Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 24 Agustus 2020

PERPUSTAKAAN UMY BEKERJASAMA DENGAN KOMUNITAS MIP PASCASARANA UGM

 

PERPUSTAKAAN UMY BEKERJASAMA DENGAN KOMUNITAS  MIP PASCASARANA UGM

 

Dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan dan layanan perpustakaan, pada 25 Agustus 2020 diselenggarakan webinar tentang terapeutik lanskap dalam perpustakaan.  Ida Fajar Ph.D dalam pengantarnya menyampaikan penjelasan bahwa perpustakaan memiliki fungsi inklusi sosial, inklusi politik, bahkan inklusi ekonomi.

Sementara itu Safiratu Khaoir Ph.D yang lulusan Autralia itu memaparkan bahwa terapi itu merupakan treatment untuk melepaskan emosi yang tidak nyaman dalam diri seseorang. Dalam hal ini perpustakaan bisa berfungsi untuk mengurangi ketegangan emosi seseorang. Dari pengalaman beliau yang telah berkunjung ke berbagai negara, bahwa perpustakaan bukan sekedar tempat pinjam buku.

Menurut pengamatnnya, perpustakaan bisa berfungsi sebagai tempat duduk-duduk, tidur sejenak, menunggu pacar, menunggu buku yang dipesan, atau mengikuti webinar. Untuk itu perpustakan perlu merubah desain ruang, memperhatikan pencahayaan, penyediaan meja kursi yang diperlukan pemustaka misalnya sekedar ngobrol-ngobrol, selfi,  shooting, bahkan ngopi, . Bahkan perpustakaan dimungkinkan sebagai performing art;  memperingati hari jaz, karaoke, menonton film, game intelektual

Konsep terapeutik harus menjadi perhatian pengelola perpustakaan kalau tidak ingin perpustakaannya  ditinggalkan masyarakat.

Webinar itu terlaksana dengan baik berkat kerjasama antara Perpustakaan UMY dan Komunitas MIP Sekolah Pascasarjana UGM

Wahid Nasihuddin staf PDII LIPI yang masih studi di MIP Sekolah Pascasarjana UGM itu menyajikan materi  Membangun Perpustakaan Rekreatif (dilihat dari perspetif pengguna). Dalam pengamatannya sebagai pengguna ditemukan kejadian-kejadian

1.    Ada pemustaka tak berani ke perpustakaan .

2.    Ada pemusaka salah masuk toilet. Mungkin orang ini dalam kondisi stres

3.    Cara teguran petugas kepada pemustaka yang kadang kurang memperhatikan etika.

4.    Petugas sering cuek  pada pengguna. Ketika ada pemusaka ingin mendapatkan layanan, petugas justru  malah main HP  

Harapannya bahwa penerapan terapeutik adalah layanan yang ramah, mampu berkomunikasi  interaktif,memberi solusi, dan perpustakaan perlu menyediakan  fasilitas yang nyaman.  

Untuk menyediakan layanan yang terapeutik perlu ada perubahan fisik, mental, dan spiritual. Hal ini diharapkan agar pemustaka mendapat kepuasan ketika memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Kepuasan yang dimaksud adalah perpustakaan yang mampu memberikan kepuasan kepada pemustaka seperti  realisasi diri, dan penghormatan diri.

Narasumber terakhir adalah Haslinda Husaini Ph.D Staf Pengajar Universiti Teknologi Mara Malaysia. Beliau membawakan makalah bertajuk  Therapeutic Lanscape in Library.

       Dalam paparannya, beliau menyatakan bahwa kemanfaatan perpustakaan tidak saja tergantung pada megahnya gedung dan lengkapnya koleksi, tetapi juga dipengaruhi oleh kepuasan pemustaka pada penyediaan fasilitas terapeutik fasilitas perpustakaan.

 

 

Lasa Hs

 

0 komentar:

Posting Komentar