OPTIMISLAH

                

Optimis adalah kegigihan dalam memperjuangkan sasaran. Orang yang optimis tidak gentar dalam menghadapi kegagalan dan tantangan. Sebab dalam pikirannya telah tertanam keyakinan bahwa dalam setiap usaha hanya ada dua jawabannya, yakni gagal atau berhasil. Bila  usaha itu gagal, maka dia akan berusaha bangkit dengan cara belajar dari kegagalan. Bila berhasil dan itulah yang diharapkan dan akan mempertahankan keberhasilan itu.

Orang-orang yang memiliki optimisme tinggi biasanya memiliki kecakapan:

  1. Tekun dalam mencapai tujuan meskipun ditemukan hambatan dan kesulitan
  2. Berharapan besar untuk sukses
  3. Berpandangan bahwa segala sesuatu itu pasti ada solusinya
  4. Selalu baik sangka (husnud dzan) setiap kejadian yang menimpa.

Optimis adalah harapan yang lebih baik di masa mendatang. Orang yang optimis akan memiliki pandangan yang jauh ke depan dan berusaha mencapai keadaan yang lebh baik dari keadaan sekarang. Apapun yang terjadi, mereka tetap memiliki harapan sukses yang lebih besar dari pada orang lain. Sebab bagi mereka, kesuksesan itu tidak harus diukur dengan bagusnya mobil, indahnya rumah, rekening gendut, maupun tingginya jabatan.

Harapan ini ibarat sebuah mobil yang membawa seseorang ke tempat tujuan. Oranng-orang yang optimis akan mampu mencapai cita-citanya asal mau berusaha optimal. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa harapan secara total akan menjadi kenyataan dalam hidup seseorang asal serius dalam merealisasikannya. Ibarat magnet dalam ilmu fisika. Magnet ini akan menarik situasi, lingkungan, keinginan, dan tugas pada pikiran yang serupa. Optimis itu mendorong ke depan, pesimis itu menarik untuk mundur. Bahkan dapat dikatakan bahwa pesimis itu mati sebelum perang.

Oleh karena itu apabila seseorang itu memikirkan sesuatu yang positif, maka hal-hal yang positif pula yang mengikutinya. Sebaliknya, apaila sesorang itu berpikiran negatif, maka hal-hal yang negatif  pula yang mengikutinya.     

Orang-orang yang optimis menyadari bahwa kualitas hidup itu tergantung pada respon seseorang terhadap kejadian dan fenomena yang  terjadi. Kalau orang tidak mampu merespon secara positif terhadap fenomena itu, maka sulit diharapkan adanya kualitas hidup seseorang.

Dalam mencpai keberhasilan diperlukan pegorbanan dan keberanian menghadapi tantangan. Orang yang optimis selalu berusaha dan berani menghadapi tantangan. Mereka yang pesimis, lebih baik mundur, dan mati secara perlahan   dari pada mati menghadapi tantangan. Toh sama-sama mati katanya.

Optimisme dan berani berjuang (wani nggetih Bhs.Jawa) adalah salah satu modal bagi orang yang ingin berhasil dalam hidup. Pepatah Arab mengatakan man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan mencapai keberhasilan). Hanya mengandalkan bakat saja, kiranya tidak cukup. Banyak orang berbakat tetapi diam saja, akhirnya hanya panjang angan-angan yang didapat. Semuanya berakhir andaikata  dan seandainya.

Demikian pula, orang harus hati-hati dengan jabatan. Sebab kadang orang sering terjebak oleh kerumunan orang-orang yang mengelilinginya. Mereka menyanjung dan memujinya. Setelah jabatan selesai, mereka meninggalkanmu karena madunya telah terserap habis.

Optimisme merupakan kekuatan yang harus digali dan berani bangkit kembali dari keterpurukan, kesedihan, dan penderitaan. Allah akan menolong hambaNya selama hamba itu mau menolong sesama. Rasulullah Saw bersabda yang artinya :”Janganlah kamu sekalian mati, kecuali kamu berbaik sangka (optimis dan berpengharapan) kepada Allah Swt (H.R. Muslim dari Jabir ibn Abdullah ).

 

Lasa Hs

 

0 Komentar