Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 06 April 2020

OPTIMISKAH ANDA ?

                                                     

          Orang yang ingin berhasil harus berani melangkah, kerja keras, berkorban, dan prihatin lebih dulu. Mereka yang berhasil itu memiliki optimisme  yang tinggi dan tidak takut gagal. Dalam meniti karir memang mereka siap jatuh dan bila jatuh beneran maka tidak dirasakan sakit. Hal ini berbeda dengan orang yang hanya siap berhasil, dan kebetulan gagal. Akibatnya  orang itu bisa stress, nglokro, dan takut melangkah.
          Optimisme adalah kegigihan dalam memperjuangkan sasaran. Orang yang optimis tidak gentar menghadapi kegagalan dan tantangan. Sebab dalam pikirannya tertanam keyakinan bahwa dalam setiap  usaha hanya ada dua jawabannya yakni gagal atau berhasil. Bila usaha itu gagal, maka dia akan berusaha bangkit lagi dengan cara belajar dari kegagalan. Bila usaha itu berhasil dan itulah yang diharapkan dan akan mempertahankan bahkan berusaha untuk meningkatkan keberhasilan itu. Orang-orang yang memiliki optimisme tinggi biasa memiliki kecakapan:
1.      Berpandangan bahwa segala sesuatu itu pasti ada solusinya;
2.    Tekun dalam berusaha dalam rangka merealisir tujuan meskipun ditemukan hambatan;
3.    Berharapan besar untuk sukses.                                     
Optimis adalah harapan yang lebih baik di masa mendatang. Orang yang optimis akan memiliki pandangan  yang jauh ke depan dan berusaha mencapai keadaan yang lebih baik dari pada keadaan sekarang. Apapun yang akan terjadi mereka tetap memiliki harapan untuk sukses lebih besar dari pada orang lain. Sebab kesuksesan itu tidak harus diukur dengan harta, jabatan, kedudukan, dan pangkat.
          Harapan ini ibarat sebuah mobil yang membawa seseorang ke tempat tujuan. Orang-orang yang optimis Insyaa Allah akan mampu menggapai cita-citanya asal mau berusaha optimal dan bersedia untuk menderita lebih dulu. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa harapan secara total akan menjadi kenyataan dalam hidup seseorang asal serius dalam mewujudkannya. Untuk mewujudkan ini, manusia diberi akal. Akal dalam diri manusia sebenarnya ibarat magnit dalam ilmu fisika. Magnet ini akan menarik situasi, lingkungan, keinginan, dan tugas pada pikiran yang serupa.
          Oleh karena itu apabila seserang memikirkan sesuatu yang positif, maka hal-hal yang positif pula yang akan mengikutinya.l Sebaliknya apabila seseorang selalu memikirkan yang negatif, maka hal-hal yang negatif pula yang menyertainya.
          Dalam mencapai keberhasilan diperlukan kesediaan untuk berkorban dan berani menghadapi tantangan. Dalam hal ini Mchael Jordan mengingatkan:” Adanya tantangan janganlah menghentikan langkah anda. Apabila anda menghadapi tembok (kesulitan, tantangan, hambatan) janganlah menyerah, Cobalah temukan jalan keluar bagaimana anda bisa memanjatnya (obstacles don’t stop you. If you run into a wall, don’t turn around and give up. Figure out how to climb it.

Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar