KASMAN SINGODIMEDJO (25 Februri 1904 – 25 Oktober 1982) Pelobi Ulung.


          Putra terbaik Purworejo Jawa Tengah ini kadang dikenal dengan The Lion on the Table (Singa di Meja). Memang kalau sudah bicara suaranya menggelegar dan menggetarkan. Kasman aktif di Muhammadiyah sejak masa muda. Beliau mengenal secara dekat tokoh-tkoh Muhammadiyah seperti K.H. Ahmad Dahlan dan Ki Bagus Hadikusumo.

          Pada tahun 1938 , beliau ikut membentuk Partai Islam Indonesia/PII di Surakarta bersama K.H. Mas Mansur, Farid Ma’ruf, Soekiman dan Wiwoho Purohadidjojo. Kemudian pada 7 Nopember 1945, Kasman terpilih menjadi Ketua Muda III Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Pengurus lain pada saat itu antara lain;K.H. Hasyim Asy’ari (Ketua Umum), Ki Bagus Hadikusumo (Ketua Muda I, K.H. Wahid Hasyim (Ketua Muda II) Mr. Moch. Roem, M. Natsir, dan Dr.Abu Hanifah.

          Peran dan pemikiran Kasman Singodimedjo berkembang dalam tempaan tokoh-tokoh besar pada saat ia bergabung dengan organisasi Jong Islamieten Bond (JIB). Dalam organisasi ini, ia berhubungan dengan HOS Tjokroaminoto,H. Agus Salim, K.H. Ahmad Dahlan, Syekh Ahmad Syurkati, M. Natsir, Moch. Roem,Prawoto, dan Jusuf Wibisono. Dengan aktivitasnya di bidang politik ini, beliau pada bulan Mei 1940 ditangkap dan ditahan oleh pemerintah penjajah Belanda.

          Pada saat menjelang pengesahan UUD 1945 terjadi permasalahan terkait dengan tujuh kata dalam Piagam Jakarta yang akan menjadi Pembukaan UUD 1945. Dalam hal ini Perwakilan kawasan Indonesia Timur menyatakan keberatan terhadap tujuh kata “Dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya”. Mengingat bahwa Piagam Jakarta tersebut merupakan hasil kesepakatan  yang telah dicapai dalam persidangan BPUPKI, tentu tidak dapat dengan mudah untuk dilakukan perubahan. Oleh karena itu, dibutuhkan persetujuan terutama dari tokoh Islam. Diantara tokoh Islam yang mempertahankan tujuh kata tersebut adalah  Ki Bagus Hadikusumo. Beberapa sumber menyatakan bahwa Bung Karno minta bantuan Kasman untuk melobi Ki Bagus Hadikusumo agar menyetujui penghapusan tujuh kata itu.. Alhamdulillah misi ini berhasil.

 

Lasa Hs. 

0 Komentar