Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 12 Februari 2020

OJO LALI MULIH (Jangan Lupa untuk Pulang)




Orang – orang yang kurang yakin adanya akhirat kadang berpendapat bahwa hidup di dunia ini adalah segalanya. Mereka tak percaya bahwa di balik kehidupan dunia ini nanti masih ada kehidupan lagi. Sukses tidaknya kehidupan seseorang kadang diukur dalam kehidupan yang sesaat ini. Keberhasilan seseorang sering diukur dengan pencapaian sesuatu yang dapat dilihat dengan mata kepala seperti banyak hartanya, tingginya kedudukan/jabatan/pangkat, gelar akademik, pendidikan anak-anak dan lainnya. Dengan pengejaran kesuksesan seperti ini, tidak sedikit orang yang menempuh jalan pintas. Mereka tak segan-segan dan tidak malu melanggar norma, etika, dan peraturan pemerintah, bahkan larangan agama. Mereka tidak malu melakukan  korupsi, plagiasi, kebohongan publik. Bahkan sudah pakai seragam tahanan saja masih merasa bangga.  Dengan perilaku ini berarti mereka seolah-olah tidak meyakini adanya pengadilan akhirat. Seolah-olah semua itu berakhir di dunia ini.
Dalam hidup ini, banyak orang yang lalai bahwa apa yang mereka kejar siang malam itu hanya bernilai sementara. Dalam pengejaran ini kadang mereka terdorong oleh hawa nafsu dan terjerumus pada pemikiran sesaat dan perilaku yang memalukan. Saat-saat yang singkat di dunia ini akhirnya dihabiskan untuk menebus akibat penurutan hawa nafsu. Kadang mereka menghabiskan sisa umurnya hidup di penjara.
Hidup sekarang ini, manusia hanya menanti kedatangan petugs yang akan menjemput manusia untuk pulang. Kampung halaman manusia yang sebenarnya bukan di dunia ini. Disini hanya terminal dan mampir saja. Manusia akan diberi kehidupan yang lebih abadi, jauh dari anak, isteri, dan  tetangga. Cuma kapan datangnya jemputan itu, manusia tidak tau. Maka perlu kita renungkan nasihat nenek moyang kita dalam bahasa Jawa :”Wong sing ciloko iku yen lali mulih. Sangune dudu rojo brono, ananging manembah mring kang Kuwoso lan laku utomo. (orang yang celaka adalah mereka yang tidak menghiraukan lagi bahwa dirinya akan pulang ke Ramhatullah. Bekalnya adalah ibadah kepada Allah swt dan amal saleh).
Hidup memang sebuah pilihan. Di dunia yang fatamorganis ini orang bebas menentukan untuk menjadi apa, menjadi siapa, dan bagaimana langkah-langkah yang akan dilakukan. Cuma apa yang dikerjakan selama ini di panggung dunia ini harus dipertanggungjawabkan terutama setelah kehidupan yang sementara ini.                 

(Lasa Hs)

0 komentar:

Posting Komentar