi, atau orang lain.
          Perubahan kepustakawanan merupakan merupakan keniscayaan karena faktor internal dan eksternal. Tuntutan perubahan  internal didorong adanya adanya perkembangan ilmu pengetahuan, profesi, dan sistem layanan. Kemudian perubahan eksternal didorong oleh tuntutan kualitas akses informasi masyarakat, perkembangan profesi lain, dan perkembangan teknologi informasi. Apabila profesi kepustakawanan tidak berani dan tidak sinergi, maka akan diintervensi oleh profesi lain.
            Perubahan dari faktor eksternal ini perlu diantisipasi dan dicari solusinya. Apabila pengaruh luar itu tidak dicari solusinya, maka profesi kepustakawanan akan terpinggirkan. Oleh karena itu segala bentuk intervensi dan pengebirian profesi itu harus diminimalisir oleh pustakawan, kalau profesi ini tidak ingin dimarjinalkan.
            Perubahan adalah cara pustakawan mempertahankan diri sebagai tenaga profesi, tenaga fungsional, dan tenaga kependidikan di era global ini. Di era ini, pustakawan harus mau bekerja  keras bersinergi untuk tetap eksis dan mampu menunjukkan kinerja yang profesional. Para ilmuwan dan profesional kepustakawanan dalam menghadapi era global ini bukan sekedar ancaman yang dihindari. Tetapi era kesejagatan ini dijadikan tantangan  yang harus dihadapi.
            Pustakawan sebagai fungsional dan profesi merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat maju. Semakin maju masyarakat, semakin banyak membutuhkan informasi, baik kualitas maupun kuantitas Di satu sisi, kita perlu memahami bahwa kini masyarakat kita tengah berubah menuju masyarakat informasi (information society).
            Usaha perubahan menuju keadaan yang lebih baik perlu ditangani secara baik. Apabila penanganan perubahan itu buruk, maka sangat mungkin justru menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Hal-hal serius ini misalnya; stress, menurunnya motivasi, rendahnya kinerja, kepailitan, bahkan resistensi terhadap perubahan itu sendiri.
1.Stress.
Stress adalah situasi ketegangan atau tekanan emosional yang dialami seseorang sebagai akibat adanya tekanan, hambatan, penderitaan, dan kesulitan. Ketegangan ini bisa memengaruhi emosi, pikiran, dan konflik fisik. Bahkan bisa menimbulkan perilaku yang aneh-aneh. Kemudian orang lain menganggapnya nyleneh.
      Stress merupakan keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psiklogis. Kita kadang tidak bisa terhindar dari tekanan internal maupun tekanan eksternal. Bahkan stress ini kadang kurang kita pahami. Oleh karena itu, perlu dipahami gejala-gejala stress antara lain;
  1. Sesak nafas;
  2. Berkeringat dingin;
  3. Jantung berdebar-debar;
  4. Tegang;
  5. Marah
  6. Agresif/melawan.
Dalam mengantisipasi munculnya stress pada diri kita perlu adanya pencegahan. Dalam dunia kedokteran dan kesehatan sering diingatkan bahwa pencegahan itu lebih murah dan lebih mudah daripada pengobatan. Maka cara pencegahan stress antara lain;
  1. Melakukan relaksasi;
  2. Melakukan olah raga;
  3. Menjaga asupan gizi yang seimbang;
  4. Melakukan rekreasi;
  5. Berkebun, beternak;
  6. Membaca Al quran;
  7. Berdzikir;
  8. Memperbanyak shalat tahajud
Sungguh besar manfaat shalat tahajud. Hal ini dapat kita pahami dalam Q.S. Al Isra’: 79 – 80 yang artinya:”Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke posisi yang terpuji. Dan katakanlah (Muhammad) Ya Tuhanku, masukkan aku ke posisi yang benar, dan keluarkan (pula) ke posisi/solusi yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong (ku).
Stress dapat diantisipasi lebih dini antara lain dengan memahami gejala stress. Hariandja (2002) menyatakan bahwa gejala stress antara lain:
  1. Gejala fisik, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada metabolisme organ tubuh seperti  pada denyut jantung yang meningkat, tekanan darah yang meningkat, sakit kepala dan lainnya;
  2. Gejala psikologis, yakni adanya perubahan-perubahan sikap pada seseorang,  misalnya ketegangan, kegelisahan, ketidaksenangan, kebosanan, dan lainnya;
  3. Gejala keperilakuan, yakni adanya perubahan-perubahan yang menyebabkan tingkat produktivitas menurun, minim kreativitas, dan semangat kerja berkurang. Gejala ini juga ditunjukkan dengan ketidakhadiran yang tinggi, minum minuman keras, mabuk-mabukan, sulit tidur dan lainnya.
Bersambung

Lasa Hs







0 komentar:

Posting Komentar