AKREDITASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH Tulisan 4

 1.                 Komponen  penguat.

Komponen penguat ini terdiri dari kegiatan inovatif/kreatif dan keunikan. Kegiatan inovatif adalah kegiatan yang bersifat perubahan yang menuju perbaikan yang berbeda dari yang lain atau dari keadaan sebelumnya dilakukan dengan sengaja dan berencana. Adapun ciri-ciri kegiatan inovatif antara lain:

a.     Memiliki ciri khas dalam arti program, ide, maupun sistem

b.     Ada unsur kebaharuan

c.      Dilaksanakan secara terencana dan terprogram

d.     Memiliki tujuan, arah, dan strategi yang jelas.

Kegiatan atau karya inovatif ini diaplikasikandalam pengelolaan perpustakaan seperti pada kegiatan; pengembangan koleksi, pengolahan, pelayanan, perawatan, pelibatan siswa, dan aplikasi teknologi informasi .

Keunikan berasal dari kata unik  yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1530) berarti lain daripada yang lain, tidak ada persamaan dengan yang lain, atau yang khusus. Maka keunikan di sini berarti kegiatan kepustakawanan sekolah yang tidak ada di perpustakaan sekolah lain. Misalnya sekolah di daerah pantai memiliki koleksi tentang nelayan, perikanan, dan lainnya.

D.Langkah-Langkah Pengajuan Akreditasi

Sebenarnya akreditasi itu hak masing-masing perpustakaan dan bukan kewajiban. Namun perlu disadari bahwa akreditasi merupakan standar mutu, maka perpustakaan yang belum/tidak terakreditasi, secara formal dapat dikatakan belum/tidak mutu.

Apalagi Pemerintah telah memberikan dorongan antara lain dengan  penyediaan anggaran dan fasilitas akreditasi meskipun biaya gratis itu untuk kali pertama. Sedangkan untuk reakreditasi perpustakaan sekolah dan lainnya harus dengan biaya mandiri.

Apabila suatu perpustakaan sekolah/madrasah akan mengajukan akreditasi, kiranya dapat diikuti langkah-langkah berikut:

1.Kesiapan perpustakaan

Masalah akreditasi sebenarnya merupakan masalah lembaga induk perpustakaan, yakni menjadi tanggung jawab sekolah/madrasah yang pelaksanaannya melibatkan banyak pihak.

Untuk itu, perpustakaan sekolah/madrasah dapat mencoba mengisi borang akreditasi perpustakaan sekolah secara obyektif sesuai petunjuk. Borang ini dapat didownload di internet .

Dari isian ini dapat diketahui komponen mana saja yang kurang. Kekurangan ini dicatat dan bisa ditunjukkan kepada kepala sekolah. Dari sini nanti akan ada musyawarah cara-cara melengkapi kekurangan itu sesuai kriteria akreditasi.

            2.Dukungan pimpinan

          Dukungan pimpinan sangat diperlukan, karena untuk pemenuhan kekurangan itu memerlukan anggaran, tenaga, dan kebijakan tersendiri. Setinggi apapun semangat perpustakaan sekolah/madrasah, kalau tidak didukung pimpinan, pasti  berat bebannya.

          Apabila sudah ada dukungan kuat dari pimpinan berupa kebijakan, maka kekurangan-kekurangan itu cepat atau lambat akan tercukupi. Disamping itu juga perlu melibatkan tenaga lain seperti para guru dan karyawan. Sebab keberhasilan perpustakaan sekolah juga keberhasilan sekolah itu.

 

Lasa Hs

Bersambung

0 Komentar