Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Senin, 21 September 2020

BUAH MENEPATI JANJI : GUGAH CERAH

 


 

Pada suatu hari ada seorang Badui dari suatu dusun dijatuhi hukuman mati karena dinyatakan bersalah. Kesalahan itu ternyata dapat dibuktikan. Sebelum hari dan jam pelaksanaan hukkuman mati itu dilaksanakan, ia minta izin pada hakim untuk pulang sebentar akan  berpamitan kepada isteri dan anak-anaknya. Ia berjanji akan kembali pada hari itu sebelum matahari terbenam.

Sang hakim pun tersenyum sinis mendengar permohonan terpidana mati itu. Mana mungkin orang yang akan dihukum mati bisa dipercaya begitu saja. Demikian gumam hakim dalam hati.

Sejenak kemudian datanglah seseorang yang menawarkan diri untuk menjadi jaminan terhukum mati itu seraya mengatakan :”Sayalah sebagai jaminan orang ini apabila tidak kembali”. Mendengar perkataan itu sang hakim berpikir sejenak dan akhirnya memutuskan menerima jaminan itu. Orang Badui itupun diijinkan pulang menemui isteri dan anak-anaknya untuk pamit.

Waktu berjalan terus, detik demi detik, dari menit ke menit, dan dari jam ke jam, Menjelang matahari terbenam, ternyata si terpidana mati itu belum muncul juga.

Suasana pun menjadi panik dan tegang. Jangan-jangan si Badui itu tidak kembali sehingga penjamin itulah yang akan dijatuhi hukuman mati.

Dalam kondisi tegang tersebut, terlihat seoranng pria lari tergopoh-gopoh dan berkeringat. Nyatalah orang itu adalah seorang Badui yang dijatuhi hukuman mati. Begitu tiba, legalah sang hakim dan mengatakan:” Saya tidak berani mengorbankan orang lain untuk kebebasan dirinya”. Akhirnya si terpidana mati itu dibebaskan karena ikhlas menerima hukuman.

 

                                                                                                        Lasa Hs