Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 09 Februari 2020

MENULIS ITU MERUBAH


     

Menulis merupakan kegiatan yang memiliki nilai luar biasa dalam kehidupan mausia. Sebab tulisan itu mampu mendokumentasikan dan menyebarkan ide, gagasan, renungan, dan penemuan seseorang dalam berabad lamanya. Kekuasaan sebuah buku sering melampaui umur penulisnya itu sendiri.
Tulisan mampu memengaruhi dan merubah sikap masyarakat meskipun perlu waktu. Rasulullah saw mampu melakukan perubahan terhadap tatanan kehidupan manusia berabad-abad lamanya karena ajaran-ajaran Ilahiyah yang termaktub dalam Al-Quran dan Hadist. Karl Mark mampu mengubah Rusia melalui Das Capital, dan Sun Yat Sen mampu menggerakkan Revolusi Cina berkat buku San Min Chu I. Iman al-Ghzali (lahir di Thus Iran pada tahun 1058 M) mampu menggugah kesadaran umat Islam untuk beribadah dan berilmu melalui bukunya Ihya’ Ulumuddin (Menghidupkan Ilmu-ILmu Agama), Minhajul ‘Abidin (Jalan Bagi Para Ahli Ibadah), Maqashidul Falasifah (Maksud Ahli-Ahli Filsafat), dan Tahafutul Falasifah (Kekacauan Ahli-ahli Filsafat). Demikian pula dengan Muhammad Rasyid Ridha yang mampu membuka mata hati umat Islam terhadap kebekuan berpikir berkat tulisan-tulisan beliau yang dimuat berkesinambungan dalam majalah Al Manar.  
            Buku berjudul The Diary of a Young Girl  karya Annelies Marie Frank (lahir 12 Juni 1929) mampu membuka mata dunia tentang kekejaman Nazi. Buku  ini semula berisi catatan harian seorang gadis biasa. Catatan harian ini ditulis sejak tanggal 20 Juni 1942 sampai 1 Agustus 1944. Anne Frank dan keluarga akan ditangkap tentara Jerman yang menduduki Belanda Juli 1942. Keluarga ini bersembunyi di sebuah tempat yang pintunya ditutup dengan rak buku. Di masa persembunyiannya inilah Annelies Marie Frak menulis buku tersebut.  
Pada 4 Agustus 1944, tempat persembunyian itu diserbu pasukan Nazi. Keluarga AnneliesFrank ditangkap dan dipenjara sebagai tahanan politik. Pada tahun 1945 , Anne Frank meninggal di kamp konsentrasi karena penyakit dan beban kerja yang berat.
Beberapa hari kemudian, catatan harian Anne ini ditemukan Mien Gies seseorang yang membantu keluarga Anne. Catatan ini berceceran di tempat persembunyian lalu dihimpun, disusun menjadi buku yang kini telah diterjemahkan ke 70 bahasa dunia. 
            Galileo (1564 – 1642) ilmuwan yang tulisannya pernah menggemparkan masyarakat Eropa dikenal sebagai penulis metode eksperimental. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pisa ini sempat mengamati ayunan lampu gantung yang terdapat di sebuah katedral. Ia menghitung waktu ayunan lampu tersebut dengan denyut nadinya.Ilmuwan ini berani mengadakan pembaharuan melalui buku-bukunya antara lain: Dialog tentang Dua Sistem Besar Dunia Menurut Ptollomeus dan Corpenicus (1529 – 1632). Terbitnya buku ini ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Eropa. Buku ini dianggap sebagai mahakarya dalam bidang kesusasteraan dan filsafat. Di satu pihak, buku ini mendapat tentangan keras karena Galileo dianggap menghimpun dan mengadakan pembelaan terhadap ajaran Copernicus. Gara-gara buku tersebut, beliau diganjar hukuman sampai meninggal pada tahun 1642 M. Meskipun saat itu ia berstatus tahanan rumah, namun Galileo sempat menyelesaikan penulisan buku-bukunya. Pengamatan terakhir yang dilakukannya pada tahun 1637 M (beberapa bulan sebelum buta) adalah pengamatan terhadap benda-benda angkasa melalui teleskop tentang waktu, kemunculan bulan setiap hari, dan pergeseran letaknya setiap bulan.
            Jaman selalu berubah dan berkembang seirama dengan perubahan dan kebutuhan manusia. Gereja Katolik pada tahun 1980 (kepemimpinan Paus  Yohannes   Paulus II) secara resmi mengakui bahwa tindakan gereja itu salah (Ensikopedi Nasional Indonesia, 1992, jilid 6).
(Lasa Hs)


0 komentar:

Posting Komentar