Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Selasa, 31 Maret 2020

MENJAGA KESEIMBANGAN : Tulisan – 2




Resep sehat menyangkut kualitas dan kuantitas makanan yang ditentukan oleh Rasulullah saw adalah tengah-tengah yakni tidak berlebihan, tidak terlalu kenyang. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda yang artinya:” Orang mukmin itu makan untuk memenuhi satu perut, sedangkan orang-orang kafir itu makan untuk memenuhi 7 (tujuh) perut” (H.R. Bukhari dan Muslim).
          Secara teologis, dari hadits ini dapat dipahami bahwa pola makan dapat diketahui tingkat keimanan seseorang. Orang kafir akan makan dengan tujuh lambung. Ini dapat diartikan bahwa makan sangat berlebihan itu menujukkan kerakusan, tamak, serakah, dan pemborosan.
          Kemudian berkaitan dengan perut ini, Rasulullah saw bersabda yang artinya:” Perut itu ibarat kolam air dalam tubuh manusia. Di sana ada pembuluh-pembuluh darah yang bersambung ke seluruh tubuh. Apabila perut itu sehat, maka kesehatan pula yang dibawa pembuluh darah itu ke seluruh tubuh (H.R. Abu Hurairah).
          Penjagaan perut ini besar pengaruhnya terhadap kesehatan dan keselamatan secara rohani dan jasmani. Dalam hal ini sampai-sampai Rasulullah Muhammad saw menyatakan yang artinya:”Ilmu dan akal tidak mungkin pada perut besar yang dipadati dengan makanan (Karim, 1938 dalam Ramali 1951). Memperkuat hadits ini, ’Umar bin Khattab r.a. menyatakan :”Kuasai dan kendalikan nafsu perut besarmu, karena perut itu dapat merusak jasad dan mendatangkan penyakit yang menyia-nyiakan shalat (Ramali, 1951).
Habis

Lasa Hs.


Minggu, 22 Maret 2020

MENJAGA KESEIMBANGAN Tulisan – 1



Kadang orang terlalu semangat dalam melakukan aktivitas. Bagi mereka, bekerja keras dan mencapai keberhasilan itu merupakan prestasi tersendiiri dalam hidup. Dalam melakukan kegiatan ini kadang orang tidak memikirkan makan minum, bahkan kurang istirahat. Saking sibuknya, lalu capai dan sakit lantaran makan minum tidak teratur.
          Islam sebenarnya mengajarkan keseimbangan hidup antara lain dengan cara tidur cukup, istirahat cukup, makan minum bergizi, disamping ibadah  kepada Allah swt, dan beramal saleh. Keteraturan tidur dan berjaga harus dipenuhi agar terjaga kesehatannya. Dari sisi lain, Islam melarang membebani badan melebihi kemampuannya, seperti begadang sepanjang malam dan membiarkan perut tak terisi makakan dan menimuan berhari-hari lamanya.
          Disamping itu perlu dipahami bahwa berlebihan dalam makan minum kadang mendatangkan kesengsaraan. Perut harus dijaga kesehatannya. Sebab sebagian besar penyakit (rohani dan jasmani) itu berasal dan berpusat pada perut dan sekitarnya. Sebagai stasiun pertama, perutlah sebagai tempat makanan dan minuman disimpan dan diproses yang kadang menimbulkan penderitaan. Oleh karena itu apabila perut itu sehat, maka insyaa Allah akan baik akibatnya pada seluruh tubuh. Sebaliknya, apabila perut itu berpenyakit, maka hal ini akan memengaruhi sistem kerja alat jasad yang lain (Ramali, 1951: 253).
          Di satu sisi, perlu dipahami bahwa saluran pencernaan seperti lambung itu memiliki sifat sensitif terhadap perubahan yang tidak wajar pada saluran ini. Ketidakteraturan makan dalam waktu dan jenis makanan dapat berpengaruh pada kondisi saluran pencernakan dan kesehatan tubuh pada umumnya. Maka ada benarnya bahwa perut itu bisa menjadi sumber segala penyakit (rohani dan jasmani).
          Makan berlebihan juga membahayakan tubuh seseorang. Menurut para ahli kesehatan, bahwa makan terlalu banyak yang melebihi kebutuhan tubuh akan membahayakan. Bahkan akan memunculkan berbagai macam penyakit. Tubuh akan merubah makanan yang berlebihan itu ke dalam lemak. Badan yang berat akan membebani jantung sehingga menghalangi peredaran darah. Hal ini akan berakibat terganggunya fungsi alat-alat tubuh sehingga dapat menimbulkan penyakit ginjal, darah tinggi, pendarahan di otak, penyakit gula, dan lainnya.
         
Bersambung

Lasa Hs

Selasa, 17 Maret 2020

MENJAGA POLA MAKAN MINUM : Tulisan - 1



          Sebagaimana dipahami bahwa makanan dan minuman merupakan unsur penting dalam menjaga kesehatan. Kemudian makanan dan minuman dalam Islam disyaratkan makanan dan minman yang halalan thayyiban (halal dan kualitas/baik). Hal ini sebagaimana difirmankan Allah swt dalam Q.S. Al Baqarah : 168) yang artinya:” Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi”. Pengertian makanan minuman yang halal dalam hal ini dapat dilihat dari 4 (empat) aspek, yakni: aspek zat, sifat, cara memperoleh, dan akibat yang ditimbulkannya apabila mengkonsumsinya. Kemudian pengertian thayyiban berarti makanan yang baik dan bergizi. Makanan inipun juga harus dilihat dari kebersihan, rasa, cara penyajiannya, cara memerolehnya, dan cara mengkonsumsinya.
          Islam sangat menjaga kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman antara lain dari segi memperolehnya. Apabila cara memperolehnya dengan cara yang tidak halal seperti merampok, mencuri, berbuat bohong, korupsi, manipulasi, memalsu tanda tangan, memalsu ijazah, dan lainnya. Maka cara-cara ini tidak dibenarkan oleh Islam.
          Demikian pula keharaman makanan dan minuman dapat dilihat dari jenisnya seperti anjing, babi, ular, kalajengking, darah, minuman keras. Maka tak heran bangsa atau orang yang makan babi, ular, tikus, kalajengking , codot, sangat mudah kena penyakit, apalagi apabila binatang-binatang yang menjijikkan itu dimakan mentah dengan saos misalnya. Maka kita bisa menyaksikan sendiri akibat mengkonsumsi makanan yang diharamkan.  Oleh karena itu perlu kita renungkan peringatan Rasulullah swt dalam sabdanya :”Setiap tubuh yang tumbuh dari makanan/minuman yang haram, maka nerakalah yang layak baginya” (H.R.Turmudzi). Oleh karena itu, dalam mengkonsumsi makanan dan minuman harus berhati-hati, sesuai kebutuhan, dan tidak berlebihan. Sesuatu yang berlebih-lebihan itu akibatnya tidak baik. Firman Allah swt dalam Q.S. Al A”raf: 31 yang artinya: Makanlah dan minumlah kamu sekalian dan jangan berlebihan, sesungguhnya Allah swt itu tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”.
Bersambung

Lasa Hs


Senin, 16 Maret 2020

K.h Abdullah : Consoel Moehammadijah Celebes Selatan 1931-1938



K.H. ABDULLAH  (1895-24  April 1944), lahir di Maros, adalah putra Abdur Rahman dan Ibu Halimah. Semula ia belajar agama Islam kepada ayahnya sendiri. Setelah remaja, Abdullah  belajar kepada Petta Kalie di Maros. Setelah dewasa, ia menunaikan ibadah haji dan menetap di Makkah selama 10 tahun untuk memperdalam agama Islam.  Di Makkah ini, beliau menikah dengan Fatimah, asal Maros yang saat itu juga  menunaikan ibadah haji

Setelah merasa cukup belajar di Makkah, lalu Abdullah pulang ke Tanah Air dan tinggal di Kampung Butung Makassar. Dari sini, beliau mengajar, bersilaturrahmi, dan berkenalan dengan orang-orang dari Jawa yang memahami  Muhammadiyah.  Melalui interaksi ini, beliau dan sahabatnya bernama Mansyur Al-Yamani menjadi anggota Muhammadiyah.

Atas inisiatif Mansyur, maka diselenggarakan pertemuan di rumah Haji Muhammad Yusuf Daeng Mattiro. Pertemuan malam tanggal 15 Ramadhan itu melahirkan  Muhammadiyah  Group Makassar, K.H. Abdullah sebagai Vorzitter. Satu tahun kemudian Muhammadiyah Group Makassar menjadi Cabang, dan Muhammadiyah semakin berkembang. K.H. Abdullah menjadi Koordinator Muhammadiyah untuk daerah-daerah Campalagian, Batu-Batu (Soppeng), Tabbaa, Lampoko Sengkang, Labbakang, Maros, dan lainnya

Sejak terbentuknya cabang pada 1927 lalu digelar Konferensi Muhammadiyah pertama pada tahun 1928 di Makassar, dan muktamar kedua tahun 1929 di Sengkang, ketiga tahun 1930 di Majene, ke empat tahun 1930 di Bantaeng, ke lima pada tahun 1931 di Labbakkang, dan ke enam pada  tahun  1932 di Palopo. Pada konferensi ke enam ini, K.H.Abdullah dipercaya sebagai Konsul Muhammadiyah Celebes  Selatan  pertama kali.

Pada masa kepemimpinan beliau  selama 11 tahun, yakni selama 4 (empat) tahun sebagai voorzitter cabang dan selama 7 (tujuh) tahun sebagai konsul, K.H. Abdullah berhasil memajukan Muhammadyah di Celebes Selatan. Beliau meninggal dunia menjelang shalat dhuhur bersamaan dengan serangan bom Belanda terhadap kapal-kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan Makassar

Lasa Hs.




Minggu, 15 Maret 2020

Maklumat PP Muhammaditah tentang Wabah Virus Corona

Maklumat PP Muhammaditah tentang Wabah Virus Corona

Sabtu, 14 Maret 2020

BEKERJA KERAS : Tulisan - 1




Setiap orang pasti ingin maju dan berhasil dalam kehidupan mereka. Hari ini diusahakan agar lebih baik dari kemarin. Besok harus lebih baik dari hari ini. Sedangkan untuk mencapai keberhasilan, orang harus berani bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas, dan bekerja tuntas.
          Keberhasilan dan kemajuan seseorang akan tercapai antara lain karena memahami apa makna hidup. Hidup adalah anugerah Allah yang sangat berharga. Anugerah itu harus disyukuri antara lain dengan melakukan dan menghasilkan sesuatu yang positif. Salah satu pilihan untuk menghasilkan yang positif adalah bekerja keras. Bekerja memiliki banyak makna dan bukan sekedar mencari uang. Bekerja dapat dinilai sebagai salah satu bentuk syukur dan beribadah kepada Allah swt. Sebab dengan melalukan suatu pekerjan berarti kita memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita dan orang lain.
          Putaran otak, gerakan tangan, dan langkah kaki untuk menggapai kemanfaatan diri atau orang lain, sebenarnya merupakan langkah positif meskipun belum menghasilkan. Agama apapun tidak mengajarkan pemeluknya untuk bermalas-malasan. Pada umumnya agama dunia menganjurkan umatnya untuk berusaha dan bekerja. Sebab dengan melakukan pekerjaan atau bekerja akan menaikkan status sosial seseorang dan tidak membebani orang lain.
          Suatu ketika Rasulullah saw kedatangan seorang laki-laki yang mengadukan kefakirannya. Mendengar keluhan itu, lalu Rasulullah saw memberikan 2 (dua) dirham dan bersabda:”Apakah kamu memiliki sesuatu ?. ”Tidak, wahai Rasulullah” Jawab orang itu. Lalu orang itu diberi uang sebanyak 2 (dua) dirham lagi oleh Rasulullah saw dan beliau bersabda :”Terimalah uang ini. Belilah makanan sekedarnya untuk kamu dan keluargamu. Sisanya coba belikan kampak. Dengan kampak itu engkau mencari kayu di hutan lalu juallah kayu itu untuk memenuhi kebutuhanmu yang lain”. Setelah 15 hari dari pertemuan itu, lelaki itu sowan kepada Nabi Muhammad saw dan matur :”Wahai Rasulullah, Alhamdulillah sungguh Allah telah memberikan barakah kepada kami sekeluarga sebagaimana Rasul perintahkan kepada kami. Alhamdulillah kini kami telah mengumpulkan uang sebanyak 10 (sepuluh) dirham. Uang yang 5 (lima) dirham saya gunakan untuk membeli makanan untuk anak isteri, dan yang 5 (lima) dirham saya gunakan untuk membeli pakaian mereka”. Mendengar cerita itu, Rasulullah saw nampak berkenan lalu bersabda :”Hal itu lebih baik daripada kamu meminta  kepada orang lain”.
          Dengan bekerja seseorang akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi bila dibandingkan dengan orang yang tidak bekerja. Orang yang bekerja itu mau bersusah payah. Mereka tidak dipandang rendah oleh orang lain. Bahkan predikat orang bekerja menjadi ”penghasil sesuatu” dan bukan lagi sebagai peminta. Dengan kata lain, bahwa orang bekerja itu ibarat baju yang bermerek yang harganya tentunya lebih tinggi dari baju yang tidak bermerek.
          Orang-orang yang bekerja dalam bidangnya dengan baik, akan memberikan makna dalam kehidupan dan namanya akan dikenang sepanjang masa.Sekecil apapun pekerjaan seseorang asal dilakukan dengan tekun dan baik, maka akan memberikan makna tersendiri. Dalam hal ini, Martin Luther Jr., pernah mengatakan :”Kalau anda terpanggil menjadi tukang sapu jalan, maka sapulah jalan itu seperti Michelangelo melukis, atau seperti Bethoven mengubah musik. Bahkan seperti Shakespeare menulis sajak., Sapulah jalan itu dengan baik, sehingga semua penghuni surga dan bumi akan berhenti sejenak untuk mengatakan :”Di sini pernah hidup seorang tukang sapu jalan yang hebat yang sangat baik kerjanya”.

Bersambung

Lasa Hs

Kamis, 12 Maret 2020

BIMBINGAN AKREDITASI PERPUSTAKAAN UNIMUS



Kebersamaan menjadi ciri khas perpustakaan PTMA dan di Muhammadiyah pada umumnya. Untuk lebih meningkatkan kebersamaan ditanamkan bahwa yang merasa kuat harus membantu yang lemah, dan yang merasa lemah tidak perlu sungkan-sungkan minta bantuan yang kuat. Toh kita ini sudara kandung. Demikian dikatakan Lasa Hs selaku ketua FPPTMA dalam mengawali bimbingan akreditasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Semarang/UNIMUS tanggal 11 Februari 2020.
Perpustakaan UNIMUS akan mengajukan akreditasi perpustakaan PT insya Allah akhir Maret 2020 menggunakan anggaran APBN. Dengan adanya bimbingan, diharapkan perpustakaan mampu menyajikan data kegiatan dan data sarana prasarana untuk mencapai standar yang ditetapkan. Semoga Perpustakaan PTMA yang lain juga menyiapkan diri untuk mengajukan akreditasi.
(Lasa Hs)



Senin, 09 Maret 2020

Perpustakaan UMM Raih Akreditasi A

UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang kembali mempertahankan   nilai “A”setelah terakreditasi  oleh Perpustakaan Nasional Indonesia dengan   nomor sertifikat 0011 O/LAP.PT/XI.2019. Hasil ini diperoleh setelah melalui tahapan evaluasi   dari team Asesor PERPUSNAS pada tanggal  1 November 2019   oleh Bapak Drs. Supriyanto, M.Si  dan  Ibu Zurniaty Nasrul, MLS. Pengakuan Akreditasi ini memiliki kuran waktu 5 tahun dan akan berakhir tahun 2024.

Hasil Evaluasi ini didasarkan pada penilaian dari 6 ( enam ) komponen  yang telah di tentukan,  meliputi :  Komponen Koleksi, Komponen Sarana dan Prasarana, Komponen Pelayanan Perpustakaan, Komponen Tenaga Perpustakaan, Komponen Penyelenggaraan dan Pengolahan Perpustakaan serta Komponen Penguat. Pada masing – masing komponen memiliki bobot nilai yang berbeda – beda. Dengan terakreditasinya UPT. Perpustakaan UMM dari PERPUSNAS sebagai upaya untuk menunjukkan eksistensinya kepada semua masyarakat terutama sivitas akademika,  bahwa perpustakaan menjalankan sesuai  peranannya sebagai unit pelaksana teknis dalam sebuah Perguruan Tinggi yang mengemban tugas mendukung tujuan lembaga induknya, dengan  memberikan layanan kepada sivitas akademika dan masyarakat pemakai di sekitarnya, yang relevan dengan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Diharapkan dengan terakreditasinya UPT. Perpustakaan UMM dengan nila “A” tidak menjadikan lengah dan hanya berdiri di tempat saja, akan tetapi lebih  terpacu untuk  mengembangkan diri dan berinovasi, sehingga mampu meningkatkan pelayanan dengan maksimal. Adanya   penghargaan ini tentu saja membanggakan  bagi seluruh Pimpinan dan Staff  UPT. Perpustakaan, dan  merupakan pembuktian  bahwa perpustakaan   memiliki sistem serta kinerja yang bagus.  Terakreditasinya Perpustakaan UMM juga bentuk apresiasi dan pengakuan bagi orang – orang yang ada  didalam perpustakaan yang telah bekerja keras dan  mencurahkan  pikiran serta tenaganya untuk perpustakaan yang terkadang banyak tidak di ketahui semua orang.

Perpustakaan UMS menggelar Workshop “CITATION RESOURCE AND PUBLICATION RESEARCH”

Sabtu (7/3/2020) Perpustakaan UMS menggelar  Workshop “CITATION RESOURCE AND PUBLICATION RESEARCH” di Ruang Diskusi Lt.1 Perpustakaan UMS. Workshop diisi oleh dua narasumber yaitu Dwi Linna Suswardany, S.KM.,M.P.H yang merupakan Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan dan Maria Husnun Nisa, S.Sos.,M.A dari Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Sistem Pengendalian Mutu Perpustakaan UMS.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut terdiri dari tiga sesi. Pada sesi pertama workshop diisi oleh Maria Husnun Nisa, S.Sos.,M.A dengan materi Penelusuran Jurnal Online. Kemudian pada sesi kedua penyampaian materi yang berupa Sitasi Sumber-sumber Ilmiah serta Publikasi Hasil Penelitian Pada Jurnal Nasional dan Internasional disampaikan oleh Dwi Linna Suswardany, S.KM.,M.P.H.
Workshop yang dihadiri oleh 50 peserta terdiri dari mahasiswa S1 maupun S2 tersebut diakhiri dengan materi Pelatihan Reference Manager Mendeley oleh Maria Husnun Nisa, S.Sos.,M.A. (Nnf190)

Sumber : http://library.ums.ac.id/perpustakaan-ums-menggelar-workshop-citation-resource-and-publication-research/

Kamis, 05 Maret 2020

SOEHARTO : BIBIT MUHAMMADIYAH Tulisan – 2



        Hubungan Jenderal Soeharto dengan para kiyai Muhammadiyah pun akrab. Kalau berembug dengan kiyai Muhammadiyah ia dikenal rasional sekaligus menampakkan rasa hormatnya. Ketika suatu hari Panitia Rehabilitasi Masyumi mendatanginya, ia pun menyambut dengan baik. Kiyai Muhammadiyah yang membidangi Lembaga Hikmah bersama tim, waktu itu menginginkan agar Partai Masyumi direhabilitasi karena tidak pernah bersalah kepada Republik ini. Pak Harto menolak permintaan, tetapi tidak asal menolak. Pak Harto bertanya:”Bapak-bapak, sebenarnya apa yang ingin diperjuangkan oleh Bapak-bapak dari Muhammadiyah ini ?”. “Kami ingin ada suasana yang Islami dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Untuk itu perlu adanya tempat ibadah yang banyak sebagai tempat untuk membina kehidupan Islam tersebut”. Jawan Kiyai Muhammadiyah.
            ‘Baik kalau begitu saya akan membuat kebijakan membangun masjid dan mushala di stasiun, di terminal, di bandar udara, di pelabuhan, di sekolah, di kampus, dan di kantor-kantor pemerintah” Kata Pak Harto.
            Mendengar jawaban itu para kiyai Muhammadiyah pun lega. Dan antara para kiyai Muhammadiyah dan Pak Harto terus terjalin silaturrahmi sehingga kalau ada masalah yang krusial dapat diselesaikan dengan bijak. Termasuk masalah asas tunggal yang dapat diselesaikan oleh Pak AR Fakhruddin dengan Pak Harti dengan sangat arif.
(Mustofa W. Hasyim)
(Sumber Suara Muhammadiyah, 1 – 15 Agustus 2015, edisi khusus Muktamar 47 di Makasar).





Ijabah doa



Salah satu ibadah yang sangat mudah dilakukan yaitu berdoa, hanya bermodal harapan saja kepada Allah, hal itu sudah menjadi nilai ibadah yang luar biasa. Allah sendiri berfirman bahwa “berdoalah kepadaku, niscaya akan aku kabulkan”. Dari firman tersebut, maka Allah menjamin kepada setiap doa manusia bahwa doanya pasti dikabulkan. Namun yang menjadi masalah, kadang kita merasa sudah sering berdoa, namun ada beberapa doa yang belum kunjung dikabul oleh Allah.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka ada beberapa tipe ijabah doa :

  1.  Doa yang dipanjatkan akan dikabulkan segera, karna Allah menilai ia pantas mendapatkan apa yang menjadi doanya
  2.  Doa yang dipanjatkan bisajadi diganti dengan hal lain yang menurut Allah lebih bak. Karna Allah berfirman “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu”.
  3.  Doa yang dipanjatkan akan dikabulkan di surga


Senin, 02 Maret 2020

SOEHARTO BIBIT MUHAMMADIYAH : Tulisan – 1



Gemuruh tepuk tangan membahana di Stadion Lam Pineung Banda Aceh, ketika Presiden Soeharto mengaku “bibit Muhammadiyah” yang ditanam di bumi Indonesia. “Tanpa tedheng aling-aling saya ini bibit Muhammadiyah yang ditanam di bumi Indonesia dan Alhamdulillah memeroleh kepercayaan masyarakat Indonesia untuk memimpin pembangunan nasional. Semoga apa yang saya lakukan ini tidak mengecewakan warga Muhammadiyah”Kata Presiden usai menyampaikan pidato saat membuka Muktamar Muhammadiyah ke 43 itu. Kontan ribuan hadirin serentak menyatakan  “tidak”.  Di  kala remaja , Presiden bersekolah di SMP Muhammadiyah Yogyakarta, dan mengaji pada KH AR Fachruddin yang kelak menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah.
        Demikian berita yang dimuat pada Media Indonesia Minggu Edisi 9 Juli 1995 yang mengisyaratkan betapa dekatnya Jenderal Soeharto dengan Muhammadiyah. Para peserta Muktamar di Banda Aceh itu kemudian mencatat bagaimana para pejabat tinggi negara yang mendapat kesempatan berbicara di forum Muktamar kemudian ramai-ramai menyatakan diri dekat dengan Muhammadiyah. Menteri Penerangan Harmoko mengisahkan bagaimana di masa mudanya dulu ia aktif di sebuah ranting di bilangan Senen. Menteri Keuangan Mar’i Muhammad menyatakan bahwa ia lahir di BKIA ‘Aisyiyah Solo. Wakil Presiden Try Sutrisno mengisahkan bahwa sekolahnya dekat  dengan sekolah Muhammadiyah di Surabaya. Setiap hari ia kalau berangkat sekolah selalu melewati depan sekolah Muhammadiyah”. Jadi saya cukup mengenal Muhammadiyah sejak dulu, katanya. Di Muktamar Muhammadiyah di Aceh pula muncul program Muhammadiyah akan mendirikan stasiun televisi.
        Persentuhan Presiden Soeharto dengan Muhammadiyah berlangsung sejak dini. Ia juga aktif di kepanduan Hizbul Wathan dan mulai mengenal para pahlawan seperti Raden Ajeng Kartini dan Pangeran Diponegoro dari sebuah Koran yang sampai ke desa. Kalau ia menyebut dirinya sebagai bibit Muhammadiyah karena sejarah hidupnya memang mengatakan demikian. Sepanjang Jenderal Soeharto memerintah selama 32 tahun, dia selalu menyempatkan untuk hadir pada saat ada perhelatan penting di Muhammadiyah. Bukan hanya ketika ada Muktamar, ketika ada sidang Tanwir pun, kalau ia diundang, Soeharto selalu menyempatkan diri untuk memberi sambutan.
        Presiden Soeharto pun  meniru Presiden Soekarno yang juga bibit Muhammadiyah untuk memberi kesempatan kader terbaik Muhammadiyah menjadi menteri Kabinetnya, dan memberi kesempatan untuk menduduki jabatan dan posisi strategis di pemerintahan.
  
Bersambung