Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Sabtu, 17 Oktober 2020

Oh Corona

 



 

Judul                  :  Menghadang Corona; Advokasi Publik di Masa Pandemik

Penulis               : Saleh Partaonan Daulay

Editor                  : M. Fathra Nazrul Islam

Penerbit              : Yogyakarta: Litera, Juni 2020

ISBN                   : 978 623 7864 06 – 6

Tebal                   :  182 hlm

 

Kehadiran Corona menggusarkan banyak pihak dan tidak diketahui kapan berakhir. Pemerintah dan elemen masyarakat telah berusaha melakukan serangkaian usaha untuk mencegah penyakit  yang datang tak diundang itu.

            Virus jenis baru ini muncul pertama kali di Wuhan RRT bulan Desember 2019. Penyakit ini kemudian cepat menyebar ke lebih dari 160 negara dunia hanya dalam waktu yang kurang dari 3 bulan. Penyebaran virus ini seolah-olah tak terbendung lagi. Dari hari ke hari angka persebaran Corona semakin naik. Sementara itu suhu politik semakin naik dan isu hoaks pun  mulai merebak.

             Buku ini merupakan kumpulan pemikiran dari penulisnya yang juga anggta DPR RI sebagai kontribusinya kepada Pemerintah dan masyarakat. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan keselamatan , ketenangan, dan kesehatan bangsa.

             Kumpulam esai ini menyajikan berbagai ulasan sejak munculnya Corona di Cina, menteri yang positif Corona, pengurangan anggaran pemerintah dan lembaga untuk mengatasi Corona, polemik  data pasien, tumpang tindihnya regulasi, pengusiran perawat, kacamata Najwa Shihab, Pak Mahfud  kurang bijak,  gelombang PHK, sampai New Normal. .

Untuk menanggulangi virus yang mengglobal itu tersebar berita bahwa Pemerintah akan memproduksi vaksin melalui kerjasama lembaga kesehatan luar negeri. Menanggapi penyediaan virus ini, penulis yang juga Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan dan aktivis Muhammadiyah  itu menyatakan bahwa kita perlu hati-hati. Sebab vaksin adalah benda luar yang disuntikkan ke dalam tubuh. Jika ada unsur yang berbahaya di dalamnya, bisa saja itu akan membawa dampak yang tidak ringan. Mungkin tidak langsung dirasakan, tetapi beberapa tahun atau setelah puluhan tahun berikutnya (hlm: 158).  

            Buku ini merupakan pemikiran kritis dan menyampaikan solusi afirmatif yang bisa membantu pengambil kebijakan Pemerintah dalam mengatasi pandemic  global ini.

Buku ini memang tidak disusun sebagai layaknya buku teks. Buku ini merupakan kumpulan pemikiran yang ditulis dalam bentuk esai lepas yang berupa opini. Dengan demikian tidak disebutkan teori maupun literatur sebagai acuannya.

 

Lasa Hs.