Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 08 April 2020

JALUR HELM



         
Menjelang Muktamar Muhammadiyah di Solo tahun 1985 Pak AR ditugasi PP. Muhammadiyah untuk menghadap Pak Harto  untuk mengundang beliau agar memberi sambutan sekaligus membuka muktamar itu.
          Setelah berbasa basi, Pak AR menyampaikan pesan PP. Muhammadiyah kepada Pak Harto, dan terjadilah dialog. Kata Pak Harto :” Saya bersedia hadir, asal Muhammadiyah menerima Pancasila sebagai azas organisasi”. Lalu kata Pak AR,:” Saya tidak bisa memutuskan, karena hal itu merupakan masalah prinsip, keputusannya di muktamar nanti”. Pak AR mengatakan selanjutnya :” Karena masalah itu baru, maka  akan dibicarakan dalam muktamar, sebaiknya Pak Harto hadir, memberi pengarahan tentang azas tunggal itu”. “ Ya tapi harus ada kepastian, bahwa Muhammadiyah bersedia menerima azas Pancasila” Kata Pak Harto, “ Begini” kata Pak Harto terus memberi uraian panjang lebar yang intinya kira-kira, karena negara Indonesia ini berdasarkan Pancasila, maka semua organisasi dan perkumpulan supaya juga menggunakan Pancasila sebagai azas. Artinya karena semua orang dan organisasi di Indonesia ini mempunyai tujuan yang sama, ketika berjalan juga harus menggunakan azas atau dasar aturan yang sama. Lalu Pak AR nyeletuk :”Apa kira-kira boleh diibaratkan seperti kalau naik kendaraan di jalur helm, sehingga semua pengemudi motor yang lewat di situ harus pakai helm?. “ Em , ya kira-kira begitu walau tidak persis. Misalnya saja sebutkan Muhammadiyah itu organisasi Islam, beraqidah Islam berazaskan Pancasila. Kan tidak apa-apa, tidak merubah keyakinan kita sebagai orang  Islam “. Kata Pak Harto. “Sekali lagi” Kata Pak AR. “Jadi bisa diumpamakan seperti pengemudi motor di jalur helm tadi ?”.Saya kira tidak masalah “ Kata Pak harto. “ Baik kalau begitu kami menunggu kehadiran Bapak untuk membuka muktamar sekaligus memberi pengarahan” Kata Pak AR sambil pamitan. “Asal Muhammadiyah bersedia menerima azas Pancasila “ Kata Pak Harto lagi “ Seperti di jalur helm” kata Pak AR sambil tersenyum, Pak Harto pun tersenyum.
Ketika muktamar berlangsung muncullah di Koran-koran head line sekitar jalur helm.

Lasa Hs.

0 komentar:

Posting Komentar