Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Rabu, 25 November 2020

MENGENAL ORGANISASI OTONOM MUHAMMADIYAH Tulisan – 2

 

     MENGENAL ORGANISASI OTONOM MUHAMMADIYAH

                                             Tulisan – 2

                                          Raisa Fadelina

                                       Pustakawan UMY

 

5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

          Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah/IMM adalah sebuah organisasi gerakan mahasiswa sekaligus sebagai Ortom Muhammadiyah yang bergerak di bidang keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. IMM berdiri di Yogyakarta tanggal 14 Maret 1964 dengan tujuan untuk mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Organisasi ini memiliki struktur dari tingkat pusat, daerah, cabang dan komisariat.

          Peresmian yang diselenggarakan di Gedung Dinoto Yogyakarta ini ditandai dengan penandatanganan ”Lima Penegasan IMM oleh K.H. Badawi, yang berisi:

a.     Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam;

b.     Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangn IMM;

c.      Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah Negara;

d.     Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah;

e.      Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini berdiri berdasarkan faktor eksternal dan internal  dengan tujuan:

a.     Turut memelihara martabat dan membela kejayaan bangsa;

b.     Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam;

c.      Sebagai upaya untuk menopang, melangsungkan dan meneruskan cita-cita pendirian Muhammadiyah;

d.     Sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna cita-cita Muhammadiyah;

e.      Membina ilmu serta amal dalam kehidupan bangsa, umat, dan Persyarikatan.

 

6.Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Tapak suci milik Muhammadiyah ini berdiri di Kauman tanggal 31 Juli 1963 dengan memiliki motto :”Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah”.

Organisasi bela diri ini berdiri dengan tujuan:

a.     Mendidik dan membina ketangkasan dan ketrampilan pencak silat sebagai seni beladiri Indonesia;

b.     Memelihara kemurnian pencak silat sebagai seni beladiri Indonesia yang sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral;

c.      Mendidik dan membina anggota untuk menjadi kader Muhammadiyah;

d.     Melalui seni beladiri menggembirakan dan mengamalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam usaha mempertinggi ketahanan Nasional;

Organisasi olah raga ini dalam upaya mencapai tujuan, menentukan lagkah-langkah pencapaian dengan usaha-usaha:

a.     Memperteguh iman, menggembirakan dan memperkuat ibadah serta mempertinggi akhlak yang mulia sesuai ajaran Islam;

b.     Menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan untuk melahirkan kader Muhammadiyah;

c.      Menyelengarakan pembinaan seni beladiri Indonesia;

d.     Mengadakan penggalian dan penelitian ilmu seni beladiri Indonesia;

e.      Aktif dalam lembaga olahraga dan seni yang diadakan oleh Pemerintah maupun swasta yang tidak menyimpang dari tujuan Tapak Suci;

f.       Menggembirakan penyelenggaraan dakwah amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan proporsi seni beladiri;

g.     Menyelenggarakan pertandingan dan lomba serta pertemuan untuk memperluas pengalaman dan persaudaraan;

h.     Menyelenggarakan usaha lain yang dapat mewujudkan tercapainya maksud dan tujuan.

             

7. Hizbul Wathan

          Organisasi kepanduan Muhammadiyah ini didirikan pada masa K.H.Ahmad Dahlan pada tahun 1918. Organisasi kepanduan ini didirikan untuk menyiapkan dan membina angkatan muda Muhammadiyah agar mereka memiliki akidah kuat, berilmu dan berteknologi, berakhlakul karimah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa.

HW ini memiliki struktur dari pusat sampai ranting. Di tingkat Nasional disebut Kwartir Pusat, di tingkat provinsi disebut Kwartir Wilayah, di tingkat kabupaten/kota disebut Kwartir Daerah, di tingkat kecamatan disebut Kwartir Cabang. Kemudian untuk tingkat desa/kelurahan disebut Qabilah.

          Organisasi kepanduan ini telah melahirkan tokoh-tokoh nasional seperti Jenderal Soedirman, Abdul Kahar Mudzakir, Brigjen Polisi Abdulhamid Swasana, Muhammad Marzuki Yatin dan lainnya. Drs. Sri Purnomo, MSi (bupati Sleman dua periode) itu juga alumni HW.

HW merupakan organisasi yang berazaskan Islam dengan memiliki ciri/sifat khas HW, yakni:

a.     Terbuka

Organisasi ini menerima anggota dari siapapun asal memenuhi syarat keanggotaan;

b.     Sukarela

Untuk menjadi anggota HW tidak ada paksaan atau instruksi dari manapun.

c.      Nasional

Organisasi kepanduan ini diperuntukkan bagi seuluruh bangsa dan masyarakat Indonesia dan bergerak di bumi Indonesia dalam rangka mencerdaskan bangsa;

d.     Islami

Organisasi ini bersifat Islami sebagai ortom yang mengemban misi dan visi Muhammadiyah

 

Habis