Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Selasa, 25 Februari 2020

SOEKARNO MENDAPAT PENCERAHAN DARI SANG PENCERAH TULISAN - 2


GORESAN PENA LIMA TAHUN LALU
 SOEKARNO MENDAPAT PENCERAHAN
 DARI SANG PENCERAH
TULISAN - 2        

Karena ketertarikannya dengan ajaran KH Ahmad Dahlan, tidak dilewatkannya untuk mendengarkan tabligh dari Sang Pencrah :”Nah dengan demikian, makin kuatlah, saudara-saudara, keyakinan saya bahwa ada hubungannya erat antara pembangunan agama dan pembangunan tanah air, bangsa, negara, dan masyarakat. Maka oleh karena itu , saudara-saudara, kok makin lama makin saya cinta kepada Muhammadiyah. Tatkala umur 15 tahun, saya simpati kepada Kiai Ahmad Dahlan sehibga mengintil kepadanya.”
                Namun ia menjadi anggota dan sekaligus pengurus Muhammadiyah baru 22 tahun kemudian setelah ia pertemuannya pertama dengan KH Ahmad Dahlan. Saat itu, ia sedang dibuang oleh Belanda ke Bengkulu. Soekarno resmi masuk menjadi anggota Muhammadiyah pada tahun 1938. Bersama Hasan Din, di Bengkulen Soekarno berpartisipasi aktif dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah. Yang kemudian menjadi mertua beliau karena ayah dari Fatmawati, seorang perempuan yang dinikahi Soekarno.
        Tahun 1946 beliau meminta jangan dipecat dari Muhammadiyah.Ini karena perbedaan paham politik. Orang Muhammadiyah umumya berafiliasi kepada Masyumi sedangkan Soekarno adalah pendiri Partai Nasional Indonesia/PNI. Baginya sekali Muhammadiyah (dalam paham agama ) tetap Muhammadiyah.
  Kata-katanya mengenai kecintannya pada Muhammadiyah patut kita simak :”Nah, dengan demikian makin kuatlah, saudara-saudara, keyakinan saya bahwa ada hubungan erat antara pembangunan agama dan pembangunan tanah air, bangsa, negara, dan masyarakat. Maka oleh karena itu, saudara-saudara, kok makin lama makin saya cinta kepada Muhammadiyah. Tatkala umur 15 tahun, saya simpati Kiai Ahmad Dahlan, sehingga mengintil kepadanya, tahun 1938 saya resmi menjadi anggota Muhammadiyah, tahun 1946 saya minta jangan dicoret menjadi anggota Muhammadiyah, tahun 1962 ini saya berkata :”moga-moga saya diberi umur panjang oleh Allah swt dan jikalau saya meninggal, supaya dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafan saya”.
Habis
(Sumber Suara Muhammadiyah, 1-15 Agustus 1915 edisi khusus Muktamar ke 47 di Makasar 2015: 46)