Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Rabu, 18 April 2018

MUSIK BUKAN SEKEDAR HARMONI


Judul Buku      : Terapi MUSIK Bidang Keperawatan
Penulis Buku   : Dian Natalina, M.Mus.The
Penerbit           : Jakarta; Penerbit Mitra Wacana Media, 2013
Ketebalan        : + 71 halaman
ISBN               : 978-602-1521-42-7

            Terapi Musik adalah suatu proses yang menggabungkan antara aspek penyembuhan Musik itu sendiri dengan kondisi dan situasi; fisik/tubuh, emosi, mental, spiritual, kognitif dan kebutuhan sosial.  Pengetahuan penyembuhan berbagai penyakit dan gangguan psikologi melalui Terapi Musik telah berada sejak berabad-abad sebelum Masehi. Terapi Musik dikenal kemudian diterapkan  di Indonesia sejak tahun 2000.
            Melalui buku Dian Natalina, M.Mus. The dalam buku yang berjudul “Terapi Musik Bidang Keperawatan” memberikan pengenalan akan terapi musik, bagaimana bentuk terapi musik, faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses terapi dan bagaimana langkah-langkah dalam proses terapi musik tersebut.
            Selain itu, buku ini juga memperkenalkan apa dan bagaimana terapi musik itu diterapkan sehingga musik bisa menjadi media dalam proses penyembuhan bukan sekedar relaksasi. Dan hal yang peling penting dari lembaran buku ini adalah bagaimana seorang terapis menggunakan alat musik dan memilih jenis musik untuk mencapai hasil akhir yang tepat bagi klien.
            Buku ini dilengkapi beberapa contoh lagu dengan dibubuhi beberapa not balok dan gambar alat - alat instrumen musik agar dapat memudahkan pembacanya dalam melakukan proses terapi musik. Diharapkan melalui buku ini, proses terapi musik akan diketahui secara menyeluruh dan lebih dikembangkan lagi di indonesia.
Niken Wahyu Rohmawati

Minggu, 15 April 2018

JADWAL SEMINAR PERPUSTAKAAN TH. 2018

1. 18 April Seminar Kepustakawanan “Peran Pustakawan dalam Mobilisasi Pengetahuan Untuk Masyarakat“ dan Musyawarah Daerah | IPI DKI Jakarta
2. 19 April Seminar Nasional & Workshop “Menulis Cerdas Tanpa Plagiasi di Era Digitalisasi" | Univ Begkulu
3. 20 April Seminar Nasional “Future Librarianship in Knowledge Society” | UPI Bandung
4. 23 April Diskusi Layanan Informasi Perpustakaan | ISIPII, FPPTI, FPKI Jakarta
5. 25 -26 April ICOAL International Conference of Airlangga Library “Transformasi Perpustakaan Sebagai Manajemen Data Research Untuk Mendukung World Class University" | UNAIR Surabaya
6. 28 April "Sosialisasi Unit Layanan Perpustakaan Berorientasi pada Disabilitas, Perempuan dan Lanjut Usia" | UK Petra Surabaya
7. 30 April Seminar Nasional “Kompetensi Kepustakawanan di Era Digital dalam Rangka Mendukung Knowlegde Management dan Karya Ilmiah” | UNIKA Soegijapranata Semarang
8. 1- 5 Mei CONSAL XVII “Next Generation Libraries : Collaborate And Connect” | Myanmar
9. 3 Mei International Seminar “Intl Conference of Digital Literacy and Library Based Creative Knowledge in Digital Era” | UNS Surakarta
10. 14-15 Mei International Conference on Knowledge and Scholarly Communication | Pascasarjana UGM Yogyakarta
11. 17 Juli Seminar Perpustakaan Univ 17 Agustus (Untag) Surabaya
12. 18-19 Juli ICLICK International Conference on Life, Innovation, Change and Knowledge | UNPAD Bandung
13. 19 Juli Seminar Nasional “Literasi Informasi Membangun Kreativitas Generasi Muda” | Pustaka Bogor
14. 24-30 Agustus IFLA WLIC 2018 “Transform Libraries, Transform Societies”
15. 13 September 2018 International Conference on Record and Library (ICRL), Surabaya
16. 19-20 September  ICDI International Conference on Documentation and Information “The Development of Knowledge Product in Libraries and Information Centers”
16. Oktober Seminar Ilmiah dan Kongres IPI | Surabaya
17. November KPDI 11 | Medan

Kamis, 12 April 2018

KEMANDULAN Oleh Lasa, Hs


Kemandulan kadang hanya dikonotasikan sebagai orang yang tidak memiliki keturunan. Kemandulan dalam arti substantif adalah ketidakmampuan seseorang atau kelompok untuk memanfaatkan potensi secara optimal. Mereka yang kaya harta tidak mampu menikmati kekayaan itu. Mereka yang punya jabatan ternyata tidak mampu memanfaatkan kekuasaan itu. Mereka yang berilmu dikatakan mandul apabila dengan ilmu mereka tidak mampu melahirkan pemikiran intelektual. Deretan gelar di depan maupun belakang namanya itu tidaklah berarti kalau memang nyatanya tidak mampu memanfaatkan ilmunya itu untuk kemaslahatan umat.
            Rasulullah Saw menyatakan tentang hakikat kemandulan dalam salah satu hadistnya, yang artinya beliau bersabda:” Tahukah kamu sekalian apa yang dimaksud dengan orang yang mandul ? Kami (para sahabat) menjawab. “ialah mereka yang tidak mempunyai keturunan atau tidak punya anak”. Kemudian Rasulullah Saw bersabda : Yang dimaksud orang mandul ialah orang yang mempunyai anak, kemudian ia mati tanpa memeroleh suatu kebaikanpun dari mereka (anak-anaknya). Kemudian beliau bertanya lagi ,”Tahukah kamu siapa yang disebut miskin itu ?. Mereka (para sahabat) menjawab “ialah mereka yang tidak memiliki harta”. Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda: orang yang miskin itu ialah setiap orang yang punya harta kemudian ia mati tanpa memeroleh suatu kebaikan pun dari hartanya itu” (H.R. Ahmad). 



Senin, 09 April 2018

IBNU RUSYD ( 1126 – 1198) – Filosuf, pemikir Islam dan Bapak Ilmu Kedokeran.

Ahli hukum, pemikir Islam, filosuf, dan ahli ilmu kedokteran ini di Barat lebih dikenal dengan nama Averus. Beliau lahir dengan nama Abu al Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad yang lahir tahun 1126 di Kordoba. Beliau menguasai fikih, kedokteran, logika, filsafat, maupun matematika. Ia juga dikenal sebagai Penerjemah Agung (Asy Syarih al A’dzam)  lantaran jasanya sebagai komentator, menerjemahkan dan memberi penjelasan terhadap pemikiran Arisoteles, Al Farabi, Ibnu Sina, dan Al Ghazali. Dalam hal filsafat, beliau berbeda pendapat dengan Al Ghazali.
            Imam Ghazali menyatakan dalam bukunya Tahafut al Falasifah bahwa filsafat itu bisa menyesatkan manusia.  Sedangkan Ibnu Rusyd berpendapat dalam bukunya Tahafut at Tahafut  bahwa filsafat itu tidak menyesatkan manusia.
Filosuf dan pemikir terbesar dunia ini pernah menjadi qadi di Sevilla (1169) , di Kordoba (1171), dan pernah menjadi dokter istana (1182). Diantara bukunya yang terkenal adalah Al Kulliyat fi ath Thib terdiri dari 7 jilid. Di buku ini beliau sangat detail menjelaskan berbagai penyakit dan pengobatannya, pembedahan, dan peredaran darah. Karyaya dalam fiqh  adalah Bidayatul Mujtahid telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.   
Lasa Hs.

2 PUSTAKAWAN FPPTMA LOLOS CFP IFLA



Alhamdulillah,  tahun 2018 ini dua orang pustakawan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/FPPTMA lolos Call for Paper yang diselenggarakan oleh Internationa Federation Library Association. Mereka adalah Raisa (UM Yogyakarta) dan Atin (UM Magelang) akan presentasi tanggal 26 Agustus 2018 di Kualalumpur. Raisa akan menyampaikan makalah dengan judul Instagram as a media to get information: a case study at Grhatama Pustaka special Region of Yogyakarta.

PEDULI MENCERDASKAN UMAT


Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, dan Bulan Suci Ramadhan sebagai bulan diturunkannya wahyu pertama S. Al ‘Alaq (1 – 5) Perpustakaan UMY akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan; bedah film Ny. Ahmad Dahlan (Ny. Walidah), bedah buku, seminar literature review, dan gerakan wakaf buku. Untuk masing-masing kegiatan telah dibentuk panitia dan program kerja.
Buku-buku yang terkumul akan disalurkan ke Perpustakaan PTMA, sekolah-sekolah Muhammadiyah, Taman Bacaan Muhammadiyah, perpustakaan masjid, maupun taman bacaan komunitas Muhammadiyah.  Pengiriman buku-buku ke perpustakaan komunitas akan ditangani oleh Majelis Pustaka & Informasi PP Muhammadiyah yang telah menjalin kerjasama dengan Kantor Pos. Pengiriman dilakukan setiap tanggal 17 tiap bulan gratis.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya ikut serta menumbuhkan kesadaran berilmu untuk kecerdasan bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang membaca/melek informasi.


PEREMPUAN HARUS TAHU!



Judul Buku     : Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi Perempuan: Promosi, Permasalahan dan     Penanganannya dalam Pelayanan Kesehatan dan Keperawatan.
Penulis Buku   : Dr. Yati Afiyanti,SKp., MN. & Anggi Pratiwi, SKep.
Penerbit           : Rajawali Pers
Cetakan           : Pertama, Juni 2016
Ketebalan        :  xx, 192 halaman; 23 cm
ISBN               : 978-979-769-951-2
Seksualitas serta reproduksi perempuan memang masih sering di anggap tabu oleh sebagian orang di Indonesia, padahal semestinya informasi mengenai masalah kesehatan  seksualitas dan reproduksi perempuan sangat penting untuk diketahui. Karena informasi tersebut dapat membantu perempuan untuk mencegah terjadinya berbagai macam masalah reproduksi yang kerap dialami oleh wanita di Indonesia.
Buku ini ditulis oleh Dr. Yati Afiyanti,SKp., MN. & Anggi Pratiwi, SKep. Kedua penulis merupakan lulusan pendidikan ilmu Keperawatan, sehingga buku ini dapat menjadi sumber belajar bagi mahasiswa keperawatan terkait sistem reproduksi perempuan. Meskipun buku ini ditulis secara khusus untuk perkembangan ilmu kesehatan dan keperawatan pada area kesehatan perempuan, namun secara umum buku ini dapat menjadi sumber belajar bagi para perempuan yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan reproduksi, seksualitas dan permasalahannya dalam rangka mencegah diri dan keluarganya untuk mencegah dari masalah-masalah tersebut.
Belajar mengenai kesehatan reproduksi dan seksual perempuan merupakan bahasan yang menarik untuk dipelajari secara mendalam dengan berbagai alasan. Alasan pertama perempuan memiliki masalah reproduksi yang lebih kompleks dibandingkan laki-laki, hal ini karena perempuan menjalani fungsi multiperan, yaitu fungsi reproduksi, fungsi produksi, dan fungsi merawat dan mengasuh keluarga. Saat menjalankan fungsi reproduksi yaitu hamil, melahirkan dan setelah melahirkan perempuan memiliki resiko besar mengalami kesakitan dan kematian. Alasan yang kedua, kebanyakan perempuan memiliki sifat tertutup dan malu-malu dalam mengungkapkan masalah reproduksinya. Kemudian alasan selanjutnya adalah fakta sebagian besar kaum perempuan masih memiliki pengetahuan yang terbatas terkait pemeliharaan kesehatan reproduksi dan seksual sehingga mereka kurang menyadari pentingnya memelihara kesehatan reproduksi.
Oleh karena banyaknya alasan pentingnya mempelajari seksualitas dan kesehatan reproduksi wanita, buku dengan tebal 192 halaman ini memberikan informasi dengan lengkap terkait kesehatan reproduksi perempuan, permasalahan pada organ reproduksi dan seksualitas perempuan, pencegahan, pengobatan serta penangannnya.
Niken Wahyu Rohmawati







Jumat, 06 April 2018

PELESTARIAN NASKAH NUSANTARA

Naskah nusantara merupakan warisan budaya yang berisikan tentang pengetahuan, adat istiadat, serta perilaku masa lalu yang penuh dengan nilai-nilai luhur. Sebagai pustakawan kita memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan dan memelihara naskah nusantara agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Peradaban dunia tidak akan bisa berubah tanpa sentuhan orang-orang yang berani mengubah dan mengembangkan peradaban tersebut, dan ini adalah ranah kita untuk terus memelihara dengan berbagai macam uapaya, seperti digitalisasi, penerjemahan naskah dan lain sebagainya agar naskah nusantara dapat memberi manfaat dan memberi wawasan yang luas bagi generasi penerus bangsa.
Seminar yang dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret pada tanggal 28 Maret 2018 dalam rangka ulang tahun UNS yang Ke-42 mengambil tema “Pengembangan Literasi Seni Dan Budaya Kreatif Berbasis Nilai-Nilai Luhur Dalam Naskah Nusantara”. Dalam paparannya, Djoko Nugroho Witjaksono menjelaskan bahwa nilai-nilai luhur, pesan moral, ajaran bahkan berbagai pengalaman dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah nusantara, khususnya yang berkaitan dengan seni dan budaya sangat mungkin dilakukan, bahkan diharapkan mampu menjadi basis pengembangan seni dan budaya kreatif di Indonesia. Lebih lanjut Furqon Hidayatullah dalam hal inil menggali lebih dalam dari aspek Pendidikan karakter dan nilai luhur yang ada dalam naskah-naskah nusantara, ditambah Hadi S. Topobroto lebih menyoroti tentang literasi budaya dan bahasa dalam perkembangan peradaban.
Indonesia memiliki ribuan naskah dengan beragam aksara dari berbagai daerah. Naskah-naskah ini tentu saja merefleksikan peradaban dan kebudayaan lokal yang pernah digunakan oleh berbagai etnis dan suku bangsa. Inilah yang dimaksud dengan “naskah nusantara”, yaitu naskah yang ditulis oleh mereka yang (pernah) hidup di wilayah Nusantara (Indonesia), seperti Naskah Sutasoma, Negara kertagama, dan Serat Centhini hanyalah sebagian kecil contoh naskah nusantara yang ada di negeri ini. Hampir sebagaian besar naskah nusantara memiliki kandungan nilai luhur tentang jati diri baik itu dari sejarahnya atau dari sudut pandang yang lain. Naskah-naskah nusantara ini dapat menjadi jembatan penghubung antara masa lampau, masa kini, atau masa yang akan datang Oleh sebab itu, naskah naskah nusantara ini ibarat harta karun yang tak akan habis digali.

Pustakawan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar untuk terus berupaya melestarikan naskah-naskah yang ada di nusantara ini, sebab masih banyak naskah di belahan nusantara ini yang belum di kelola dengan baik. Tentunya banyak cara untuk mengelola dan melestarikan naskah-naskah nusantara, antara lain dengan cara digitalisasi, artinya koleksi atau bahan pustaka di jadikan bentuk digital, agar koleksi itu bisa terus di manfaatkan sampai anak cucu kita. Pertanyaannya apakah saat ini kita sebagai pustakawan sudah melakukan hal ini? Atau mungkin malah belum terlintas dibenak kita untuk ikut andil dalam melestarikan naskah-naskah nusantara yang ada disekitar kita. Hal ini menjadi renungan kita bersama sebagai pustakawan untuk ikut berpartisipasi dalam melastaraikan dan memanfaatkan kekayaan budaya negeri kita tercinta, terutama mengenai naskah-naskah nusantara.

Muhkamad Fatori

Kamis, 05 April 2018

PEMBERIAN YANG PANTAS

Pemberian yang pantas atau sesuatu yang masih disukai merupakan kehormatan bagi yang diberi dan menjaga martabat bagi yang memberi. Dengan cara ini akan terjadi ukhuwaah/persaudaraan yang  hakiki diantara sesama.
Suatu petang, Rasulullah Saw kedatangan seorang tamu di masjid. Tamu itu ikut shalat jama’ah Maghrib dan Insya’. Setelah selesai melaksanakan shalat jama’ah Isya’, Rasulllah Saw bertanya kepada para sahabat yang ikut berjama’ah tadi apakah diantara mereka ada yang bersedia menjamu tamu itu di rumah.Lalu ada seorang sahabat bernama AbuThalhah yang menawarkan diri untuk menerima tamu itu. Lalu tamu itu diajak ke rumah Abu Thalhah. Sesampai di rumah Abu Thalhah, beliau memberitahukan perihal tamu itu kepada isterinya. Isteri Pak Thalhah segera tanggap dan menyatakan bahwa malam itu tinggal satu porsi makanan  untuk PakThalhah.
Dengan dilandasi ukhuwah yang kuat dan penghayatan nilai-nilai Islam,suami isteri itu tetap ingin mengormati tamu itu. Kemudian disediakan makanan tadi di meja makan, dan AbuThalhah mengajak tamunya itu untuk makan malam.
Maka  mulailah tamu itu menikmati hidangan makan malam dan saat itu lampu dimatikan. Pada saat lampu mati itu,Abu Thalhah pura-pura makan dengan menggerak-gerakkan sendok di piring. Mulutnyapun seolah-olah sedang makan. Padahal beliau tidak makan apa-apa.Sebab hidangan yang satu porsi itu diberikan kepada tamunya itu. Setelah selesai makan, maka tamu itu dipersilahkan tidur. Sementara itu, suami isteri itu tidak makan sampai pagi.
            Setelah tiba waktu Shubuh, tamu itu diajak untuk melaksanakan shalat Subuh berjama’ah di masjid. Kejadian semalam yang dialami oleh Abu Thalhah itu dicertiakan kepada Rasululla Saw. Lalu Rasulullah Saw menyatakan:”Allah amat kagum melihat perbuatanmu menyelenggarakan tamu tadi malam wahai Abu Thalhah.      
            Kejadian tersebut merupakan cermin penghormatan tamu dan pemupukan persaudaraan bermasyarakaat (ukhuwah itima’iyyah) antar sesama muslim. Dengan pengamalan kebaikan (birr)  akan tercipta masyarakat yang damai, tenteram, saling menghormati dan kasih sayang. Dalam hal ini Rasulullah Saw menyatakan :” Ahli surga itu terdiri dari tiga golongan. Pertama adalah orang yang memegang kekuasaan yang berlaku adil. Kedua adalah mereka yang kasih sayang dan lembut hatinya terhadap sesama muslim, dan ketiga adalah orang mulia yang menjaga kehormatan diri sedang ia menanggung keluarga besar “. (HR. Imam Muslim dari ‘Iyadh bin ‘Imar).  

Lasa Hs



SABAR ITU PERISAI

Sabar memang mudah diucapkan, tetapi kadang berat untuk dilaksanakan. Hakikat sabar menurut Imam Ghazali adalah tetap tegaknya dorongan agama ketika berhadapan dengan hawa nafsu. Sedangkan dorongan agama merupakan hidayah dari Allah Swt untuk manusia agar mereka mengenal Allah Swt, RasulNya, mengetahui ajaran dan mengamalkan ajaranNya untuk mencapai kemashlahatan dan juga akibat-akibatnya.
            Kadang orang lebih bisa sabar dalam menghadapi penderitaan, tetapi tidak kuat menghadapi kegembiraan. Betapa banyak orang yang tidak sabar ketika memiliki kekuasaan dan bergelimang harta. Mereka tidak tidur di rumahnya yang mewah. Justru mereka tidur di penjara dengan baju seragam narapidana. Mobil mewahnyapun ndongkrok  di garasi. Fir’aun hancur karena tidak bisa sabar dalam mengendalikan hawa nafsu kekuasaan. Hitler mati bersama gundiknya  Eva  Braun di gua lantaran menuruti nafsu kekuasaan dan nafsu biologisnya. Abu Lahab mati mengenaskan  lantaran menurutkan nafsu keningratannya dan menolak kebenaran.
Sebaliknya, betapa kuatnya Nabi Ayyub a.s. yang mendapat cobaan bertubi-tubi berupa keludesan harta benda, anak-anaknya meninggal dunia, dan dirinya sendiri menderita sakit bertahun-tahun lamanya. Demikian pula dengan Bilal si muadzin yang begitu sabar ketika disiksa oleh orang-orang kafir laknatullah. Firman Allah Swt yang artinya:” Orang yang sabar dalam menderita kemiskinan (kekurangan) dan kemelaratan, itulah orang-orang yang benar pengakuan keimanannya dan itu pula orang-orang yang taqwa (Q.S. Al Baqarah: 177).
            Hakekat sabar bukan sekedar menyerah pada nasib tanpa usaha untuk keluar dari penderitaan. Sabar berarti sementara menerima suatu kondisi yang kurang menyenangkan disertai dengan perbuatan terpuji dan menjadikan pengalaman itu sebagai pendorong untuk maju karena memiliki kemauan yang keras dan iman yang teguh.
            Beberapa ulama membagi sabar dalam 5 macam yakni:
1.      Sabar dalam ibadah (ashshobru fil ‘ibadah)
Hakekat melaksanakan perintah adalah menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt. Dalam pelaksanaan perintah ini terdapat godaan, cobaan, dan kendala, kesulitan, bahkan tantangan tersendiri. Ketika Rasulullah Saw akan melaksanakan shalat, lalu dilempari kotoran oleh orang-orang Quraisy. Ketika Nabi Musa akan menyampaikan misi tauhidnya, maka terpaksa harus berhadapan dengan Fir’aun.Oleh karena itu dalam melaksanakan perintah perlu kesabaran tersendiri. Firman Allah Swt :”Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya. Oleh karena itu sembahlah Allah Swt dan sabarlah untuk menyembahNya. Adakah kau kenal suatu kaum yang mampu memberi nikmat tiada terbatas yang oleh karenanya patut diibadahi sama dengan Dia ?”.  
2.      Sabar dalam musibah (ashshobru ‘indal mushibah)
Ketika orang sedang sehat, orang kadang lupa suatu ketika akan sakit. Di kala muda tak terpikirkan bagaimana nanti kalau sudah tua.Apabila hal-hal yang tidak menyenangkan itu suatu ketika menimpa seseorang, maka mereka  sering berkeluh kesah. Dalam hal ini sebenarnya diperlukan keteguhan hati dalam menerima hal-hal yang kurang menyenangkan. Lukman Hakim pernah mengingatkan bahwa emas dan perak itu diuji dengan api, maka orang mukmin diuji dengan berbagai cobaan.
3.      Sabar dari maksiat (ashshobru ‘anil mashiyat)
Sabar dari maksiat berarti upaya menjaga diri dan orang lain jangan sampai melakukan kemaksiatan. Benteng pengendalian ini kadang jebol lantaran kuatnya pengaruh lingkungan. Pergaulan dan lingkungan sangat memengaruhi seseorang dalam pengendalian diri/sabar ketika menghadapi kemaksiatan.
4.      Sabar dalam perjuangan (ashshobru fil jihad)
Perjuangan memerlukan keihklasan dan pengorbanan. Bahkan dalam keadaan tertentu justru nyawa taruhannya. Sabar dalam perjuangan berarti tabah dan tahan serta teguh dalam mewujudkan cita-cita luhur dan bukan sekedar demi kepentingan sesaat.
5.      Sabar terhadap kehidupan dunia (ashshobru ‘anid dunnya)
Sabar terhadap kehidupan dunia adalah sikap hati-hati dan tabah dalam menghadapi kehidupan dunia. Perlu disadari bahwa kehidupan dunia bukan tujuan akhir, melainkan hanya suatu terminal untuk sampai pada tahap-tahap kehidupan berikutnya yang lebih abadi. Pepatah Arab menyatakan :al’aqilu ya’kulu liya’isya, wal jahilu ya’isyu liyakkula”. Artinya , orang pintar itu makan untuk sekedar hidup, sedangkan orang bodoh itu hidup untuk makan.  
Sikap sabar selalu diperlukan ketika menerima hal-hal yang menyedihkan maupun hal-hal yang menggembirakan. Sabar adalah perisai dalam kehidupan.


Lasa Hs
           

DJARNAWI HADIKUSUMA (1920 – 1993) – Pencipta Mars Sang Surya

Putra asli KaumanYogyakarta ini adalah putra dari Ki Bagus Hadikusumo (Pahlawan Nasional RI). Pak Djarnawi juga ayah dari Dr.Gunawan Budiyanto,MP (Rektor UMY).  Beliau menjadi tokoh Muhammadiyah antara lain dari keluarga, pendidikan, dan semangat berkemajuan dengan belajar sendiri (otodidak). Beliau menempuh pendidian sejak Taman Kanak-Kanak (Bustanul Athfal) ‘Aisyiah Kauman , lalu melanjutkan sekolah di Standaardschool  (sekolah dasar, 6 tahun) Muhammadiyah, kemudian ke  Kweekschool (madrasah, 6 tahun) Muhammadiyah. Kemudian pada tahun 1935 Kweekschools ini berubah menjadi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah sampai sekarang. Nah, selama belajar di Mu’allimin inilah, beliau juga belajar agama Islam dan  bahasa Arab kepada tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti K.H. Siradj Dahlan (putra KHA Dahlan),H.Abdul Kahar Mudzakkir, KH Farid  Ma’ruf, KH Mas Mansyur, dan lainnya.
Setamat dari Muallimin, beliau mendapat tugas dari Persyarikatan Muhammadiyah untuk menjadi guru dan juru dakwah Muhammadiyah di Sekolah Muhammadiyah Merbau Medan Sumatera Utara.  Setelah 10 tahun lebih, beliau menjadi guru agama Islam dan juru dakwah di sana, kemudian pada tahun 1950 beliau kembali ke Yogyakarta. Kemudian beliau diangkat sebagai guru Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 6 tahun) di Yogyakarta.
Pak Djarnawi memiliki posisi penting dalam kepengurusan Muhammadiyah dari tahun ke tahun. Beliau pernah menduduki jabatan anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah sampai tahun 1962. Pada tahun 1962, beliau dipercaya sebagai Sekretaris II PP Muhammadiyah. Pada tahun 1978, beliau terpilih sebagai Sekretaris PP Muhammadiyah dan pada Muktamar Muhammdiyah ke 42 di Yogyakarta, beliau mendapat amanah sebagai Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tajdid dan Tabligh yang mengkoordinasi Majelis Tabligh, Majelis Pustaka dan Informasi, dan Lembaga Dakwah Khusus.
Ternyata Pak Djarnawi juga seorang seniman antara lain telah menciptakan
Mars Sang Surya.   Buku-bukunya yang pernah terbit sebanya 24 judul antara lain:
1.     Pendidikan dan Kemajuan (1949)
2.     Derita Seorang Pemimpin; Riwayat Hidup, Perjuangan, dan Buah Pikiran Ki Bagus Hadikusumo
3.     Aliran-Aliran Pembaharuan Islam;
4.     Angin Pantai Selatan (novel, 1954);
5.     Penginapan di Jalan Sunyi (novel, 1947);
6.     Matahari-Matahari Muhammadiyah (1972)
7.     Risalah Islamiyah (1974) dan lainnya.
Beliau pulang ke Rahmatullah pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 1990 pukul 19.30 seusai menunaikan shalat ‘Isya’. Allahu Yarham.


Lasa Hs.    

WAJIB KUTIP ARTIKEL JURNAL INTERNASIONAL


 Untuk meningkatkan kualitas penulisan karya akademik (skripsi, tesis, disertasi, dll) kini UMY sedang menggalakkan pemanfaatan sumber-sumber ilmiah elektronik antara lain melalui pelatihan Literasi Informasi. Literasi informasi  ini berjalan efektif antara lain didukung oleh prodi, fakultas, dan pimpinan UMY. Kegiatan  ini harus diikuti  mahasiswa S1, S2 mauun S3 yang akan menyusun karya akademik (skripsi, tesis, disertasi). Mahasiswa S1  yang mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian harus mengikuti kegiatan Literasi Informasi ini. Apabila perkuliahan Metopen ini berlangsung 14 kali pertemuan, maka sekali bahkan dua kali pertemuan diisi oleh Perpustakaan UMY dengan materi Literasi Informasi, metode penulisan, Zotero, Mendelay dan lainnya.
Hari Rabu tanggal 4 April 2018 di Gedung KH Ibrahim Lantai V UMY berlangsung Pelatihan Literasi Informasi dan Penulisan bagi 300 mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UMY. Materi Literasi Informasi disampaikan oleh Novi Diana Fauzi dkk, sedangkan penulisan ilmiah disampaikan oleh Dr. Zuly Qodir.
            Dalam kesempatan itu, Lasa Hs selaku Kepala Perpustakaan UMY mengingatkan bahwa
sesuai keputusan Rektor UMY, maka setiap penulisan skripsi harus mengutip artikel 10 jurnal nasional/internasional, penulisan tesis harus mengutip artikel 20 jurnal internasional, dan penulisan disertasi harus mengutip 30 artikel jurnal internasional. Dikatakan selanjutnya bahwa kini sumber-sumber informasi/e-resources (e-book maupun e-journal) tersedia di website Perpustakaan UMY maupun di Perpustakaan Nasional RI. Oleh karena itu semua sivitas akademika UMY diharapkan menjadi anggota PNRI yang proses keanggotaannya dapat dibantu pustakawan se UMY. Hal ini didasarkan bahwa UMY telah menjalin kerjasama/MOU dengan Perpustakaan Nasional RI.


Lasa Hs

Selasa, 03 April 2018

Peduli Mencerdaskan Bangsa

Tugas PTM adalah memfasilitasi, mendampingi, menghidupkan dan memperkuat komunitas literasi di lingkungannya. Perpustakaan UMPO sudah menjalaninya dengan menggandeng dan memperkuay sepuluh komunitas, Univ Muhammadiyah Sukabumi dahsyat lagi karena mengasuh 17 komunitas.  Ini kolaborasi dan gebrakan literasi abad kedua yang luar biasa.

Inilah tujuhbelas komunitas diasuh oleh Perpustakaan UMMI,Sukabumi, Jawa Barat:

1. Taman Baca PK IMM FKIP
Alamat: Tamansari, Gobras Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Kontak person: 08122137870

2. Taman baca PK IMM Staida
(PK IMM Ahmad Dahlan)
Alamat: Jln. Bratayuda no 59. Garut
Kontak person: 08966526766

3. Lapak Baca Merdeka
(PK IMM STIEMB)

Alamat: Jl. Karapitan no.143
Kontak person: 081322903607 atau +62895349574946


4. pojok Bahasa
(PK IMM UMBandung)
Alamat: jl.palasari no.9.A
Kontak person: 089609137072 , +62

5. Laparmaca (lupakan pacar mari membaca)
Alamat: alun alun kota tasik
Kontak person: +
 (bangkit)
+6281224310586 (Rafi)

6. Sang pencerah( PC.IPM Parung)
Alamat : jl.H Mawi no 292
Kontak Person : 089603581703(Siti Hilwa ZF)

7. Pemuda Pena Indonesia( PD IPM Kab. Bogor)
Alamat : Jl. Raya Leuwiliang No. 106
Kontak Person : 087781428632 (Muhammad Firman Firdiansyah)

8. Pojok literasi
Alamat : mahad darul arqam muhammadiyah daerah garut
Kotak person : 089501429899 (Liesna Lusyana Nur)

9.maribaca
Alamat : ponpes darul arqam darul arqam muhammadiyah garut jl ciledug no 284/30 cilawu garut
Kontak Person : 081236347852(zidan al fadlil)

10.Jembatan Ilmu
Alamat : Kp. Babakan Hanja belakang Kapolsek Majalaya
Kontak Person : 089525269169 (Novita Anggraeni)

11. Pojok Literasi
Alamat: Babakan Hanja, Majalaya
Kontak Person: 089609137072 (asep tantan) +6283119593060 (salma)

12.Rumah Baca Pelajar
Alamat : Jl. Muhammadiyah Cikedokan, Singaparna
Kontak Person : 082116383587 (Vradita Cita)

13. Teras Baca
PD IPM Kota Cirebon
Alamat : Jl. Pilang Raya No.09
Kontak Person : 089660330623

14. Perpustakaan keliling
Alamat : Jl. Raya Parakan No. 71 kotabaru 41375
Kontak person: - 089682821412 (Danil Agus Kurnia)

15. Teras Baca
Alamat  : Jln. Darussalam Johar Karawang
Kontak person         : +62 812-8952-3499 ( Muhammad Yusuf )

16. Pojok Baca Motekar
Alamat: Jalan Raya Cibeureum No.18 Desa Cibeureum Kec.Kertasari 40386
Kontak Person: 083821684377 ( Salsabila A )

Minggu, 01 April 2018

BAHAYANYA KETIDAKSEIMBANGAN PSIKOLOGIS Oleh Niken Wahyu


Judul Buku      : Pengantar Psikologi Abnormal
Penulis Buku   : Prof. Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, Drs., Psi.
Penerbit           : Bandung; refika ADITAMA, 2015
Cetakan           : Kelima, Oktober 2017
Ketebalan        : + 226 halaman
ISBN               : 978-602-7948-57-0
            Perilaku abnormal seringkali diartikan sebagai perilaku yang berlebihan dari tingkah laku manusia pada umumnya. Dalam artian orang yang bertingkah tidak wajar, biasanya terdapat gangguan mental akibat tekanan yang terus diterimanya. Seperti halnya Montesque yang merupakan ahli politik dan pemerintahan berkebangsaan Perancis yang mengalami paranoid, yaitu sensitif terhadap kekuasaan. Hingga yang terpikir olehnya bahwa kekuasaan hanya berada pada tangan seseorang atau kelompok saja. Hal ini cukup membahayakan jika benar-benar terjadi, sehingga dapat menyebabkan pemerintahan yang diktator atau otoriter.
Pemaparan yang diberikan oleh Prof. Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, Drs., Psi. dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Psikologi Abnormal” bahwa terjadinya gangguan mental adalah akibat dari ketidakseimbangan emosional diri seseorang dalam menghadapi kenyataan yang terjadi.
Selain itu, buku ini juga menjelaskan bagaimana pengertian dasar dari perilaku abnormal yang terjadi pada sebagian orang. Hingga membahas mengenai berbagai macam gangguan mental berdasarkan penyebabnya, dan juga bagaimana cara menanganinya. Lalu, dipaparkan pula bahwa perilaku abnormal ini sudah seharusnya mendapatkan penanganan secara biologis dimana gangguan mental yang menyerang orang-orang tersebut karena jiwanya terguncang.
Oleh karena itu, buku ini sangat berguna bagi mereka yang ingin mengetahui dan mempelajari berbagai macam jenis gangguan mental, penyebabnya hingga bagaimana cara menangani mereka yang mengalami perilaku abnormal tersebut.

Hari Buku Anak Sedunia?? oleh Yuliana Ramawati



Setiap tanggal 02 April disetiap tahunnya, terdapat perayaan Hari Buku Anak Sedunia. Pada tanggal ini pula bertepatan dengan hari lahir seorang sastrawan bernama Hans Christian Andersen. Dia merupakan seorang pengarang buku anak-anak yang terkenal, dan juga termasuk seorang penulis yang produktif dengan berbagai karya drama, novel, puisi hingga cerita dongeng.
Thumbelina, The Little Mermaid, The Swineherd dan The Snow Queen merupakan sebagian dari karya Hans Christian Andersen yang terkenal, karya-karyanya yang memberikan kontribusi di dunia anak-anak membuat tanggal lahirnya menjadi salah satu hari yang di peringati sebagai Hari Buku Anak.
Di Indonesia khususnya, Hari Buku Anak Sedunia juga di peringati dengan meriah, berbagai agenda anak-anak dilaksanakan, berbagai gerakan membaca di terapkan. Hari Buku Anak Sedunia diharapkan dapat menginspirasi anak-anak untuk mengambil sebuah buku dan mulai membaca. Bahkan perayaan Hari Buku Anak tingkat internasional ini dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi dan interaksi antar anak dan orang tuanya.
Sebenarnya, menumbuhkan minat baca kepada anak-anak sejak dini merupakan perkara yang sangat penting bagi setiap orang tua, karena dengan menumbukan minat baca merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kecerdasan dan wawasan sang anak. Melalui membaca anak-anak juga bisa melatih kosa kata, melakukan interaksi verbal dan menciptakan berbagai imajinasi dari bacaan yang mereka baca. Anak-anak juga bisa mengisi waktu luangnya dengan membaca sehingga aktivitas sehari-harinya tidak hanya bermain dan menonton tv misalnya.
Bahkan manfaat membaca tidak hanya untuk anak-anak, setiap manusia dengan beragam usia, bisa mendapatkan banyak manfaat dari membaca. Seperti mengurangi stress, meningkatkan daya ingat, menambah pengetahuan, meningkatkan konsentrasi dan fokus, serta dapat meningkatkan kemampuan menulis dengan ragam kata dan makna.
Bahkan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Alaq yang merupakan wahyu pertama diterima Nabi Muhammad SAW  dijelaskan perintah untuk membaca :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ


Yang artinya "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”

Oleh karena itu, Hari Buku Anak Sedunia ini cukup penting untuk di perhatikan, mari kita ajak orang terdekat kita, anak, adik, saudara, teman serta keluarga, untuk menanamkan gemar membaca sejak usia dini.