Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 15 Desember 2019

SITI BAROROH BARIED ISHOM; Profesor Pertama Kali Wanita


        

ISHOM, Siti Baroroh Baried (23 Mei 1925 – 9 Mei 1999) merupakan guru besar pertama wanita Indonesia. Nama sebenarnya adalah Siti Baroroh Tamimy, karena ayahnya bernama H. Tamim bin Dja’far yang juga kemenakan Ny. Walidah (isteri KHA Dahlan). Siti Baroroh Baried ini menapaki pendidikan mulai dari SD Muhammadiyah, MULO, HIK, Muhammadiyah, Fakultas Sastra & Kebudayaan UGM (Sarjana Muda) dan Fakultas Sastra & Kebudayaan UI (Sarjana) lulus tahun 1952. Kemudian, beliau melanjutkan pendidikan Bahasa Arab di Kairo (1953 – 1955).
            Isteri dr. Baried Ishom (seorang spesialis bedah, Direktur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta) ini diangkat sebagai guru besar sejak 27 Oktober 1964. Kemudian beliau menyampaikan orasi ilmiah/pidato pengukuhan pada tanggal 10 Agustus 1970 dengan judul Bahasa Arab dan Perkembangan Bahasa Indonesia. Beliau sebagai dosen Fakultas Sastra & Kebudayaan UGM (sekarang Fakultas Ilmu Budaya UGM), sebagai Dekan fakultas tersebut pada periode 1965 – 1968, 1968 – 1971).
            Sebagai ilmuwan, beliau aktif di Majelis Ulama Indonesia/MUI Pusat dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Sebagai aktivis ‘Aisyiyah, beliau pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah/PCA Gondomanan Yogyakarta. Kemudian dalam kepemimpinan ‘Aisyiyah, beliau pernah menjabat sebagai; Ketua Biro Hubungan Luar Negeri, Ketua Biro Penelitian dan Pengembangan, dan ketua Bagian Paramedis. Bahkan dalam kepemimpinan PP ‘Aisyiyah, beliau memegang rekor sebagai Ketua PP ‘Aisyiyah paling lama, yakni sampai 5 periode (1965 – 1985). Pada masa kepemimpinannya, beliau telah mensosialisasikan ‘Aisyiyah di luar negeri. Bahkan beliau berhasil melakukan kerjasama dengan World Bank, WHO, The Asian Foundation, UNESCO, UNICEF, UNDP, World Conference of Religion and Peace, dan Pathfinder Foundation. Dalam hal ini setiap tahun dikirim kader terbaik ‘Aisyiyah ke Amerika Latin, Asia, dan Afrika.
            Beliau wafat hari Ahad, 9 Mei 1999 yang saat itu beliau masih menjabat sebagai Pimpinan Umum Majalah Suara ‘Aisyiyah. Buku-buku beliau yang pernah ditulis antara lain; 1) Bahasa Aran dan Perkembangannya dalam Bahasa Indonesia (1970); 2) Kamus Istilah Filologi; 3) Memahami Karya-Karya Nuruddin ar-Raniri (1982); 4) Pengantar teori Filsafat
(Lasa Hs).


0 komentar:

Posting Komentar