Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Selasa, 24 November 2020

Panca Pratama

           Menjadi pemimpin itu sebenarnya merupakan kepercayaan (amanah). Namun tidak sedikit pemimpin yang tidak amanah alias tidak bisa dipercaya.

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk itu seorang pemimpin harus menguasai ketrampilan manajemen, ketrampilan teknis, manusiawi, dan konsepsual.

          Pengejawantanan teori kepemimpinan dalam masyarakat sederhana dapat diekspreskan dengan kalimat ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan/contoh), ing madya mangun karsa (di tengah memberi semangat dan memotivasi), tut wuri handayani (di belakang memberi dukungan).

          Kearifan lokal yang lain menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan dapat disimak dari ajaran Panca pratama. Teori Panca pratama ( lima hal yang terbaik) ini ditulis oleh Ranggawarsita dalam bukunya berjudul Serat Witaradya. Beliau adalah pujangga Kraton Surakarta pada masa pemerintahan Paku Buwana VII sampai Pakubuwana IX.

          Dalam buku tersebut, Ranggawarsita menyebutkan bahwa panca pratama itu terdiri dari; mulat, amilata, amiluta, miladarma, dan parimarma.

1.Mulat

          Mulat berarti awas atau hati-hati. Hal ini berarti bahwa seorang pemimpin harus memahami kemampuan anak buah serta waspada terhadap anak buah yang komitmen dan yang tidak sejalan. Sebab tidak sedikit suatu kepemimpinan itu jatuh karena olah orang-orang dekat.  Orang dekat kadang ibarat musuh dalam selimut.

2. Amilata

          Amilata berarti memelihara atau memanjakan. Nasihat ini dapat diartikan bahwa pemimpin perlu memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi, berkorban dalam membela kebenaran dan keadilan. Prestasi mereka akan memotivasi, menjadi contoh, dan memberikan manfaat kepada banyak orang

3. Amiluta

          Amiluta berarti membujuk . Artinya seorang pemimpin harus bisa mendekati bawahan, komunikatif, dan mampu melakukan pendekatan ke pihak-pihak terkait.

Pemimpin harus mampu berkomunikasi ke segala arah dengan sejuk, tenang, dan tidak menyakitkan pihak lain.

Dukungan rakyat (yang dipimpin) dan jaringan komunikasi akan memperkokoh posisi pemimpin dan kepemimpinan.

4. Miladarma

          Miladarma berarti menghendaki atau kebijakan. Ini berarti bahwa seorang pemimpin harus dapat memberikan solusi dan pencerahan. Pemimpin yang baik adalah mereka yang bisa menunjukkan ke arah yang jelas. Bukannya membuat resah dan bingung masyarakat.

5. Parimarma

          Parimarma berarti belas kasih dan mencintai yang dipimpin. Dalam bahasa Jawa dapat digambarkan paring pangan marang kang kaluwen, paring sandang marang wong kawudan, paring banyu marang wong kasatan, paring payung wong kang kodanan, dan paring kudhung wong kang kepanasen, lan paring teken marang kang kalunyon. Artinya kepemimpinan yang baik itu memberi makan kepada mereka yang kelaparan (terdampak virus Corona misalnya), memberi pakaian mereka yang telanjang, memberi air/minuman kepada mereka yang haus, memberi payung pada mereka yang kehujanan, memberi pelindung pada mereka yang kepanasan, dan memberi tongkat kepada mereka yang berjalan di jalan yang licin.

          Memang banyak orang  yang kepingin menjadi pemimpin. Namun kultur dan perilakunya kadang tidak dapat menjadi contoh sebagai seorang pemimpin.

 

Bersambung

 

Lasa Hs