Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Minggu, 06 Desember 2020

Metode Pengembangan Sistem SDLC (System Development Life Cycle)

Dalam mengembangkan  sistem tentu dibutuhkan sebuah metode yang dapat menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh peneliti. Salah satu metode tersebut adalah metode SDLC (System Development Life Cycle. SDLC merupakan metode yang digunakan untuk merancang, membangun,  memelihara, dan mengembangkan suatu sistem.  Abdul Kadir menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam merancang dan mengembangkan sebuah sistem. Tahapan tersebut sebagaimana diperlihatkan gambar berikut :

Pengertian MetodePenelitian SDLC (System Development Life Cycle)


Tahapan SDLC (System Development Life Cycle)

2.2.5.1.            Analisis Sistem
Tahap analisis sistem merupakan tahapan dimana sistem yang sedang berjalan dipelajari dan sistem baru diusulkan, sehingga isi dari tahap ini adalah menentukan hal detail terkait apa saja yang akan dikerjakan oleh sistem yang diusulkan.  Analisis sistem mencakup kegiatan studi kelayakan dan analisis kebutuhan.

1.      Studi Kelayakan
Studi kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berfungsi untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan adalah benar-benar dicapai.  Tugas yang tercakup dalam studi kelayakan adalah sebagai berikut :
a.          Penentuan masalah dan peluang yang dituju oleh sistem.
b.         Pembentukan sasaran sistem baru secara keseluruhan
c.          Pengidentifikasian para pemakai sistem
d.         Pembentukan lingkup sistem
2.      Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan Sistem. Spesifikasi kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang rinci terkait hal tertentu yang akan dilakukan oleh sistem, spesifikasi ini sekaligus dipakai untuk membuat kesepakatan antara pengembangan sistem, pemakai sistem, manajemen, dan mitra kerja lainnya. Dalam kegiatan ini ada beberapa langkah yang dilakukan, yaitu :
a.                Wawancara
           Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mencari data dan informasi, sehingga akan diperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem. 
b.               Observasi Lapangan
           Untuk mempelajari sistem yang sedang berjalan, analisis sistem dapat dilakukan dengan cara berkunjung secara langsung ke  lapangan dan mengamati segala hal yang terjadi.
c.                Pengamatan Terhadap Sistem Serupa
           Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengamati sistem lainnya yg serupa, dengan tujuan untuk memberikan gambaran ataupun acuan dalam pembuatan sistem baru terkait sistem yang akan dikembangkan.
d.               Prototype
           Dengan membuat prototype (contoh sistem sederhana) dan kemudian menunjukan kepada user, maka analisis sistem dapat meminta user untuk memberikan komentar atau masukan terkait prototype yang telah dihasilkan.
2.2.5.2.    Desain Sistem
Tahapan desain adalah tahapan mengubah kebutuhan yang masih berupa konsep menjadi spesifikasi sistem yang riil. Tahapan desain sistem dapat dibagi menjadi 2 tahap, yaitu perancangan konseptual dan perancangan fisik.
1.      Perancangan Konseptual
Perancangan Koseptual seringkali disebut dengan perancangan logis. Pada kegiatan ini akan dijelaskan deskripsi secara detail dari spesifikasi sistem yang akan dibuat, yaitu meliputi input (data apa saja yang menjadi input), output (informasi apa saja  yang menjadi output), dan proses (prosedur apa saja yang harus dilakukan untuk mengubah input menjadi output)..
2.      Perancangan Fisik
Pada perancangan fisik, rancangan yang bersifat konseptual diterjemahkan ke dalam bentuk fisik yang berupa laporan terkait beberapa hal berikut :
a.       Rancangan Interface, berupa laporan rancangan layar yang akan ditampilkan pada website.
b.      Rancangan Platform, berupa rancangan untuk menentukan software dan hardware yang digunakan.
c.       Rancangan Basis Data, berupa rancangan bekas dalam basis data, termasuk penentuan kapasistas masing-masing.
d.      Rencana Pengujian, berupa rencana yang dipakai dalam menguji sistem
2.2.5.3.   Implementasi Sistem
Dalam tahap implementasi ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan, yaitu:
1.      Pemrograman dan pengujian
Setelah melakukan perancangan fisik, maka peneliti mulai melakukan perograman. Pemrograman diartikan sebagai aktifitas untuk membuat sebuah program aplikasi yang digunakan di komputer agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan. Sedangkan pengujian diartikan sebagai langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji sistem berdasarkan tingkat erornya dan serta kesesuaian menu-menu yang disediakan teradap kebutuhan promosi perpustakaan.
2.      Instalasi
Instalasi dilakukan dengan cara menginstall perangkat keras dan perangkan lunak yang dibutuhkan oleh sistem, setelah itu barulah sistem tersebut diinstall. 

3.      Pelatihan Kepada Pemakai
Pelatihan kepada pemakai dimaksudkan agar pemakai dapat menggunakan sistem yang telah dibuat, sehingga mereka dapat mendayagunakan sistem tersebut dengan maksimal.
4.      Pembuatan Dokumentasi
Dokumentasi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu :
1)      Dokumentasi Pengembangan
Dokumentasi ini menjabarkan sistem secara lengkap terkait basisdata, deskripsi sistem, bentuk keluaran, bentuk masukan, dan hasil pengujian sistem.
2)      Dokumentasi Operasi  dan Dokumentasi Pemakai
Dokumentasi ini mencakup beberapa hal, yaitu jadwal pengoperasian, cara pengoperasian sistem, dan faktor keamanan.

3.            Operasi dan Pemeliharaan

Setelah sistem berjalan sepenuhnya, maka sistem tersebut masuk ke dalam tahapan operasi. Tahapan operasi merupakan tahapan dimana sebuah sistem  yang telah dibangun oleh peneliti mulai diterapkan. Selama sistem beroperasi, pemeliharaa sistem tetap diperlukan, dengan alasan bahwa dikhawatirkan dalam masa pengujian sistem masih menyisakan masalah, sehingga dalam jangkan panjang sistem harus senantiasa disempurnakan.