Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 13 Februari 2020

KITA INI SEDANG ”PENTAS”



                 
Firman Allah swt yang artinya :” Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, bermegah-megahan antara kamu sekalian, dan berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, ibarat hujan yang bisa menumbuhkan tanaman-tanaman yang mengagumkan para petani. Kemudian tanaman itu menjadi kering lalu hancur. Dan (ingat) bahwa di akhirat (nanti) ada azab yang hebat dan ada juga ampunan dari Allah serta ridhaNYa, Ingat pula bahwa kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang sering mmenjerumuskan”. (Q.S. Al Hadid: 20).
          Kehidupan dunia memang mengasyikkan dan menyenangkan . Apalagi apabila seseorang mampu menduduki posisi yang menyenangkan. Dikira hidup ini hanya di dunia ini saja.Soal akhirat hanya dongeng belaka bagi mereka. Maka waktu dan kesenangannya dihabis-habiskan di dunia ini.
Mereka tidak menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sandiwara/permainnan. Masing-masing kita memainkan peran  suatu lakon dalam sandiwara di suatu pentas.  Kita ini sebenarnya sedang ”pentas”. Yakni pentas di panggung dunia sesuai peran masing-masing saat ini. Ada yang berperan sebagai gubenrur, bupatai, dosen, peneliti, penyanyi, petani, dan lainnya.
          Untuk itu perlu disadari bahwa berakting itu ada durasinya, ada waktunya. Apabila permainan selesai, maka kita harus turun panggung dan tidak pentas lagi. Kini diantara kita ada yang sedang berperan sebagai  pemimpin yang sedang main dan ada penontonnya, Nanti pada saatnya harus turun lantaran habis masa jabatannya, pensiun, atau bahkan bisa diturunkan oleh pengikutnya (rakyat, bawahan, kelompok). Kemudian peran itu digantikan oleh pemain lain. Kemudian mantan atau pemain itu gantian menjadi penonton. Pergantian peran ini bisa saja berlangsung lebih cepat dari durasi yang ditentukan. Sebab  sang pemainn tidak bisa berakting sesuai peran yang ditentukan oleh sutradara.
Kehidupan dunia tidak lebih dari permainan sepak bola, pingpong, bulu tangkis apabila tidak bisa meyikapinya. Akan tetapi apabila benar dalam menyikapinya, maka kehidupan dunia ini menjadi investasi di akhirat (mazra’atul akhirah) berabad lamanya.
Berangkat dari keadaan inilah, maka kita perlu hati-hatu dan syukur memiliki sikap zuhud terhadap kehidupan dunia ini.

(Lasa Hs)                


0 komentar:

Posting Komentar