Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 11 September 2019

MANAJEMEN PERUBAHAN : Tulisan ke 4




e). Memilih peran yang sesuai
     Pada tahap ini, perlu ada suatu pemilihan seorang pemimpin atau manajer yang ahli dan sesuai bidangnya. Manajer tersebut akan dapat memberikan masukan dan solusi yang terbaik dalam perubahan. Perubahan akan berhasil dengan baik apabila antara manajer dan staf memiliki komitmen yang tinggi, saling memahami, dan dedikasi tinggi.
f). Mempertahankan perubahan yang telah dimulai
     Sekali perubahan dimulai, maka harus dipertahankan dengan penuh komitmen. Komitmen adalah sikap menyesuaikan diri dengan mantap pada sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau komunitas. Orang-orang yang memiliki komitmen tinggi akan kelihatan kinerjanya. Biasanya orang-orang yang memiliki komitmen itu memiliki ciri-ciri:
1)   Mau berkorban untuk mencapai sasaran, profesi, komunitas, maupun bidang;
2)   Selalu mencari peluang dan memanfaatkan peluang itu untuk berprestasi
3)   Merasa ada dorongan dalam dirinya untuk selalu berkembang dan meningkatkan prestasi
g). Menjaga kesinambungan perubahan
     Selama proses  perubahan, harus selalu diikuti perencanaan yang berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan agar individu yang terlibat dalam perubahan itu memiliki tanggung jawab untuk melakukan perubahan terus menerus. Dalam hal ini pimpinan harus mampu menjadi konsultan perubahan dan secara aktif terus menerus terlibat dalam perubahan itu. Sebab kualitas kegiatan itu justru terletak ada keajegan perubahan berkesinambungan meskipun sediit. Sabdi Nabi Muhammad Saw menyatakan: kahirul a’ali adwamuda wain qolla (sebaik-baik amal perbuatan itu adalah ajegnya meskpun sedikit.cari hadisnya.
a.   Faktor pendorong  perubahan
Setiap organisasi, lembaga, maupun perpustakaan menghendaki perubahan yang berkelanjutan. Perubahan ini didorong oleh faktor eksternal sebagai penekan dan pendorong. Sedangkan faktor internal merupakan kebutuhan untuk berubah. Artinya dalam upaya perubahan perlu dipahami adanya faktor pendorong dari luar, dan perlu ditumbuhkan kesadaran dan kebutuhan untuk berubah di tingkat internal perpustakaan.

1)   Eksternal
Perubahan dan perkembangan di luar perpustakaan perlu diantisipasi untuk memberikan dorongan kuat agar ada perubahan. Beberapa faktor pendorong perubahan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan antara lain: 1) perkembangan teknologi informasi; 2) peningkatan kebutuhan informasi pemustaka; 3) globalisasi dan kompetisi; 4) perubahan kebijakan (political will) ; akreditasi, ITE, kompetensi, dan sertifikasi.
2)   Internal
a)   Sumber Daya Manusia (human resources)
Perubahan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan akan signifikan apabila dimulai dari perubahan sumber daya manusianya. Mereka adalah pelaku utama perubahan. Perpustakaan lamban berkembang antara lain pola pikir, perilaku, dan kinerja sumber daya manusia perpustakaan tidak berubah. Mereka hanya melaksanakan kegiatan itu-itu saja. Asal jalan katanya. Untuk itu kepada tenaga perpustakaan (pustakawan maupun tenaga administrasi) perlu ditanamkan; kebermaknaan hidup (meaning), peningkatan pengetahuan dan wawasan (mastery), adanya pengakuan sebagai anggota (membership) (Ancok, 2010)
(1)  Kebermaknaan hidup (meaning)
Perlu ditanamkan kesadaran kepada para petugas perpustakaan, bahwa mereka itu sangat dibutuhkan oleh perpustakaan. Bahkan lebih jauh mereka diharapkan memberikan kontribusi optimal pada pengembangan perpustakaan. Hal ini sebenarnya merupakan pengakuan dan sekaligus penghormatan. 
(2)  Peningkatan pengetahuan dan wawasan (mastery)
Untuk merubah cara berpikir dan bertindak petugas perpustakaan, diperlukan peningkatan pengetahuan mereka. Mereka yang berpengetahuan tinggi dan berwawasan luas akan cepat merespon. Namun merupakan masalah tersendiri bagi tenaga yang rendah pendidikan dan kurang wawasan.
          Dengan meningkatnya pengetahuan mereka, diharapkan terjadi perubahan pola pikir. Perubahan pola pikir ini antara lain bahwa:
(a) Mereka akan memandang kebinekaan itu sebagai sumber inspirasi dan kreativitas. Sebab selama ini tidak sedikit, orang memandang bahwa kebinekaan itu dimanfaatkan sebagai sumber konflik, menjadi masalah, bahkan kekacauan.
(b) Mereka memandang bahwa keberhasilan masa lalu itu sebagai pelajaran untuk berubah. Allah swt berfirman dalam Q.S. Al Hasyr: 18 yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (yang akan datang) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.  
(c) Terbuka atas perbedaan paham
Orang-orang yang terbuka terhadap perbedaan akan mudah menerima perubahan dan kemajuan. Sebaliknya, mereka yang sempit pandangan maka sulit untuk diajak maju.
(3)  Pengakuan sebagai anggota (membership)
Pengakuan seseorang dalam suatu komunitas (perpustakaan) merupakan kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi seseorang. Bentuk pengakuan sebenarnya merupakan kebutuhan psikologis dan ekonomi seorang pegawai dalam lembaga. Kemudian pengakuan sebagai anggota dapat ditumbuhkembangkan dengan adanya penumbuhan kekitaan. Artinya lembaga tempat bekerja (perpustakaan) harus dikelola secara baik dan itu merupakan milik bersama dan bukan milik per orangan.

BERSAMBUNG


Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar