SPIRITUAL QUOTIENT Tulisan – 2 : Kecerdasan Spiritual Sebagai Kebutuhan


 

          Apabila dilihat dari teori kebutuhan (hierarchy of needs)  yang dikemukakan Maslow, maka pemenuhan kebutuhan spiritual ini merupakan kebutuhan tertinggi manusia. Namun dalam hal ini, Maslow menggunakan istilah aktualisasi diri (self actualization) (Handoko, 1993). Maslow selanjutnya menjelaskan bahwa tiap orang, entah agamanya apa, warna kulitnya apa, pada dasarnya mereka itu memiliki kebutuhan yang sama. Adapun kebutuhan-kebutuhan itu dari yang paling dasar ke kebutuhan yang paling tinggi adalah : kebutuhan fisiologis (phisiological needs), kebutuhan keamanan dan rasa aman (safety and security needs), kebutuhan sosial ( social needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan aktualisasi diri atau pemenuhan diri (self actualization needs).

          Kebutuhan fisiologis adalah upaya pemenuhan kebutuhan fisik seperti makan, minum,  istirahat, pemenuhan kebutuhan biologis, dan lainnya. Oleh karena itu, manusia butuh makan, butuh minum, cuti, jaminan sosial, pemenuhan kebutuhan udara bersih, dan lainnya.

          Hampir setiap orang membutuhkan keadaan aman dan rasa aman. Oleh karena itu diperlukan keadaan stabil dalam politik, ekonomi, dan sosial budaya. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat akan dapat melakukan pengembangan diri, menjalankan roda ekonomi, dan mampu melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan dengan baik.

          Orang dapat terpenuhi kebutuhann sosialnya apabila disana ada saling kasih sayang, rasa persahabatan, kekeluargaan, dan kesejawatan. Disinilah perlunya ada kelompok arisan, pertemuan trah, pertemuan keluarga, maupun pertemuan antarwarga.

          Orang juga membutuhkan harga diri. Dalam hal ini setiap orang pada dasarnya ingin eksis dalam komunitasnya. Maka disinilah orang memerlukan status, kedudukan, jabatan, pengakuan, maupun penghargaan.

          Kebutuhan aktualisasi diri sebenarnya merupakan kebutuhan spiritual dan itu merupakan kebutuhan puncak manusia.Kebutuhan aktualisasi diri ini dikatakan sebagai kebutuhan spiritual dimana seseorang memiliki kreativitas, kasih sayang, kedamaian, kerendahhatian, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

          Dikatakan oleh Maslow bahwa pengalaman spiritual merupakan pengalaman tertinggi yang dapat dicapai manusia. Pengalaman yang dicapai ini merupakan peneguhan diri akan eksistensinya sebagai makhluk yang diciptakan Allah Swt.  

 

                                            Lasa Hs


0 Komentar