Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 10 November 2019

Prof. K.H. Abdoel Kahar Mudzakir – Pahlawan Nasional


                                              

            Putra Kotagede Yogyakarta ini lahir 16 April 1907 di Gading Playen Gunung Kidul Yogyakarta. Beliau adalah  putra H. Mudzakir, seorang pedagang dan tokoh Muhammadiyah di Kotagede. Beliau adalah cicit dari Kiyai  Hasan Busyairi seorang pemimpin suatu tarikat dan seorang komandan Lasykar Pangeran Diponegoro. Kiyai Hasan Busyairi ikut dibuang bersama Pangeran Diponegoro dan wafat di Tondano (Minahasa) yang meninggalkan keluarga Islam di Kampung Jawa Tondano. Kakeknya adalah Kiyai Abdullah Rasyad, seorang guru agama di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, demikian pula ayahnya Kiyai Haji Mudzakir.
            Abdoel Kahar Mudzakir memeroleh pelajaran agama Islam  pertama kali  dari ayahnya sendiri. Kemudian beliau belajar di Manba’ul ‘Ulum Surakarta dan menjadi santri di Ponpes Jamsaren Surakarta dibawah asuhan K.H.Idrus, dan kemudian juga menjadi santri di Ponpes Termas Pacitan.
            Pada tahun 1924, beliau menunaikan ibadah haji, dan mukim di sana untuk memelajari agama Islam lebih mendalam. Namun situasi saat itu kurang kondusif lantaran adanya Revolusi Arab, maka beliau pindah ke Mesir tahun 1925. Dia diterima sebagai mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo. Kemudian pada tahun 1927, beliau pindah ke Universitas Darul ‘Ulum di Kairo sampai lulus tahun 1936. Beliau mahir bahasa Arab, bahasa Assirian dan bahasa Ibrani.

Perjuangan di Luar Negeri
            Semasa di Mesir selama 13 tahun, beliau aktif berjuang bagi upaya kemerdekaan Indonesia dan bagi kebangkitan kembali dunia Islam. Beliau tampil gigih dalam perjuangan untuk Palestina yang ketika itu berada dalam mandat Inggris. Beliau menjadi salah satu tokoh mahasiswa Indonesia di Mesir memimpin “Perhimpunan Indonesia Raya” yakni organisasi gerakan mahasiswa seperti “Perhimpunan Indonesia” di negeri Belanda. Beliau juga sebagai sekjen organisasi Al Jami’ah Khairiyah.      
            Pada tahun 1930, beliau menghadiri Kongres Islam se dunia di Baitul Maqdis Palestina sebagai wakil umat Islam Indonesia. Ketika itulah nama beliau banyak dikenal di dunia Arab dan dunia Islam sebagai seorang pejuang pemuda Islam Indonesia. Sebagai anggota Kongres termuda, Kahar Mudzakir diangkat sebagai Sekretaris Kongres. Sebagai Ketua Kongres adalah H. Amin Al Hussainy Mufti Besar Palestina.
            Ketika Kahar Mudzakir di Mesir sudah mulai senang menulis di koran-koran yang terbit di negeri Arab maupun surat kabar yang terbit di Indnesia. Beliau juga pernah mendirikan kantor berita “Indonesia Raya” yang memberikan berita-berita bagi surat kabar yang terbit di dunia Arab dan Indonesia.
            Hubungan yang dimulai sejak di Mesir itu dengan dunia Arab, maka hubungan dengan dunia Arab dan dunia Islam terus berlanjut sampai akhir hayatnya. Beliau menjadi anggota Muktamar Alam Islamy dan Ketua Perwakilan Muktamar itu di Indonesia.
Bersambung


Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar