Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 21 Agustus 2020

BEREBUT RUANG VIRTUAL

  Judul           : Memperebutkan Ruang Publik Virtual

Penulis        : Thoriq Tri Prabowo

Penerbit      : Yogyakarta: Zahir Pulishing

ISBN            : 978-623-7707-46-2

Tebal           :  235 halaman

Di era keterbukaan ini, tiap orang bisa melontarkan pemikiran dan pengalaman mereka terutama melalui media sosial. Hanya dengan sentuhan satu jari hasil pemikiran itu dalam waktu sekejap dapat dibaca banyak orang. Oleh karena itu perlu hati-hati dan selektif dalam menyampaikan pemikiran melalui medsos ini.

Namun demikian, karena berbagai kepentingan ternyata muncul pula informasi yang abal-abal bahkan informasi bersifat fitnah ibarat lempar batu sembunyi tangan.

         Buku yang ditulis oleh dosen muda Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fak Adab & Humaniora UIN Sunan Kalijaga ini memberikan kiat-kiat jitu menembus dunia maya, content apa saja yang layak dishare, dan bagaimana menangkap isu kontemporer lalu mengolah dan menyajikannya di dunia maya.

Bisa dimaklumi buku yang berisi kumpulan artikel yang pernah dimuat media cetak tulisan beliau 2017 – 2020 ini menyajikan aneka subjek; dunia virtual, etika bermedia sosial, informasi hoaks, agama, politik, dan lainnya. Memang dengan keanekaragaman artikel ini dapat menambah wawasan. Namun demikian apakah buku kumpulan artikel ini bisa menjadi referensi tulisan ilmiah. Sebab artikel itu dikumpulkan dari tulisan beberapa surat kabar. Apalagi  penulis tidak mencantumkan daftar rujukan sebagai dasar tulisan. Maka kumpulan tulisan ini bersifat opini.

          Buku yang dicetak pada kertas HVS ini sebaiknya dicetak pada kertas putih tulang (khas cetakan penerbit) sehingga enak membacanya. Maka mata tidak cepat lelah. Sebab membaca pada kertas putih polos itu (HVS) cepat melelahkan mata. 

        Langkah penulisan ini memberikan inspirasi dan motivasi kepada pegiat perpustakaan dan informasi untuk menulis buku. Sebab menulis suatu buku tidak harus utuh membahas suatu masalah. Menulis suatu buku bisa dengan  mengumpulkan tulisan yang pernah terbit seperti makalah seminar, artikel, hasil penelitian  dan diedit sana sini seperti buku Mas Thoriq ini. Gampang kan. Mengapa takut. Ingat, kita akan diminta tanggung jawab tentang harta (dari mana ke mana), umur untuk apa, dan ilmu kita untuk apa ?. Bila anda tidak menulis, bisa dilupakan sejarah bahkan tak dikenal dalam bidangnya sendiri.

Semoga disusul dengan buku-buku lain untuk mengisi khazanah perbukuan kepustakawanan kita.  

 

Lasa Hs.

0 komentar:

Posting Komentar