Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 02 Oktober 2019

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN


                                  
Perpustakaan sebagai pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (UU No. 43 Tahun 2007). Dalam rangka merealisir tujuan ini dan peranserta dalam mencerdaskan bangsa dibutuhkan manajemen perpustakaan yang memadai. Dengan adanya manajemen ini seluruh komponen dalam perpustakaan dapat diarahkan pada tujuan yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu dalam proses manajemen ini terdapat proses perencanaan(planning), pengorganisasian (organizing), penganggaran (budgeting), kepemimpinan (leadership), dan pengawasan (controlling).
          Manajemen perpustakaan adalah usaha pencapaian tujuan perpustakaan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lain dengan tetap memerhatikan fungsi manajemen. Sumber daya ini antara lain berupa sarana prasarana, koleksi, sistem dan anggaran. Sumber daya ini dikelola secara efektif efisien melalui proses manajemen. Proses ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, penganggaran, dan pengawasan.
          Dari penjelasan tersebut, kiranya dapat dipahami bahwa manajemen perpustakaan menurut penulis  adalah optimalisasi pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya-sumber daya lain untuk mencapai tujuan perpustakaan secara efekif dan efisien melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, penganggaran dan pengawasan (Lasa Hs, 2017)
          Sumber daya manusia merupakan unsur utama dalam pengembangan perpustakaan. Sebab sumber daya ini adalah makhluk hidup yang mampu   bergerak, berkembang, dan menggerakkan sumber daya lain. Sedangkan sumber daya lain merupakan benda mati yang digerakkan dan dikembangkan oleh sumber daya manusia.
          Di satu sisi sumber daya manusia itu merupakan sumber daya insani. Yakni sumber daya yang memiliki hati, akal, dan nafsu yang harus dipenuhi kebutuhannya. Manusia sebagai makhluk religi, makhluk sosial, makhluk budaya,dan makhuk politik harus dipenuhi  dan dikembangkan secara optimal.
          Begitu pentingnya sumber daya manusia sebagai agen perubahan dan pengembagan perpustakaan,maka sumber daya ini harus dikembangkan terus menerus. Pengembangan ini antara lain melalui rekruitmen tenaga yang betul-betul memiliki kompetensi, pendidikan dan pelatihan,magang, studi banding, rotasi, keikutsertaan dalam berbagai pertemuan ilmiah melakukan penelitian, berorganisasi, dan lainnya.
Peningkatan dan pengembangan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia akan  memiliki pengaruh besar terhadap perubahan dan pengembangan perpustakaan.              
          Di satu sisi memang peningkatan ini memiliki banyak manfaat antara lain; meningkatkan peran dan eksistensi, meningkakan karir, mengatasi kekurangan,  memberikan kepuasan kepada pegawai, dan menumbuhkan inisiatif.
1.Meningkatkan peran dan eksistensi
Pemberdayaan sumber daya-sumber daya itu dalam rangka mencapai tujuan perpustakaan dengan cara efektif dan efisien. Efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar, sedangkan efisien adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan benar. Kemudian dalam mencapai tujuan perpustakaan ini harus melalui langkah-langkah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, penganggaran, dan pengendalian/pengawasan.
2.Meningkatkan karir
          Karir adalah suatu jabatan, posisi, kedudukan, dan tugas yang bisa diduduki oleh seseorang selama kehidupan kerjanya dalam suatu lembaga, organisasi, maupun profesi. Karir ini sebenarnya sesuatu yang penting bagi seorang pegawai. Pada dasarnya setiap orang itu ingin bekerja dengan baik dan ingin memiliki prestasi sesuai kemampuan, pedidikan,dan kondisi fisik seseorang. Mereka berusaha untuk menduduki jabatan, pangkat, golongan tertinggi dalam bidangnya sesuai kemampuan. Sebab dengan kedudukan dan posisi ini ada nilai ekonomi, sosial, politik, dan kepuasan tersendiri
3.Mengatasi kekurangan
          Dengan adanya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, maka berbagai kekurangan akan dapat diatasi.  Apalagi apabila perpustakaan itu dimenej oleh kepala perpustakaan yang memiliki kompetensi profesional kepustakawanan dan kompetensi manajerial. Insya Allah perpustakaan akan mengalami kemajuan yang signifikan.
4.Memberikan kepuasan
          Tenaga perpustakaan akan merasa senang dan puas karena mendapatkan kesempatan peningkatan kompetensi diri, baik melalui studi lanjut, magang, studi banding, maupun diikutsertakan dalam pertemuan profesi. Dengan peningkatan pengetahuan dan ilmu mereka diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja perpustakaan.
5.Menumbuhkan inisiatif
          Adanya inisiatif bermula dari adanya komitmen yang tinggi. Oleh karena itu dengan adanya penanaman komitmen akan melahirkan staf yang memiliki banyak inisiatif. Mereka yang memiliki inisiatif akan bisa membaca peluang, memanfaatkan peluang, mengembangkan peluang, bahkan mampu menciptakan peluang.
          Dunia kepustakawanan memerlukan orang-orang yang memiliki inisiatif. Mereka yang memiliki inisiatif yang tinggi biasanya memiliki ciri-ciri:
a.   Mampu membaca peluang, memanfaatkan peluang, mengembangkan peluang, dan mampu menciptakan peluang. Mereka yang tidak inisiatif, biasanya kalah sebelum perang, karena tidak mampu membaca peluang apalagi memanfaatkan peluang;
b.   Mampu melampaui batas, persyaratan, atau standar yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, orang yang punya inisiatif akan mampu melebihi rata-rata kemampuan orang lain dalam bidangnya;
c.    Dalam kondisi tertentu berani melawan arus dan sudah diperhitungkan tidak akan terbawa arus;
d.   Berani melakukan petualangan dan berkorban untuk orang lain;
e.   Mengajak dan memotivasi orang lain untuk memperbaiki langkah dan meningkatkan produktivitas;
f.     Siap menghadapi celoteh, gosip, atau suara miring dan sinis;
g.   Sabar menghadapi sikap dengki dan iri atas keberhasilannya.
Selesai


Lasa Hs





0 komentar:

Posting Komentar