Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 20 Februari 2020

MENJAGA TITIPAN

                    

Apabila dititipi barang, pesan, harta, salam, bahkan anak oleh pihak lain, maka titipan itu harus dijaga sebaik-baiknya. Apabila sewaktu-waktu titipan itu diambil oleh yang menitipkannya, maka titipan itu harus dikembalikan secara ikhlas.
Dalam suatu kisah disebutkan bahwa pada masa Rasulullah saw terdapat suami isteri yang saling asih, asuh, dan asah. Suami itu bernama Abu Thalhah dan isterinya bernama Ummu Salim.
          Pada suatu hari, Abu Thalhah baru pulang dari berniaga. Beberapa saat sebelum kedatangannya di rumah, anaknya meninggal dunia. Begitu Abu Thalhah tiba di rumah, Ummu Salim tidak segera memberitahu atas kematian anaknya. Hal ini disebabkan Pak Thalhah masih capai dan pikirannya belum tenang. Setelah duduk sejenak, lalu dihidangkannya minuman dan makanan ala kadarnya. Lalu Abu Thalhah menanyakan keadaan putranya yang ketika ia pergi kebetulan anaknya itu sedang sakit. Maka Ummu Salim mengatakan :”Wahai suamiku, anak kita kali ini lebih tenang dari sebelumnya. Dikatakan selanjutnya :”Wahai suamiku apabila seseorang menitipkan sesuatu kepada orang lain dalam jangka waktu tertentu, lalu pada suatu saat yang telah disepakati untuk diambil oleh orang yang titip. Lalu kira-kira bagaimana sikap orang yang dititipi itu ?”. Mendengar itu, lalu Abu Thalhahpun menjawab :Tentunya orang yang dititipi itu harus rela atas titipan itu untuk diambil yang punya”.  Lalu Ummu Salim  mengatakan bahwa putra kita telah meninggal dunia dan kini terbaring dengan tenang di kamar. Lalu Abu Thalhah menghampiri putranya yang sudah meninggal beberapa saat ,lalu mengucapkan innaalillaahi wainnaa ilaihi raaji’un. Lalu berdo’a mendo’akan putranya semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amalnya, dan ditempatkan di sisiNya sesuai amal saleh dan ibadahnya.
Keesokan harinya. Abu Thalhah menghadap Rasulullah saw dan menceritakan apa yang dikatakan Ummu Salim (isterinya) kepadanya. Rasulullah saw menyatakan :”Demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran. Allah telah menitipkan  seorang anak laki-laki ke Rahim Ummu Salim  atas kesabarannya”.
          Sungguh mengagumkan kesabaran Ummu Salim sebagai seorang isteri yang menyadari bahwa semua itu hanya titipan. Beliau memang pandai menjaga perasaan suami yang baru saja pulang bepergian jauh melaksanakan kewajiban sebagai seorang suami. Yakni beliau berniaga untuk mencukupi kebutuhan hidup.
(Lasa Hs)

0 komentar:

Posting Komentar