Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Rabu, 30 Agustus 2017

(Live Report) Seminar dan CFP di UM

Rabu, 30 Agustus 2017 Prodi Ilmu perpustakaan UM mengadakan seminar dan call for paper dengan tema : Rekontruksi peran putakawan dan perpustakaan di era informasi". Seminar tersebut diisi oleh 3 pematerim yaitu Dr. Rahma sugihartasi, M.Si. Drs. Darmono, M.Si, dan Dr. Agus permana.

Dari seminar tsbt ada beberapa point yang bisa diambil, yaitu, Suatu perpustakaan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemustaka, sehingga layanan maupun fasilitas yang disediakan harus benar benar sesuai dengan apa yg dibutuhkan, salain itu Perpustakaan harus berani keluar dari zona mainstream, sebagai contoh, pada umumnya bagi pemustaka yang telat mengembalikan buku maka ia wajib membayar denda sesuai dengan ketentuan yg berlaku, namun hal itu sudah menjadi sesuatu yang sangat mainstream, maka pustakawan harus berani mengubah atauran2 itu, misalnya UMY sebagai universitas Islam dapat memberikan sanksi berupa hafalan, misalnya telat 1 hari 1 buku, harus menghafal quran surat A ayat A dst, atau dengan sanksi lain

kemudian pada siangnya adalah sesi Call for paper, yaitu presentasi makalah dari masing masing peserta cfp. Acara tersebut dibagi menjadi 5 kelas, masing masing kelas diisi oleh 10 sampai 12 peserta. Patut kita syukuri bahwa dari Perpustakaan PTMA ada beberapa pustakawan yang mewakili, yaitu :


  • Maria husnun nisa dari UMS
  • Arda putri winata dari UMY
  • Yuliana ramawati dari UMY
  • Eko Kurniawan dari UMY
  • Ediansyah CA dari UMY
  • Greta dari UAD
  • Ana dari UAD
  • Anik dari UAD
  • Nur ishma dari UM Malang
  • Atin istiarni dar UM Mg



 

Senin, 28 Agustus 2017

(Live Report) Workshop di Perpustakaan UNS






Selasa 29 Agustus 2019 Perpustakaan UNS mengadakan Workshop dengan tema BANGGA BERBAHASA INDONESIA UNTUK MENGUATKAN BUDAYA LITERASI DENGAN MEMBACA DAN MENULIS. Dr.Muhammad Rohmadi Kepala Perpustakaan UNS menyatakan bahwa membaca untuk menulis.Tulisan akan bernilai abadi.Hal ini disampaikan pd workshop Membudayakan dan Menulis Melalui Karya Inspiratif di Kampus Kentingan.

Sementara itu Wiji Suwarno menyatakan bhw ketakutan menulis karena malas, menunda kesempatan, takut plagiasi, bingung memilih topik.Perlu dipahami bhw menulis itu seni , kata hati, memerlukan audien, dan mudah.Maka dlm menulis harus ditentukan waktu, audien, tujuan penulisan.Menurut Kep.Perp IAIN Salatiga itu bahwa proses menulis itu proses mengamati  meniru dan modifikasi.

Narasumber berikutnya menyatakan, kini saatnya orang melek buku.Yakni melek kearifan lokal, kesantunan, dan keilmuan.Melek buku juga berarti bangkit untuk berkarya, bangkit untuk tidak miskin, dan bangkit untuk menulis kreatif dan inovatif.

Lasa Hs

Kunjungan Akbid Ibrahimy Situbondo di Perpustakaan UNISA Yogya

Senin, 14 Agustus 2017 Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menerima kunjungan dari Akbid Ibrahimy Situbondo. Kunjungan dari UPT Perpustakaan Akbid Ibrahimy diwakili oleh Azizatul Hamidiyah, S. KM., M Kes, beserta staff perpustakaann (Suhartatik, A.Md. Keb). Kunjungan diterim oleh staff UPT Perpustakaan Universitas ‘Asiyiyah Yogyakarta, yaitu Khairun Nisak, SIP., Lilik Layyina, SIP., dan Dita Rachmawati, SIP, karena Kepala UPT Perpustakaan UNISA Yogya (Irkhamiyati, M.IP), sedang mengikuti Rapat Kerja dan Anggaran Tahunan TA.2017-2018.


Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran perpustakaan dalam Akreditasi LamPTKES (Prodi Kebidanan), yang meliputi kecukupan koleksi buku, jurnal terakreditasi, jurnal internasional, ebook dan koleksi audio yang dimiliki oleh Perpustaakaan UNISA Yogya. Diskusi tentang sistem informasi yang digunakan dan tentang pengelolaan Repository Institusi juga dilakukan dalam kunjungan ini. Perwakilan Akbid Ibrahimy menyampaikan bahwa Sistem Informasinya difasilitasi oleh pihak yayasan. Banyak manfaat yang diperoleh dari kunjungan ini, terlebih untuk meningkatkan jejaring antar sesama Perpustakaan Perguruan Tinggi. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama.

(Irkhamiyati, M.IP)


Customer Relationship Management (CRM) di Perpustakaan

Perubahan konsep perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan berbasis teknologi informasi dapat merubah citra perpustakaan, semula perpustakaan hanya dianggap sebagai gudang buku, akan tetapi setelah hadirnya teknologi informasi maka perpustakakaan dianggap sebagai pusat informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

Teknologi informasi menjadi pilar utama di perpustakaan. Akses informasi perpustakaan dapat dilakukan melalui jaringan internet, sehingga pengguna tidak harus datang langsung ke gedung perpustakaan.


Kaitannya dengan CRM, CRM adalah strategi yang digunakan untuk mempelajari tentang kebutuhan dan perilaku customer. Penerapan CRM di perpustakaan dapat membantu  sumber daya manusia secara optimal. Yang perlu diingat seseorang yang duduk dalam resepsionis harus mempunyai komunikasi yang baik, pengetahuan tentang sumber dan layanan perpustakaan.

Sunarti
(Perpustakaan UMY)

Minggu, 27 Agustus 2017

SLiMS Community Meetup

Komunitas SLiMS kembali mengadakan meetup. Acara tersebut dilaksanakan di Perpustakaan UGM pada tanggal 25 - 26 Agustus 2017. Hari pertama diisi  acara seminar dengan mendatangkan dua Narasumber, yaitu Dr. Mardhani Setiawan dan Wardiono,MBA. Seminar tersebut membahas tentang aplikasi opensource serta perkembangan SLiMS dari tahun ketahun.

Ada beberapa poin yang bisa diambil, yaitu :
"di Indonesia banyak berkembang aplikasi opensource, akan tetapi hanya sedikit yang mampu berkembang. Hal tersebut disebabkan karena sedikitnya pengguna, ataupun komunitasnya, sehingga aplikasi tidak mampu berkembang. Berbeda dengan aplikasi SLiMS, SLiMS sebagai salah satu aplikasi opensource sampai dengan saat ini sudah digunakan lebiih dari 2000an perpustakaan, baik perpustakaan di Indonesia maupun perpustakaan di luar negeri. Banyaknya komunitas SLiMS yang tersebar di berbagai daerah, maka menyebabkan aplikasi tersebut terus berkembang. Meskipun demikian, kelemahan dari komunitas SLiMS adalah, tidak adanya  strutur organisasi yang jelas, sehingga orang bebas keluar masuk komunitas tersebut"

Kemudian pada sesi siangnya di isi oleh Arie Nugraha dan Hendro Wicaksono. Poin yang bisa diambil dari diskusi tersebut adalalah :
Opensource bagi orang IT diartikan sebagai aplikasi yang kodenya terbuka, sehingga setiap orang bisa merubah dan mengembangkannya. Dengan mengetahui kode - kode tersebut, maka dituntut untuk bisa menciptakan konten baru, yaitu lahir sebuah aplikasi yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Sedangkan bagi seorang pustakawan, opensource diartikan sebagai sumber informasi yang terbuka (open acces), dengan adanya informasi yang terbuka itu maka seorang pustakawan tidak hanya bertugas mengelola informasi saja, akan tetapi dengan informasi itu pustakawan dituntut untuk menciptakan konten - konten terbaru, misalkan menulis buku, artikel jurnal, dsb.
Selanjutnya, di dunia yang serba teknologi ini, aktivitas di perpustakaan bisa dengan mudah dijalankan oleh sebauh mesin. misalnya kegiatan sirkulasi. Saat ini sudah ada teknologi yang memungkinkan untuk melakukan peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan secara mandiri. Pertanyaannya adalah, lalu tugas seorang pustakawan untuk apa?.
Arie menjelaskan bahwa dengan adanya teknologi itu, justru tugas pustakawan menjadi lebih banyak, misalnya pustakawan bisa menjadi seorang developer aplikasi, asisten peneliti, embeded libraria, ataupun seorang pengajar Literasi Informasi.

Sedangkan Hendro Wicaksono menjelaskan terkait integrasi SLiMS dengan Drupal. Banyak permintaan dari user bahwa SLiMS harus menyediakan fitur berita. Namun jika harus ngoprek bahasa pemrgrammannya, maka tidak semua user mampu melakukannya, Sehingga ia memutuskan untuk mengintegrasikan SLiMS dengan Drupal. 

Hari ke-dua di isi oleh perwakilan komunitas SLiMS, sesi pagi di isi oleh Drajat Hasa, Erwan, M. Hamim, Fauzan, Dudu, dan Heru subekti. Mereka menjlaskan tentang bagaimana membuat tempat SLiMS menggunakan HTML5, perkembangan SLiMS setiadi, Bot Telegram Pak Carik, serta step - step membuat Tim pengolahan menggunakan SLiMS.


Sabtu, 26 Agustus 2017

INDONESIAN ACADEMIC LIBRARIAN AWARD (IALA) 2017 FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA (FPPTI)

Pendahuluan
Pengurus FPPTI melihat perlunya apresiasi terhadap peran pustakawan perpustakaan perguruan tinggi atau akademik anggota FPPTI terutama dalam memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka dan juga mempromosikan kepustakawanan Indonesia kepada khalayak umum. Apresiasi akan diberikan kepada satu orang pustakawan yang dipilih oleh tim seleksi melalui seleksi administrasi dan pemberkasan. Penilaian lain akan dilakukan dengan cara dan prosedur yang menjadi wewenang tim seleksi. Kegiatan yang kedua ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya (2016) dan akan dilakukan secara rutin setiap tahun. Satu pustakawanan terbaik akan mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah apresiasi dari pihak sponsor.
Pelaksanaan kegiatan ini sendiri diharapkan akan memberikan motivasi kepada pustakawan perguruan tinggi di Indonesia untuk selalu terus berkarya dan menunjukkan ide dan gagasan kreatifnya dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai pustakawan. Hasil dari kegiatan ini setidaknya juga akan meningkatkan kepercayaan diri pustakawan dan akan berdampak secara lebih luas kepada peningkatan layanan kepada masyarakat.
Untuk mendukung kegiatan tersebut FPPTI DIY, berencana mengadakan seleksiINDONESIAN ACADEMIC LIBRARIAN AWARD (IALA) 2017 bagi pustakawan di lingkungan DIY. Pustakawan terpilih akan dikirimkan mengikuti INDONESIAN ACADEMIC LIBRARIAN AWARD (IALA) 2017 yang akan diselenggarakan oleh FPPTI. Berikut ini gambaran singkat kegiatan yang akan dilakukan


Tujuan
Tujuan pelaksanaan kegiatan ini, antara lain:
1. Ajang kompetisi bagi pustakawan perguruan tinggi anggota FPPTI untuk menunjukkan kontribusi terbaik bagi profesi, institusi dan masyarakat sekitarnya.
2. Bentuk penghargaan FPPTI terhadap kerja keras dan profesionalisme yang telah diberikan pustakawan perguruan tinggi kepada pemustaka dan masyarakat.
3. Bentuk motivasi kepada para pustakawan PT agar ke depan terus meningkatkan kompetensi dan perannya di masyarakat.


Kriteria Peserta
1. Pustakawan Perguruan Tinggi yang berasal dari perpustakaan anggota FPPTI.
2. Memiliki pendidikan formal Ilmu Perpustakaan dan Informasi dalam semua strata
3. Berkewarganegaraan Indonesia (WNI)
4. Sehat Jasmani dan Rohani
5. Belum pernah menjadi juara dalam pemilihan IALA sebelumnya dan tidak dalam status finalis seleksi dengan kegiatan pemilihan yang hampir sama
6. Usia maksimal 45 tahun pada bulan Agustus 2017.
7. Bekerja di Perpustakaan Perguruan Tinggi minimal selama 3 tahun pada bulan Agustus 2017.
8. Mendapatkan ijin dari instansi/perpustakaan tempat bekerja.
9. Memiliki karya unggulan atau inovasi yang diunggulkan
10. Memiliki karya tulis atau publikasi dalam bidang kepustakawanan dan informasi (nilai tambah – optional)
11. Memiliki kegiatan pengabdian yang dapat dinikmati masyarakat (nilai tambah – optional)
12. Menyerahkan karya tulis unggulan atau inovasi 10-15 halaman
13. Mengisi berbagai formulir yang diunduh dari www.fppti-diy.or.id

Pelaksanaan Seleksi  dan Pengumuman
No.
Kegiatan
Tanggal
1
Pengumpulan berkas
28 Agustus 2017
2
Pengumuman
02 September 2017

Tempat Pengumpulan Berkas
Sekretariat FPPTI DIY
Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
Jalan Marsda Adi Sucipto Yogyakarta

Penutup
Demikian gambaran singkat kegiatan yang akan dilaksanakan semoga pemilihanINDONESIAN ACADEMIC LIBRARIAN AWARD (IALA) 2017 berjalan sesuai dengan harapan.


Selasa, 22 Agustus 2017

Peningkatan Layanan Prima Menuju Kepuasan Pemustaka



Selasa, 22 Agustus 2017 Perpustakaan UAD menyelenggarakan seminar dengan tema " Layanan Prima". Acara tersebut dihadiri oleh para pustakawan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah regional DIY-Jateng. Diantara pustakawan yang hadir ialah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Purwokerto(UMP), Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMGL), dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).


Seminar yang dibawakan oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs, Tedi S.,M.T. cukup menarik, dan sangan cocok untuk profesi pustakawan. Agar pustakawan tidak dianggap lagi sebagai penjaga buku,  ataupun penjaga rak, peningkatan layanan prima memang harus diaplikasikan oleh setiap pustakawan, dikarenakan pustakawan merupakan penyedia layanan informasi yang menyenangkan. Sehingga seorang pustakawan harus bersikap ramah, ringan tangan dalam membantu kebutuhan pemustaka.

R. Bintarto Danis (UMY)




Senin, 21 Agustus 2017

URGENSI PELAYANAN PRIMA PUSTAKAWAN DI LINGKUNGAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI


Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang mencakup perpustakaan universitas, perpustakaan fakultas dan akademik yang memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membantu perguruan tinggi untuk mencapai tujuannya yang terwujud dari visi dan misi perpustakaan tersebut. Dalam mewujudkan visi dan misi suatu perpustakaan, maka diperlukan evaluasi dari segi fasilitas, bahan pustaka, layanan, khususnya sumber daya manusia yang ada di perpustakaan tersebut. Salah satu wujud keberhasilan perpustakaan dapat dilihat dari jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan tersebut yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh para pustakawan. Untuk mencapai kepuasan pemustaka yang terdiri dari civitas akademika maka pustakawan dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih dari biasa, yaitu pelayanan prima.
Pelayanan prima pustakawan merupakan pelayanan terbaik yang diberikan pustakawan sehingga dapat mencapai tingkat kepuasan pemustaka. Seperti yang kita tahu bahwasanya ujung tombak terpenting dari sebuah peprustakaan terletak pada kualitas pustakawannya. Semakin baik  pelayanan yang diberikan oleh pustakawan, maka semakin tinggi animo pemustaka yang datang ke perpustakaan. Namun terlebih dahulu pustakawan harus mengenali siapa pemustaka yang dilayaninya, karena setiap jenis pemustaka memiliki tingkat keinginan, kebutuhan, dan ekspektasi yang berbeda-beda. Pemustaka perpustakaan perguruan tinggi yang terdiri dari mahasiswa, dosen, maupun masyarakat luar menuntut pustakawan agar selalu memberikan pelayanan prima dengan memahami keinginan dan kebutuhan dari masing-masing pemustaka tersebut. Menurut Maslahah dan Hasanah (2013:255) hal-hal yang terkait dengan pelayanan prima seorang pustakawan harus mempunyai komponen-komponen sebagai berikut:
1)     Mampu melakukan komunikasi yang baik dengan pemustaka dengan cara: (1) Attending, artinya pustakawan dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan baik dalam menyambut kehadiran pemustaka; (2) Listening, artinya  pustakawan dituntut untuk mampu mendengar dan menganalisa dengan cepat apa yang dibutuhkan dan diharapkan  pemustaka; (3) Observing, artinya pustakawan dituntut untuk mampu meneliti dan mengevaluasi apa yang dibicarakan atau diutarakan oleh pemustaka; (4) Clarifaying, artinya pustakawan dituntut untuk  mampu mengklarifikasi atau meluruskan sesuatu yang dianggap kurang tepat kepada pemustaka; dan (5) Responding, artinya pustakawan dituntut untuk mampu memberikan tanggapan atas pertanyaan atau keluhan yang disampaikan oleh pemustaka
2)     Mampu berkomunikasi baik secara verbal (lisan) dan non verbal (tulisan).
3)     Mampu bekerja baik secara individu maupun berkelompok. Pustakawan harus dapat bekerja secara mandiri tanpa mengandalkan atau  bergantung pada orang lain, namun juga harus dapat saling bekerjasama dengan sesama pegawai dalam meningkatkan kemajuan perpustakaan.
4)     Mampu berkomunikasi dengan konsep A3, antara lain: 1) Attitude (sikap),  artinya pustakawan dituntut untuk bersikap dengan baik dan berpenampilan sopan kepada pemustaka, 2) Action (tindakan), artinya pustakawan dituntut untuk memberikan tindakan yang sigap seperti mewujudkan kebutuhan pemustaka , dan 3) Attention (perhatian), artinya pustakawan dituntut untuk dapat memberikan perhatian kepada pemustaka seperti mendengarkan keluhan pemustaka, memahami keinginan pemustaka, dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemustaka.

Untuk dapat meningkatkan pelayanan prima pustakawan yang telah diuraikan di atas, maka sangat diperlukan sebuah pelatihan dan pengembangan kepada para pustakawan secara berkala sehingga mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan baru tentang bagaimana memberikan pelayanan prima kepada pemustaka. Hal  tersebut merupakan wujud dari urgensi perpustakaan perguruan tinggi yang harus selalu mengikuti perkembangan dunia kepustakawanan. Selain meningkatkan jumlah kunjung perpustakaan, penerapan pelayanan prima tersebut akan  meningkatkan integritas perpustakaan tersebut sehingga nantinya dapat mempertahankan atau meningkatkan nilai akreditas dari perpustakaan tersebut.

Oleh:  Aidilla Qurotianti

Referensi:
Maslahah dan Hasanah. 2013. Layanan Perpustakaan Berbasis Humanisme. Surakarta: Perpustakaan IAIN Surakarta.



Minggu, 20 Agustus 2017

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PERPUSTAKAAN

Perpustakaan akan berkembang  signifikan apabila didukung oleh lembaga induk/masyarakat, manajemen perpustakaan yang profesional, anggaran yang memadai, dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi. Tanpa keempat unsur ini perpustakaan asal jalan bahkan stagnan.
Perpustakaan sering  dianggap penting dalam pidato pejabat, seminar, dan tulisan.  Realita  lapangan menunjukan bawa  sebagian besar perpustakaan kita masih di bawah standar nasional. Hal ini lantaran tidak ada dukungan penuh dari lembaga induk. Bahkan di kota pelajar sekalipun.
Sebagian besar manajemen perpustakaan dikendalikan oleh orang-orang yang tidak paham manajemen dan buta tentang perpustakaan. Kapan perpustakaan akan maju kalau sang nakhoda sendiri bingung. Banyak perpustakaan yang dikendalikan oleh pejabat status,  dan sekedar mengesahkan tunjangan sertifikasi. Ibarat kucing dimasukkan salon veterinier. Di salon ini gigi kucing diganti gigi musang, kulitnya dicat bercorak kulit macan. Biar keluar berwajah macan katanya. Begitu keluar dari salon giginya copot. Lantaran giginya kebesaran. Maka jadilah macan ompong.
Anggaran perpustakaan selalu menempati angka buncit. Bahkan ibarat menunggu hujan di musim kemarau (ngenteni udan ing mongso ketiga). Kebijakan lembaga pendidikan belum sesuai amanah undang-undang. Tidak sedikit para pejabat pendidikan yang tidak tau undang-undang nomor 43 Tahun 2007, padahal sudah sepuluh tahun. Kenyataan di lapangan, lebih baik membangun gapura daripada beli buku teks,toh sudah melimpah buku paket sampai jamuran di gudang.
Dengan berbagai alasan, pengelolaan perpustakaan diserahkan kepada orang-orang yang tidak mengerti seluk beluk perpustakaan. Mereka kurang memiliki kompetensi yang memadai. Pengembangan sumber daya manusia perpustakaan di negeri ini masih rancu. Mereka yang berijasah bidang dan  strata tertentu, lalu didiklat sekian hari dengan membayar sekian juta. Sim salabim nongollah pustakawan jadi-jadian.  Dengan pola pendidikan seperti ini mana mungkin kita memeroleh sumber daya yang betul-betul kompeten.Sementara itu para lulusan perpustakaan terpaksa banting setir karena lahannya diserobot orang lain.
Sumber daya manusia perpustakaan merupakan unsur yang paling dominan bagi suatu perpustakaaan apabila dibanding dengan sumberdaya lain.Sumber daya manusia merupakan makhluk hidup yang bisa bergerak dan menggerakan sumber daya lain . Sumber daya lain seperti anggaran, koleksi, teknologi, sarana prasarana merupakan benda mati. Sumber daya ini  akan berdayaguna apabila digerakkan dan dikelola oleh sumber daya manusia.
Di samping itu, sumber daya manuia merupakan sumber daya insani yang memiliki hati nurani, akal, dan nafsu yang harus diperhatikan pemenuhan kebutuhannya. Manusia sebagai makhluk religi, makhluk politik, makhluk sosial, dan makhluk budaya yang harus dikembangkan secara optimal.
 Buku ini menyajikan pengertian manajemen sumber daya manusia, fungsi dan peran sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pengembangan perpustakaan. Diuraikan pula cara rekruitmen, pembinaan, dan pengembangan karir sumber daya manusia sampai karir puncak. Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan antara lain melalui studi lanjut, magang,pendidikan dan pelatihan, seminar, dan lainnya.
Buku ini ditulis berdasarkan berbagai literatur seputar manajemen sumber daya manusia dan perpustakaan. Tentunya ditambah pengalaman penulis yang pernah/sedang menjadi pustakawan, dosen, guru, redaktur/reviewer, tim penilai kepustakawanan (yuri lomba, tim penilai jabatan fungsional pustakawan, penulisan, ) penulis, asesor, pengurus oganisasi kepustakawanan, narasumber dan pernah/sedang menjabat sebagai kepala unit kerja maupun kepala perpustakaan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Penulis buku ini  menyadari bahwa ilmu dan pengalaman yang tidak ditulis,  akan hilang dan kurang memberikan manfaat. Ilmu, pengalaman yang ditulis terutama dalam buku juga akan ikut mengabadikan nama penulisnya.



Lasa Hs

Sabtu, 19 Agustus 2017

Pentingnya Dorongan dari Universitas terhadap para Pustakawannya

UMY selama ini memberikan kesempatan maupun dorongan kepada pustakawan untuk meningkatkan kulitas diri. Dorongan itu antara lain memberikan kesempatan studi lanjut bagi pustakawannya.
Berdasarkan status kepegawaian, maka ada yang biaya sendiri, biaya dikti, maupun didanai oleh UMY. 
Mereka yang telah lulus adalah Novi Diana Fauzi (S2 MIP UGM, biaya Dikti), Laela Niswatin (S1 Perp.UT, biaya UMY), Syaifudin Zuhri (diploma I.Perp.UT, biaya UMY), Sumarno (S1 ilmu Perpustakaan UT, biaya UMY). Sedangkan mereka
yang sedang menyelesaikan tugas akhir adalah Sugeng Subagyo (Diploma Ilmu Perp.UT, biaya UMY), Eko Kurniawan. (S2 Ilmu perp., biaya sendiri). Sementara itu Yuliana sedang studi lanjut S1 Perp.UT dengan biaya UMY. Sedangkan Arda Putri Winata sedang belajar bahasa Jepang atas biaya Perpustakaan UMY. Menurut rencana Jubaidi ditugaskan belajar bahasa Mandarin dengan biaya Perpustakaan UMY.

Lasa Hs

Senin, 14 Agustus 2017

Kerjasama dengan Perpustakaan IIUM

10 Agustus 2017, Lasa Hs., (Kepala Perpustakaan UMY dan Ketua FPPTMA) bersama Novy Diana F. (Pustakawan UMY) mengikuti seminar internasional di IIUM.  Selain mengikuti seminar, keduanya juga berusaha untuk menjalin kerjasama antara Perpustakaan UMY, serta Perpustakaan PTM/A se-Indonesia dengan Perpustakaan IIUM. Dari kerja sama tersebut, Perpustakaan IIUM telah mendonasikan buku - buku sebagai berikut :


No
Judul
Pengarang
1
Psychology from an Islamic perspective
Noraini M. Noor
2
Intellectual property system
Ida madieha abdul ghani azmi
3
Issue of work in Malaysia
Shukran abd rahman
4
Towards developing an integrated research method
Mohd Yusof Hussain
5
Evaluation of Arabic language software program
Ibrahim Sulimen Ahmed
6
Mass media in selected Muslim countries
Mohd Yusof Hussain
7
Introduction to the Islamic worldview
Abdelaziz Berghout
8
An introduction to trade law and environmental law
Sri Yogamalar AP Sinnathamby
9
The political legacy
Anke Iman Bouzenita
10
The origins and functions of Islamic domestie courtyards
Spahic Omer
11
English and Asia
Normala Othman
12
The status of Muslim women in contemporary societies
IIUM
13
Relegion and pluralistic co-existence
Kamar Oniah Kamaruzaman
14
Malaysia family law
Zaleha Kamaruddin
15
Good governance: a critical introduction
Maszlee Malik
16
Good governance civil society and Islam
Maszlee Malik
17
The Islamic epistemological worldview
M sudul Alam Choud
18
Islam and secularism
Yamin Cheng
19
Media laws and ethics in selected Muslim countries
Mohd Yusoff Husain
20
Voice of Islamic moderation from the Malay world
M. Kamal Hassan
21
Voice of Islamic moderation from the Malay world
Muhadir Haji Joll




Minggu, 13 Agustus 2017

Filosofi Gugah Cerah


Kolom ini berisi artikel pendek berupa pemikiran, gagasan yang bersifat MENGGUGAH dan MENCERAHKAN dalam bidang kepustakawanan, Kemuhammadiyahan, dan Islam. Siapapun silahkan memberikan tulisan disini.
Media ini sebagai latihan menulis dan sekaligus sebagai sharing knowledge serta menumbuhkan sikap kritis kepada tenaga perpustakaan PTMA.
Silakan kirimkan tulisan anda melalui email : fpptma@gmail.com, konfirmasi silakan hub 089668077866

           
Judul diatas merupakan penegasan bahwa organisasi kita FPPTMA merupakan organisasi kepustakawanan perguruan tinggi yang memiliki visi yang kompetitif, moto yang jelas, rencana capaian pada tahun tertentu, dan misi yang tidak hanya memikirkan diri sendiri.
Kebersamaan dalam mencapai tujuan perlu kita pegang teguh. Sebab kita ingin menjalin kerjasama dengan siapapun tanpa membedakan agama, paham, suku, status dalam bidang kepustakawanan/informasi. Untuk itu   kita sudah menjalin kerjasama dengan sesama perpustakaan PTMA, beberapa waktu lalu kami sudah melakukan penjajagan kerjasama dengan PNRI, dan beberapa hari lalu kami juga melakukan penjajagan kerjasama dengan Perpustakaan Universitas Antarbangsa Malaysia/IIUM.
            Dalam kehidupan kita kadang memperbesar perbedaan, mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Bahkan menganggap dirinya yang paling benar. Kiranya sikap kekanak-kanakan ini perlu ditinggalkan. Kiranya dalam mengisi kemerdekaan ini kita perlu menyamakan persepsi, mencari kesamaan dalam rangka mencapai tujuan bersama. Energi kita telah terbuang percuma dalam perbedaan paham, aliran politik, dan konflik kepentingan. Sudah saatnya   kita yang bergerak di bidang informasi ini untuk mengelola informasi ilmiah secara profesional, terbuka dan  berkemajuan untuk memajukan bangsa kita.
            Kerjasama ini dengan tujuan untuk mencapai/mewujudkan informasi yang berkualitas di tengah-tengah maraknya informasi yang abal-abal ini. Melalui kualitas informasi ini diharapkan bahwa Perpustakaan PTMA ikut berperan serta dalam memajukan bangsa. Kemajuan merupakan katakunci Muhammadiyah untuk mencapai masyarakat Islam yang berkualitas.
            Kita perlu menyadari adanya  ketiduran, kemandegan, hidup dalam lingkaran setan, tidak ada solusi, maupun kejumudan berpikir. Ketiduran ini antara lain dalam manajemen kepustakawanan, gerakan yang stagnan organisasi kepustakawanan kita, belum berani share informasi secara terbuka, masih merasa di bawah dosen, dekan, dan lainnya. Untuk itu kita perlu menggugah dan digugah dari keterbelakangan, kemandegan, bekerja yang itu itu saja.
            Setelah kita bangun dari kemandegan berperilaku dan bertindak, kita perlu memberikan pencerahan dalam bidang kepustakawanan, Kemuhammadiyahan, dan KeIslaman. Memamg kita batasi 3 bidang itu yang sesuai dengan bidang tugas kita. Pembatasan ini untuk menjaga adanya konflik kepentingan dan biar fokus pada bidang tersebut.  
            Untuk menumbuhkan kebersamaan dalam mencapai kemajuan/keunggulan informasi, tiap Perpustakaan PTMA perlu memahami Visi, tagline, dan misi FPPTMA sebagai berikut:

FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH-‘AISYIAH/FPPTMA

Visi
Menjadi organisasi kepustakawanan perguruan tinggi yang Islami, Unggul, dan berkemajuan pada tahun 2032 berdasarkan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Tagline
Bersama mencapai keunggulan informasi untuk memajukan bangsa

Milestone

2012 – 2017          Unggul dalam penyelenggaraan dan pengelolaan dan layanan
                              Muhammadiyah Corner
2017 – 2022          Unggul dalam jaringan informasi perpustakaan perguruan
                              tinggi
2022 – 2027          Unggul dalam sumber daya manusia
2027 –2032       Unggul dalam pengelolaan dan layanan informasi   Kemuhammadiyahan, KeIslaman, dan ilmu pengetahuan melalui kerjasama


Misi 
  1. Membantu Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitia dan Pengembangan PP Muhammadiyah/Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan Majelis Pustaka PP Muhammadiyah dalam pengembangan  kepustakawanan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/PTMA;
  2. Melakukan silaturrahmi  dan membentuk jaringan kerjasama antarperpustakaan PTMA dan perpustakaan lain dalam dan luar negeri;
  3. Berusaha meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kesejahteraan sumber daya manusia perpustakaan PTMA
  4. Membantu upaya peningkatan eksistensi perpustakaan PTMA dalam menunjang caturdharma yakni; pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan Al Islam dan Kemuhammadiyahan/AIK.
Lasa Hs.




Jumat, 11 Agustus 2017

Dar Al Hikmah Library IIUM

IIUM memiliki beberapa perpustakaan yang menyebar di berbagai kampus yakni:
  1. Dar Al Hikmah sbg main library di Gombak.
  2. Centre for Found.Studies Libr. Selangor 
  3. Centre for Found.Stud.Libr.Pahabg 
  4. IIUM libr.Pahang 
  5. Syed Muhd.Naquib Al Attas Libr. jl.Duta Kuala Lumpur, 
  6. Libr.Inst.for the Malay World and Islamic Sivilisation.Perp yg di Gombak terdiri 
  7. lantai, koleksi kira satu milyar eks belum terhitung elektronik, mhs S1 bisa pinjam 15 eks selama sebulan, S 2 bisa pinjam 20 eks selama sebulan, dosen tetap boleh pinjam 30 eks selama dua bulan.Mereka menggunakan LCC, dan memiliki 55 pustakawan untuk 40 ribu mhs.Mereka telah lakukan literasi informasi,dan cek plagiasi turnitin.Repositori mereka hanya abstrak yg bisa diakses dari luar, fultex hanya bisa diakses di kampus.Masih sedikit artikel dan buku yg mereka tulis.

Dari hasil seminar yang telah diikuti oleh Lasa Hs. serta Novy Diana F., maka ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil :

  1. Perlu kerjasama pengembangan kepustakawanan PTMA dan perp.PT Islam Malaysia dalam bidang bidang tertentu.
  2. Perp Islam sudah punya Klsifikasi sendiri
  3. Di Muhammadiyah sdh ada perluasan klasifikasi Kemuhammadiyahan.
  4. Ke depan perlu klasifikasi Islam Internasional. untuk itu perlu duduk bersama pustakawan Islam minimal tingkat Asean.
Lasa Hs.

Seminar dan Call for Paper FPPTI DIY


Rabu, 09 Agustus 2017

Workshop Klasifikasi Islam Internasional di IIUM (Live Report)




Workshop ini diikuti sekitar 200 peserta dari PT Malaysia, UMY adalah satu satunya dari Luar Negeri. Acara tersebut diawali dengan sambutan Kepala Perpustakaan IIUM, Prof. Dr. Basri Hasan. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Prof. Dr. Abdelaziz Berghout WR Int.and industry and community relation. Beliau menyatakan betapa penting peran perpustakaan Islam dalam pengembngn ilmu ilmu islam. Dijelaskan juga bahwa sejak dulu, Perpustakaan Islam sudah mengenal klasifikasi. Klasifikasi tersebut bertujuaan ituk memudahkan pemustaka dalam menemukan koleksi yang mereka cari.
Acara tersebut kemudian dilanjutkan oleh pemakalah Assoc.prof Solehah Yaacob Dep.of.Arabic and language.IIUM.
Abad keemasan islam dimulai sejak awal tahun hijriyah. Saat itu perkembngn ilmu ilmu islam ditulis dalam bahasa Arab, persi dan yunani kuno. Perkembngan literatur islam meliputi teologi, sejarah, filsafat dll. Islam telah melahirkan ilmuwan terknal spt Ibnu Rusy, Ibnu Sina, Al Ghazali. dikatakan selanjutnya bhw penglompokan ilmu ilmu islam meliputi teologi, fisika, metafisik, filsafat, politik gramar dan bhs, logika. Masing masing melahirkn tokoh terknal dalam bidang mreka. Kejayaan ini nampak pd masa Bani Umayyah.

Dikatakan selanjutnya bahwa pemikiran Aristoteles mempengaruhi pemikiran Al Faraghi, Ibnu Sina, maupun Ibnu Rusyd. Perlu pengembangan klasifiksi Islam karena memiliki keunikan, antra lain Islam telah melahirkan berbagai pengetahuan dan ilmuwan dunia.


kemudian pada sesi 2 tentang The need for an authentic classific for islam and past efforts in building the classification schemes.by Balqis Suja dan Arfah Md Isa.

Ia memaparkan bahwa :

  1. Pengelompokan pengetahuan merupakan kegiatan fundamental
  2. Seleksi hadis telah dimulai sejak awal abad 8
  3. Perkembangan pemikiran muslim telah melahirkan sistem klasifikasi sejak AL Kindi sampai Al Dihlawi 1703 - 1762.
Sejarah klasifikasi diawali oleh Abu Yusuf Yakub ibn Ishak al kindi dalam kitab fikihnya telah mengelompokan menjadi fardhu ain dan fardu kifayah. Sementara itu Ghazali telah mengolompok agama wahyu dan non wahyu/alami, ilmu mukasafah dan husuli dalam tasawuf, ilmu syar'i dan aqliyah atau dalil naqli dan aqli, fardu ain dan fardhu kifayah.


Dari situ maka di Perpustakaan memunculkan konsep klasifikasi koleksi. Ia menjelaskan bahwa Perlunya klasifikasi dengan alasan bahwa klasifikasi merupakan dasar library science utk mengorganisir pengetahuan, dan mempermudah temu kembali informasi. Sejauh ini banyak sistem klasifikasi yg telah digunakan.
Ada beberapa macam klasifikasi, yaitu :

  1. Universal scheme spt UDC, ddc, bc, cc, dab lcc.
  2. Nat.general scheme spt Nederlandse Basis Class, SAB, Nippon Dewey.Chinese lib.class.
  3. Subject spesific sheme spt NLM, iconclass, moyd 4.home grown schemes

Pemateri berikutnya Balqis Suja' dan Arfah Md Isa adalah pustakawan IIUM menyatakan bahwa telah terbit buku buku klasifikasi dan tajuk subjek Islam seperti Arab Class.Scheme (Abu al Nur, 1973), Islam, outline of Class.Scheme (Ziauddin Sardar, 1978), Wan Alias Wan Abullah's DDC expansion form Islam, 1982, Adaptation of DDC in the Midle East (Mahvas K.Momeni, 1985),Daftar Tajuk Subjek Islam dan Klasifikasi Islam (M.Kaelani Eryono, 1990).

Sementara itu Perp.IIUM mengembngkn LCC seksi Islam dg pemikiran bhw selama ini dlm kepustakwanan Perp.PT berkiblat ke Barat, sistem klass.LCC lebih rinci, dan umat Islam perlu memiliki klasifikasi Islam internasional.

Memang sebagian besar perpustakaan PT Malaysia menggunakan LCC, sedangkan sebagian besar perp sekolah dan perpustakaan umum menggunakan DDC termasuk Perpustakaan Negara Malaysia.
Sistem Klass.Islam yg dirancang sejak 2004 ini nampaknya akan disempurnakan lagi dan rencana akan mengundang pustakawan Islam ASEAN termasuk Indonesia.
Beberapa pertimbangan pengembangan ini antara lain:
  1. Perlu klasifikasi Islam Internasional yg.independen dan komprehensif 
  2. LCC memiliki sejumlah nomor yg lebih rinci dan nomor utk perluasan 
  3. untuk mengunpulkan  berbagai sumber,user friendly, mempermudah katalogisasi.




Lasa Hs