Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Selasa, 17 September 2019

MANAJEMEN STRATEGIS


MANAJEMEN STRATEGIS
                                                Tulisan - 1         

          Istilah strategis ini sering digunakan oleh kalangan militer. Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti berpikir (to think). Maka strategi dalam militer berarti cara menggunakan akal untuk memeroleh kemenangan dalam peperangan atau dalam mengatasi konflik. Maka proses manajemen strategis mempunyai 3 dimensi, yakni perencanaan strategis, implementasi, dan evaluasi. Dalam penyusunan perencanaan strategis ini harus didasarkan pada visi dan misi organisasi/perpustakaan, filosofi, kebijakan, tujuan, dan metode pencapaian tujuan. Sedangkan implementasi dan evaluasi strategis mencakup variasi keputusan manajerial, struktur organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi manajemen dan sistem evaluasi.
          Lambannya pengembangan perpustakaan di negeri ini banyak faktor penyebabnya. Salah satu faktor penghambat adalah sistem manajerial. Fakta lapangan menunjukkan bahwa beberapa perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan daerah, kabupaten/kota dikendalikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang perpustakaan dan tidak menguasai manajerial. Maka tidak heran sebagian besar perpustakaan kita asal jalan. Perpustakaan tidak tutup saja sudah untung. Masih ada nafas katanya. Ini berarti masih ada tanda-tanda kehidupan. Lumayan masih hidup,meskipun hidup segan mati tak mau.
          Manajemen strategis sebenarnya menawarkan perubahan mendasar dan menyeluruh dengan tetap memerhatikan faktor internal dan eksternal. Manajemen perpustakaan selama ini kurang memerhatikan faktor sosial, ekonomi, kultur, ekonomi, perkembangan teknologi informasi, maupun pengembangan sumber daya manusia.
            Apabila dicermati, maka manajemen strategis ini memiliki karakteristik tersendiri bila dibanding dengan manajemen yang lain. Karakteristik manajemen strategis ini antara lain bahwa manajemen ini merupakan proses, memenej kompetensi, meningkatkan efisiensi dan efektifitas, dan berorientasi pada tujuan jangka panjang (Lasa Hs, 2001:16)
a.Suatu proses
Dalam konteks ini, pimpinan perpustakaan harus mampu mengidentifikasi, memilih, dan mengimplementasikan strategi yang paling cocok untuk perpustakaan yang dipimpinnya. Oleh karena itu kepala perpustakaan harus memahami kondisi internal dan eksternal perpustakaan tersebut. Dari ciri ini, kiranya sulit bagi orang-orang yang tidak mengerti perpustakaan untuk memimpin perpustakaan dengan baik apalagi dengan manajemen strategis ini. Demikian pula kepala perpustakaan yang berasal dari luar kultur kepustakawanan , kiranya akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan perpustakaannya apabila tidak memahami kondisi internal maupun kondisi eksternal.
b.Memenej kompetensi
Suatu strategi dapat dikatakan efektif apabila kepala perpustakaan mampu mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya lain yang dimiliki perpustakaannya. Kelihaian pemberdayaan sumber-sumber inilah yang menjadi tolok ukur keberhasilan kepala perpustakaan. Kiranya belum bisa menjadi parameter dengan sederetan gelar dan tingginya pangkat jabatan akan mampu memenej perpustakaan dengan baik. Sebab sangat mungkin mereka tidak bisa mengidentifikasi, dan tidak mampu mengiplementasikan sumber daya-sumber daya yang dimiliki. Kiranya juga mustahil mampu melakukan evaluasi kinerja bawahan, karena kepala tidak memiliki kompetensi kepustakawanan dan tidak tau manajemen perpustakaan. 
c.Meningkatkan efisiensi dan efektivitas
Dalam upaya mengembangkan perpustakaan harus selalu dilihat dari aspek efisiensi dan efektivitas. Efisiensi dalam hal ini berarti melakukan pekerjaan dengan benar (doing thing right) yang dalam implementasinya berkaitan  dengan aktifitas perpustakaan .Sedangkan efektivitas dalam hal ini berarti melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things). Impementasi efektivitas ini berkaitan dengan kinerja perpustakaan. Di samping itu juga dapat dilihat keterkaitan perpustakaan dengan lingkungan eksternal secara global.    
d.Berorientasi pada tujuan jangka panjang
Untuk memberikan arah perpustakaan dalam mencapai tujuan jangka panjang diperlukan kepala perpustakaan yang visioner. Oleh karena itu kepala perpustakaan harus mampu menangkap fenomena-fenomena saat ini lalu diprediksi sedemikian rupa dalam mengantisipasi masa depan. Perubahan politik, perkembangan ekonomi, dan kemajuan teknologi informasi sangat  besar pengaruhnya terhadap kinerja perpustakaan.
Bersambung
Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar