Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 09 Februari 2020

MEMBACA ITU MERANGSANG SEL- SEL OTAK

           

Banyak sekali manfaat yang diperoleh seseorang lantaran melakukan kegiatan membaca dan menulis. Memang berbeda antara orang yang suka membaca dan orang yang tidak doyan/malas membaca. Salah satu manfaat dari banyak membaca dan menulis adalah merangsang sel-sel otak.
          Membaca merupakan proses berpikir positif karena menyerap ide dan pengalaman orang lain. Kegiatan ini akan merangsang sel-sel otak. Otak sebagai pengatur kegiatan manusia memiliki sruktur dan sifat yang unik, misterius, dan penuh keajaiban. Dalam hal ini ada yang berteori bahwa cerdas tidaknya seseorang tergantung pada volme otaknya. Jadi semakin semakin besar volume otak seseorang semakin pandai. Namun suatu realita bahwa otak Einstein itu ternyata kecil. Malah betapa banyak bahwa orang-orang yang cemerlang itu tubuhnya kecil dan volume otaknya juga kecil. Sebab bobot otak manusia itu hanya 20 % dari bobot tubuh. Sedangkan enerji yang diperlukan untuk bekerja otak sebanyak 20 % dari total energy (Harli, 2001: 25)
Otak memegang peran penting dalam kehidupan intelektual karena seluruh saraf diatur oleh otak ini. Maka otak perlu dipelihara vitalitasnya, dijaga kesegarannya, dan dicegah dari proses penuaannya. Meskipun memang proses penuaan itu adalah sunatullah yang harus dijalani oleh setiap makhluk hidup.
          Penuaan dan penyusutan otak dapat dikurangi bahkan bisa dicegah. Sebenarnya proses penuaan ini terjadi pada otak bagian depan dan tengah yang berperan pada aktivitas berpikir, merencanakan, dan mengingat. Maka pada umumnya orang itu semakin tua semakin berkurang daya mengingatnya bahkan sampai pikun.Kondisi ini dapat diatasi secara medis dan psikologis.
          Secara medis, kesegaran dan vitalitas otak dapat dijaga dengan cara mengatur pola makan yang bergizi seimbang. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi beragam makanan sayuran dan buah-buahan segar dapat mencegah penuaan dini dan memperbaiki kemampuan kognitif otak.
          Kemudian secara psikologis, agar otak terjaga vitalitasnya hendaknya digunakan untuk berpikir positif, rasional, dan obyektif. Sebab dalam proses baca dan tulis akan terjadi rangsangan saraf otak manusia yang tadinya lemah lalu menjadi kuat dan segar kembali.
          Oleh karena itu perlu dijauhi pola pikir yang negatif, emosional, dan subjektif. Sebab pemikiran-pemikiran seperti ini bisa menumbuhkan distress dan merusak kesehatan mental. Orang yang mampu mengoptimalkan kerja intelektual otak dengan menghasilkan berbagai pemikiran yang produktif, inovatif, dan membawa kemaslahataan umat adalah orang yang mampu memperpanjang usia otak secara fisik.
Kecuali itu perlu dipahami fungsi otak yang secara garis besar otak itu dapat dibagi menjadi dua bagian yakni otak kanan dan otak kiri. Masing-masing bagian memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Kemudian kecerdasan seseorang itu dipengaruhi oleh sejauh mana adanya keseimbangan fungsi otak kanan dan otak kiri.

(Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar