Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA)
selepas mengikuti mengikuti seminar nasional, melakukan audiensi dengan Kepala Perpustakaan
Nasional RI, E. Aminudin Aziz. Seminar Nasional dengan tema “Program Prioritas
Literasi dan Politik Bahasa Negara” diselenggarakan oleh Perpustakaan
Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada Senin, 19 Januari 2025 di Auditorium
Ukhuwah Islmiyah, UMP. Seminar menghadirkan berbagai elemen komunitas
masyarakat umum, sekolah, akademisi kampus, termasuk mengundang Forum
Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA) sebagai salah
satu organisasi yang mewadahi Perpustakaan PTMA se Indonesia.
Audiensi yang diinisiasi oleh Perpustakaan UMP, berlangsung santai
namun khidmat. Pengurus Pusat FPPTMA diwakili oleh Ketua Umum, Irkhamiyati dan
anggota bidang 3, Amri Hariri, sekaligus sebagai Pustakawan UMP. Sedangkan dari
Perpustakaan UMP, diwakili oleh Kepala Perpustakannya, Riski T Wismana, dan
staff Purwati, yang keduanya sekaligus sebagai penasehat dan pengurus FPPTMA
Korwil DIY Jateng Selatan. Beberapa hal menjadi bahan diskusi antara FPPTMA
dengan Kepala Perpusnas RI.
Pengembangan kompetensi pustakawan menjadi agenda utama yang
disampaikan dalam audiensi. Upaya merealisasikan kerjasama atau Nota
Kesepahaman/MoU diusulkan oleh FPPTMA, agar Diklat yang diselenggarakan oleh
Perpusnas RI memberi kesempatan besar bagi Pustakawan PTMA untuk bisa mengikutinya
dengan kuota yang cukup. Selama ini waiting list dan seleksi untuk bisa
mengikuti Diklat sangat terbatas, mengingat begitu banyaknya animo pendaftar,
sekaligus begitu ketat kompetisinya. Kemudahan, kelancaran, kesempatan, dan
peningkatan kualitas untuk mengikuti akreditasi awal bagi Perpustakaan PTMA,
terlebih saat reakreditasi juga menjadi bahan diskusi dalam audiensi. Selain
itu, peluang untuk mengikuti sertifikasi, kemudahan akses ke berbagai data base
dan ejournal yang dalam waktu terakhir ini hanya terbatas oleh Perguran
Tinggi Negeri Berbadan Hukum saja, perlu menjadi perhatian penting untuk
kesetaraan aksesnya.
Hadir pula Kepala Pusat Bahsa Jawa Tengah dalam audiensi. Sinergi
antara Pusat Bahasa sangat dimungkinkan. Salah satunya melalui sharing
link akses ke berbagai ebook, serta perolehan kesempatan hibah terbitan
tercetak, meskipun sangat minimal kesempatannya untuk saat ini. Pusat Bahasa
yang memiliki sumber digital, perpustakaan hendaknya bisa berperan untuk mendistribusikan
dan memanfaatkan koleksi digitalnya. Hal ini sebagai salah satu upaya
memperluas akses koleksi digital bagi perpustakaan sekolah di manapun berada.
Audiensi sangat bermanfaat untuk peningkatan gerakan literasi lintas instansi
guna berkontribusi memajukan negeri, mencerahkan semesta.

0 Komentar