Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Minggu, 25 Maret 2018

MARI MEMANFAATKAN PEKARANGAN Oleh Niken Wahyu


Judul Buku     : Membangun Desa dengan memanfaatkan Pekarangan & Waktu Senggang
Penulis Buku   : Usman Siswanto, Ph.D.
Penerbit           : Institute of Nation Development Studies (INDeS)
Cetakan           : Pertama, Desember 2016
Ketebalan        : viii + 126 halaman; 14 x 21 cm
ISBN               : 978-602-6472-03-8
Oleh
Hampir sebagian masyarakat di pedesaan memiliki pekarangan, hanya saja masih banyak yang belum memanfaatkan pekarangan rumah mereka, dalam buku ini penulis ingin menginformasikan kepada pembaca bahwa pekarangan rumah tidak hanya sebuah pekarangan saja, namun ternyata memiliki banyak fungsi dan manfaat apabila digunakan secara maksimal.
Penulis memberikan informasi terkait pengertian pekarangan, fungsi dari pekarangan, serta cara memanfaatkan pekarangan. Buku ini menarik karena memaparkan manfaat pekarangan secara mendetail, bahkan setiap babnya akan di bahas secara mendalam, contohnya pada bab pekarangan untuk produktivitas ekonomi. Dalam bab ini terdapat manfaat untuk budidaya sayuran, buah-buahan, apotik hidup, serta perikanan dan peternakan, tidak hanya itu penulis juga memberikan infromasi terkait apa saja tanaman yang dapat ditanam dan bagaimana cara pembudidayaannya.
Pada dasarnya pekarangan memiliki banyak fungsi, hal ini juga di paparkan oleh penulis dengan memberikan fungsi-fungsi pekarangan menurut beberapa sumber, dalam buku yang berjudul “Membangun Desa dengan memanfaatkan Pekarangan & Waktu Senggang” penulis memaparkan fungsi pekarangan secara mendetail mulai dari fungsi pekarangan untuk produktivitas ekonomi, pekarangan untuk produktivitas sosial, pekarangan untuk produktivitas budaya, serta pekarangan untuk produktivitas pendidikan.
Buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar untuk memberikan gambaran secara langsung seperti apa pekarangan dan pemanfaatannya. Sayangnya isi buku ini tidak berwarna, gambar-gambar yang disajikan berwarna hitam putih dan cenderung tidak terlihat, sehingga kurang menarik.

Pustakawan UMMagelang Menjadi Juara II dalam Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Kota Magelang



Pustakawan era milenial diharuskan memiliki inovasi-inovasi yang mampu untuk meningkatkan kebermanfaatan koleksi perpustakaan. Selain itu, pustakawan juga diharuskan terampil dalam mengelola perpustakaan agar bisa terus eksis ditengah pusaran kemajuan teknologi. Guna mencari bakat-bakat pustakawan berprestasi terbaik tersebut, maka Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Magelang menyelenggarakan Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Kota Magelang tahun 2018 pada tanggal 21-22 Maret 2018. Tema yang diambil dalam kegiatan tersebut yaitu Bangga Menjadi Pustakawan. Lomba tersebut diikuti oleh 49 pustakawan dan pengelola perpustakaan mulai dari SD, SMP,SMA,SMK, PT, serta pengelola perpustakaan khusus. Tiga pustakawan UPT Perpustakaan UMMagelang juga ikut mengikuti kegiatan tersebut. ajang pemilihan pustakawan berprestasi Tingkat Kota Magelang Pada Tahun 2018 diharapkan menjadi tempat bagi para pustakawan khususnya di lingkungan kota magelang untuk mempresentasikan inovasi yang sudah maupun akan diimplementasikan di perpustakaan tempatnya bekerja.
Seleksi dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama (21/3) dimulai dengan ujian tertulis yang mengeksplorasi pengetahuan peserta  tentang kepustakawanan selama 60 menit. Kemudian dilanjutkan dengan sesi pembuatan karya tulis dalam bentuk artikel populer dengan tema inovasi layanan perpustakaan dengan waktu 60 menit. Hari kedua (22/3) merupakan agenda pengumuman peserta 12 besar yang akan kemudian masuk ke sesi presentasi karya tulis dan sesi wawancara. Seleksi 12 besar didasarkan penilaian hasil ujian tulis dan pembuatan karya tulis pada hari pertama. Dua pustakawan UMMagelang yaitu Yunda Sara dan Atin Istiarni masuk dalam 12 besar yang terpilih untuk mempresentasikan karya tulisnya. Yunda mempresentasikan tentang layanan Biblioterapi yang akan diimplementasikan di Perpustakaan UMMagelang dan Atin mempresentasikan tentang Layanan Literasi Informasi yang telah berjalan di UMMagelang.
Pada akhir acara, diumumkan pemenang lomba yang berhak menjadi juara 1, juara 2, juara 3, juara harapan 1, juara harapan 2, dan juara harapan 3. Alhamdulillah, Yunda Sara terpilih sebagai juara 2 dalam lomba tersebut dan akan maju ke tingkat provinsi Jawa Tengah bersam pemenang 3 besar lainnya pada tanggal 2 April 2018.



Pustakawan UMMagelang menjadi Peserta Terbaik II BIMTEK Pengelola Perpustakaan PTS KOPERTIS VI



KOPERTIS Wilayah VI kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis untuk Pengelola Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Hotel Noormans, Semarang pada 6 – 9 Maret 2018. Pada kegiatan tersebut UPT Perpustakaan UMMagelang mengirimkan satu orang Pustakawan bernama Jamzanah Wahyu Widayati, S.I.Pust. Bimbingan Teknis meliputi sosialisasi tentang penyelenggaraan ujian kompentensi pustakawan serta poin-poin yang harus dikuasasi oleh pustakawan yang ingin mengajukan sertifikasi. Acuan yang digunakan yaitu Standar Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Perpustakaan yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI.
Pendalaman tentang SKKNI No. 83 Tahun 2012 bidang Perpustakaan juga disampaikan oleh Lutfiati Makarim dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan. Kegaitan tersebut diikuti oleh 50 pustakawan PTS yang berada di wilayah KOPERTIS VI. Pada akhir acara, diumumkan peserta-peserta terbaik selama kegiatan. Alhamdulillah, berdasarkan hasil penilaian, pustakawan UMMagelang menjadi peserta terbaik II dalam kegiatan BIMTEK tersebut.



Jumat, 23 Maret 2018

PERPUSTAKAAN UMY BANTU KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN STIE MUHAMMADIYAH CILACAP

Beberapa waktu lalu, Perpustakaan UMY memberikan sumbangan ratusan buku bidang ekonomi kepada Perpustakaan STIE Muhammadiyah Cilacap. Bantuan buku dan majalah juga diberikan kepada beberapa perpustakaan sekolah-sekolah Muhammadiyah DIY.

lasa hs.

PELATIHAN DAN HIBAH KOMPUTER PERPUSTAKAAN UNISA YOGYAKARTA UNTUK PERPUSTAKAAN SEKOLAH


Jumat, 23 Maret 2018 bertempat di Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, telah dilakukan pelatihan otomasi perpustakaan bagi Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah. Pelatihan kali ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang sudah pernah diselenggarakan Perpustakaan UNISA Yogya satu tahun yang lalu. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Taufiqurrahman saat meberikan sambutan dan membuka pelatihan menyampaikan, bahwasannya ciri visioner Muhammadiyah sudah terlihat sejak jaman dulu. Hal itu dibuktikan dengan didirikannya Majlis Pustaka, sebagai salah satu dari empat majelis sejak berdirinya Muhammadiyah. Oleh karena itu lebih lanjut Bp.Taufiq menyampaikan bahwa bagi lembaga Pendidikan Muhammadiyah, perpustakaan harus bagus dan bisa dibanggakan.

Materi pelatihan diawali  tentang manajemen dan akreditasi perpustakaan yang disampaikan oleh Kepala Perpustakaan UMY, sekaligus Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammdiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA), Lasa Hs. Dalam pelatihan tersebut juga dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman, Bp. Suwadi, untuk lebih mewujudkan sinergitas antar Amal Usaha Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Materi inti dalam pelatihan ini adalah otomasi perpustakaan menggunakan SLiMS/Senayan Library Management System yang disampaikan oleh Abdul Wachid Azis, Pustakawan Perpustakaan SMA Muhammadiyah I Yogyakarta yang menjadi perpustakaan berprestasi nasional.

Waktu beberapa jam untuk mempelajari sistem otomasi perpustakaan dirasa sangat kurang, sehingga pembicara memberi kesempatan untuk berkomunikasi dan menindaklanjuti di luar waktu pelatihan. Irkhamiyati selaku Kepala UPT Perpustakaan UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud pembinaan terhadap Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah di wilayah sekitar UNISA Yogyakarta sebagai perwujudan amanah dari FPPTMA. Salah satu keunggulan dari pelatihan ini adalah tidak sekedar memberikan materi saja, namun juga memberikan sarana untuk dapat mengaplikasikannya, yaitu dengan memberikan hibah seperangkat komputer baru bagi peserta. Penyerahan hibah pada sesi awal disampaikan oleh WR I kepada Perpustakaan SMA Muhammadiyah Pakem, yang langsung diterima oleh kepala sekolahnya. Penyerahan hibah komputer selanjutnya disampaikan oleh Rektor UNisa Yogya, Warsiti, yang diterima oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Muhammdiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah Gamping. Rektor berharap agar pada tahun-tahun selanjutnya juga dapat dilakukan pelatihan dan hibah serupa bagi semua Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah Se Kabupaten Sleman, untuk mewujudkan kemajuan perpustakaan dan pendidikan.(Irkhamiyati-Maret 2018).




Rabu, 21 Maret 2018

Perpustakaan PTMA melakukan MoU dengan PERPUSNAS

21-23 Maret 2018, beberapa Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/`Aisyiyah mengikuti serangkaian kegiatan di Pangkal piang, Bangka Belitung. Kegiatan tersebut berupa Workshop Kepustakawanan, Seminar Nasional, Penandatanganan MoU dengan PERPUSNAS, dan Rapat Kerja Nasional FKP2TN. 






Kamis, 15 Maret 2018

KESOMBONGAN, Oleh Lasa Hs


Manusia diciptakan di muka bumi ini memiliki kelebihan dan kekurangan satu dari yang lain.Dengan kelebihan itu seyogyanya manusia bersyukur. Sebaliknya dengan adanya kekurangan, maka selayaknya  mereka itu  sabar.
Namun demikian, dalam kehidupan sehar-hari tidak sedikit orang yang diberi kelebihan justru sombong dan merendahkan orang lain. Orang bisa saja sombong lantaran diberi kelebihan harta,  jabatan& kekuasaan, keturunan,dan ilmu
Memang  ada orang yang diberi kelebihan harta entah itu berasal dari warisan, hasil kerja keras atau penemuan. Dengan kekayaan yang melimpah itu dikiranya mereka mampu menggapai segala yang diinginkannya. Dengan harta dikira semua bisa diatur, semua orang bisa  diperintah, dibentak-bentak dan lainnya. Kadang tidak disadari bahwa harta  yang diburu sejak bangun tidur sampai tidur lagi itu malah menjebak dan menipu bagaikan fatamorgana.
            Kisah Qarun menjadi pelajaran menarik  bagi mereka yang menyombongkan harta. Qarun diberi anugerah harta yang melimpah dan itu tidak mengakui bahwa kekayaan itu dari Allah. Qarun mengklaim bahwa kekayaan itu diperolehnya melalui kepandaian/ilmu dan kerja kerasnya. Tidak ada campur tangan Tuhan disitu, katanya.. Alquran S. Al Qashash: 76 menyatakan yang artinya: Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Nabi Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.
Nasib Qarun memang mengenaskan yakni seluruh harta kekayaan, bahkan Qarun sendiri hancur ditelan bumi. Hal ini dinyatakan  dalam Alquran S.Al  Qashash: 81 yang artinya:
“Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri”.   
Ternyata harta yang dicari siang malam itu kalau tidak hati-hati justru mengenaskan pemiliknya. Tanah luas, rumah mewah, mobil model mutakhir tau-tau disita negara. Hal ini terjadi karena dalam menjalankan kehidupan dan kekuasaan tidak amanah. Mereka bangga dengan memamerkan kekayaan yang justru ujung-ujungnya menghabiskan sisa hidupnya di penjara.
Demikian pula halnya dengan pangkat dan jabatan, yang kadang membuat orang menjadi pongah  dan sombong. Ketika ingin meraih kekuasaan, mereka mengumbar janji simpati. Berbagai cara mereka tempuh untuk menjadi pejabat penting Sejak tidur di makam-makam tokoh sampai mandi kembang tiap malam Jum’at, bahkan minta wansit pada ular yang hidup di suatu sendang. Setelah terpilih menjadi orang penting, lalu muncul sikap aslinya yakni  sombong sebagai pejabat karena memiliki kekuasaan.Padahal jabatan yang dipangkunya itu hanya beberapa tahun.
Kalau tidak hati-hati, dengan jabatan itu justru menjadi sengsara. Fir’aun mati mengenaskan tenggelan di Laut Merah karena kesombongan kekuasaan. Fir’aun telah menunjukkan keangkuhan, kecongkakan, dan ksewenang-wenangan pada rakyatnya. Kekejaman dan kebengisan Fira’un ini digambarkan Allah dalam Q.S. Al Qashash: 4:
Artinya: “ Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.
Kepongahan, arogansi, dan kesombongan Fir’aun ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita bahwa akhir sikap ini adalah kehinaan dan kenistaan. Apalah artinya sombong jabatan kalau toh akhirnya tanah, rumah, dan rekening disita KPK/negara. Mereka menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Isteri lepas dan anak-anak merana.
Untuk itu bagaiamanaa nasib Fir’aun yang notabene melambangkan kesombongan itu. Dalam Q.S. Al A’raf: 136:  yang artinya:” Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat Kami itu”.
Orang bisa sombong lantaran keturunan. Mereka bangga dengan nenek moyangnya. Memang ada orang yang merasa lebih karena masih keturunan darah biru, anak cucu orang terkenal. Mereka tidak mau bergaul denan orang-orang kebanyakan. Bahkan mereka menolak informasi, ajaran, dan dalil yang datang dari luar garis keturunan. Maka benar bahwa kesombongan itu bisa menolak kebenaran, karena nuraninya tertutup oleh berbagai kepentingan
Disamping itu, kesombongan dan kepongahan bisa menimpa pada para intelektual. Mereka yang memiliki kemampuan bidang tertentu merasa lebih hebat dari yang lain. Lulusan dari perguruan tinggi tertentu kadang merasa lebih berkualitas dari lulusan perguruan tinggi lain. Demikian pula mereka yang lulusan luar negeri sering merasa lebih berbobot dari lulusan dalam negeri. Mereka kadang kurang menyadari bahwa wafauqa dzi ‘ilmin alim.(Di atas orang pintar masih ada lagi yang lebih pintar)
Sikap sombong/kibr, takabur adalah sikap bahwa  dirinya merasa lebih tinggi, lebih hebat, dan lebih agung dari yang lain. Sikap ini akan menjauhkan diri dari yang lain dan akan membentuk kelompok-kelompok kelas elit.
Penyakit  sombong, pongah,congkak ini dapat menghapus kebaikan dan jasa orang itu. Apabila sikap ini dikembangkan dapat merusak akidah.  .
Apabilasikap ini telah berakar dalam hati dan selalu bersikap sombong dalam kehidupan kesehariannya, maka penyakit  ini sulit dihilangkan. Untuk itu sikap ini perlu dipahami dan diantisipasi sebelumnya.
Bahaya sombong
            Untuk  menghindarkan diri dari sikap smbong ini, perlu dipahami bahaya-bahaya yang ditimbulan dari sikap ini antara lain:
  1. Terhalang dari kebenaran
Kesombongan dapat menutup akal sehat dan menyelimuti hati nurani. Oleh karena itu  orang yang sombog  tak dapat membedakan manayan terang dan mana yang gelap. Telinga tertutup dari saran dan masukan dari orang lain meskipun yang disampaikan itu merupakan kebenaran.  Dalam  hal ini Allah berfirman dalam Q.S.: Al A’raf: 146 yang  artinya: “Aku akan memalingka dari tanda-tanda (kekuasaanKu) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar”
  1. Mendapat balasan neraka dan azab/siksa yang pedih
Keagungan, kebesaran, kekayaan, dan kemuliaan itu sebenarnya mutlak milik Allah. Manusia hanya diberikan  sangat sedikit dari kelebihan-kelebihan itu. Tentunya dengan kelebihan-kelebihan itu seseorang harus bersyukur. Sebab tidak semua orang diberikan kelebihan harta, kekuasaan, keturnan, maupun kelebihan ilmu pengetahuan. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman,yang artinya:”Kesombongan itu adalah pakaian kebesaran-Ku dan keagungan itu adalah kain penghias-Ku. Oleh karena itu,siapa saja yang menyaingi Aku pada salah satu dari keduanya, maka Aku akan memasukkannya ke dalam Neraka Jahannam”
  1. Tidak disukai Allah
Sikap menjunjung diri dan merendahkan orang lain ini merupakan salah satu sikap yang tidak disukai Allah SWT, baik itu  sombong ilmu,sombong kekuasaan, sombong keturunan, maupn sombong harta/kekayaan. Dalam hal ini Allah menyatakan dalam  Q.S Lukman: 18 ,yang  artinya: Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yan sombong dan membanggakan diri:.
  1. Hina di dunia dan akhirat
Sikap sombong tidak hanya dimurkai oleh Allah, tetapi menusiapun muak melihat kesombongan dan pamer kekayaan misalnya dengan pamer akiknya seharga  sekian milyar, rumahnya di hampir tiap kota, mobilnya model mutakhir. Sikap pamer di media publik ini justru menyakitkan orang lain terutama bagi orang miskin yang cari makan sendiri saja susah.     
Dalam pentas kehidupan kita, dapat disimak bagaimna akhir dan nasib
orang-orang yang sombong. Dalam kenyataan, ribuan tanah mereka akhirnya diberi papan bertuliskan; Tanah Ini Disita oleh KPK atau Rumah ini menjadi pengawasan  Kehakiman dan lainnya..
                        Menyikapi kesombongan ini, Imam Ghozali dalam bukunya “Minhajul Abidin mengutip perkataan Hatim yang menyatakan:”Hindarilah bertemu kematian dalam tiga keadaan; sombong, rakus, dan angkuh. Orang yang sombong itu tidak akan bertemu kematian sebelum dihinakan oleh keluarga, kerabat, dan pelayannya. Sedangkan orang yang rakus, ia tidak akan menemui kematian sebelum hidup dalam kekurangan makanan dan minuman. Bagi orang yang angkuh, tidak dikeluarkan oleh Allah swt dari dunia ini (kematian) sebelum dilumuri oleh kencing dan kotorannya sendiri. Siapa saja yang bersikap sombong atas sesuatu yang tidak dibenarkan, maka Allah swt akan mewariskan kepadanya kehinaan yang tidak ada kebaikan sedikitpun padanya::
 

Lasa Hs


Minggu, 11 Maret 2018

Kisah Seorang Pemuda Waro' dan Secuil Buah Apel

Alkisah, ada salah seorang pemuda yang sedang menuntut ilmu. Suatu ketia ia sedang bepergian menuju suatu tempat, dan di tengah perjalanan ia merasakan kehausan yang sangat luar bisa. Lalu ia memutuskan untuk istirahat di samping sungai yang airnya jernih. Pada saat ia sedang minum, tiba tiba ada sebuah apel yang hanyut di sungai tersbut, tanpa pikir pajang pemudia itu pun langsung mengambil dan segera memakannya.

Setelah memakan buah apel itu, tiba tiba sang pemuda berkata "Astaghfirullah, kenapa aku makan buah apel yang bukan milikku ini". Dengan menyesal, pemuda itu terus menyusuri sungai yang ia gunakan untuk istirahat itu. Ditengah perjalanan, ia melihat salah satu pohon apel yang berada di pinggir sungai, lalu ia menuju hunian warga dan bertanya siapa gerangan pemilik pohon apel itu. Kemudian ia dikaish tau oleh warga bahwa pohon apel itu adalah miliknya pak fulan.

Setelah mengetahui pemilik pohon apel itu, maka si pemuda langsung menemui pak fulan. "wahai pak fulan, kemarin aku sedang beristirahat disebuah sungai, lalu datanglah sebuah apel merah, karena lapar maka langsung aku makan buah tersebut, berapa yang harus aku bayar agar engkau ridho dengan apel yang aku makan itu". tanya sang pemuda. Lalu pak fulan menjawab "wahai anak muda, kamu nggak perlu membayarnya, tapi kamu harus menggantinya dengan bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar"

Mendengar jawaban pak fulan, sang pemuda pun berfikir panjang. Namun akhirnya ia mengiyakan permintaan pak fulan tersebut. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tanpa terasa pemuda itu sudah bekerja di kebun selama 3 tahun lamanya. Kemudian ia menghadap pak fulan, dan berkata "wahai pak fulan, aku telah bekerja di kebunmu selama 3 tahun, apakah engkau telah ridho dengan buah apek yang aku mana itu?" belum!!. jawab pak fulan.

Pemuda itu semakin bingung, karena hanya gara 1 buah apel saja ia harus bekerja selama 3 tahun tanpa dibayar, tapi ternyata ia harus menebusnya dengan hal lain jutga. Lalu ia bertanya "dengan apa laggi aku harus menebusnya wahai pak fulan". kemudian pak fulan berkata "maukah engkau menikahi putriku?". Mau! "jawab pemuda itu". Pak fulan menlanjutkan pembicarannya "wahai pemuda, pikir baik baik!!. putriku adalah seorang wanita yang tuli, bisu, lumpuh, dan buta, apakah engkau mau?".

Sang pemuda semakin heran dengan pola pikir pak tua itu, namun karena ia ingin mendpatkan ridho dari apa yang ia makan, maka ia pun mengiyakan permintaan itu.  Singkat cerita, ia pun dnikahkan dengan putri pak fulan. Setelah akad, ia disuruh pergi ke kamar pengantin, lalu ia mengucapkan salam "Assalamualaikum wr wb". tiba tiba ada seorang yang menjawabnya "wa`alaikum salam wr wb". mendengar jawaban itu, alangkah kagetnya sang pemuda, sampe ia terbirit birit lari ke luar kamar, dan menuju pak fulan.

"Wahai ayahanda, tadi aku sudah pergi ke kamar, setelah aku ucapkan salam, tiba tiba ada wanita cantik yang menjawab salamku, dan aku tidak menemui istriku" kata pemuda itu,  lalu pak fulan berkata "wahai anakku, itulah istrimu, Putriku memang tuli, ia tuli dari suara - suara yang dimurkai Allah, dan ia adalah wanita yang lumpuh, lumpuh dari tempat tempat yang di larang Allah, dan ia adalah wanita yang bisu, ia bisu dari perkataan perkataan yang meninggung orang lain".

Dari pernikahan pemuda dan pemudi yang sangat waro` itulah, maka lahir seorang ulama` fikih yang sangat luar biasa, yang kita kenal dengan imam syafi`i.






MENULIS ITU EKSISTENSI DIRI



Judul                    : Jejak Pena Pustakawan
Penulis                  : Atin Istiarni dan Triningsih
Penerbit                : Yogyakarta: Azyan Mitra Media, Februari 2018
ISBN                    : 978-602-5552-01-4
Tebal                    : 263 halaman


          Tulisan merupakan ekspesi diri. Melalui tulisan, seseorang mampu mengemukakan ide,  pemikiran, penemuan, dan pengalamannya kepada khalayak. Maka menulis memerlukan keberanian dan percaya diri. Mereka yang percaya diri akan menemukan jati diri. Maka mereka akan eksis dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan karirnya.
          Tidak sedikit penulis yang namanya mencuat meskipun tadinya bukan siapa-siapa.Marie Roughoul semula adalah gelandangan di kota Paris Prancis. Pengemis ini mengekspresikan kehidupan yang terlunta-lunta yang dia  lakoni selama 30 (tiga puluh) tahun. Bukunya yang ditulis selama 2 (dua) tahun itu ternyata pernah menjadi buku best seller saat itu. Buku yang berjudul Je tape la manche. Une vie dans la me (Hidup saya sebagai Pengemis;Kehidupan di Jalanan) konon telah terjual sampai 50.000 eksemplar.
          Imam Ghazali tidak bisa dilupakan dan akan terus eksis,  berkat tulisan-tulisan beliau yang dituangkan dalam bentuk buku . Buku-bukunya dalam bidang fiqh, filsafat, tasawuf, akhlak, dan akidah itu selalu dirujuk orang dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi. Dengan demikian tulisannya itu ikut memberikan andil dalam eksistensi diri seorang Imam Ghazali.
          Buku karya Atin Istiani (Pustakawan UM Magelang) dan Triningsih (Pustakawan IAIN Surakarta) ini merupakan bentuk ekspresi diri dan usaha eksistensi diri sebagai seorang pustakawan (dalam arti luas). Mereka memilki mtotivasi ingi dan keyakinn kuat untuk berhasil (dalam artisesunguhnya).Keyakinan inilah yang memberikan kekuatan luar biasa untuk mengatasi  ketakutan, kritikan, maupun cemooh orang lain. Maka kita dapat memelajari bagaimana keyakinan para penulis hebat kalau ingin eksis melalui tulisan.  Maka patur kita renungkan kata Pramuda Ananta Toer : Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama tidak menulis , ia akanhilan di daam masyarakat dan dari sejaah. Menulisadalah beerjauntuk keabadian (Sutanto Leo, 2017: 8).
          Imam Ghazali sebagai ulama terkemuka, penulis produktif, dan pemikir Islam menyadari betapa pentingnya penulisan dan mulianya kedudukan seorang penulis Hal ini diungkapannya : If you are neiher a prince nor a child of a famous religous leader, do write)     (Apabila kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama,maka menulislah). Disini, Imam Ghazali memposisikan penulis sama dengan kedudukan anak raja atau anak ulama.ustadz dan lainnya.


Lasa Hs.

SEPUTAR KEARSIPAN


Judul                              : Pengantar Kearsipan
Penulis                           :Sulistyo Basuki
Penerbit                         : Mimika Baru Papua: Aseni, 2017
Tebal                               : 292 halaman

          

Arsip, perpustakaan, dokumentasi, dan museum merupakan lembga penyimpan budaya dan informasi yang memiliki kesamaan fungsi di lain sisi juga memiliki perbedaan fungsi.  Lembaga-lembaga ini memiliki fungsi  pengelola, penyimpan, dan pelestari peradaban manusia. Keempat lembaga itu juga bisa berfungsi sebagai sumber penelitian.
          Dari segi pemanfaatan sumber, perpustakaan dan museum lebih terbuka diakses daripada dokumen dan arsip. Pemanfaatan dokumen dan arsip terbatas pada komunitas dan kepentingan tertentu.
          Arsip dan perpustakaan merupakan kegiatan perekaman sejak ribuan tahun lalu. Media arsip dan perpustakaan berkembang dari bentuk tanah liat, perkamen, papirus, film, kertas sampai bentuk digital.
Kemudian dalam konteks Indonesia, kedua lembaga ini kadang digabung sebagaimana terjadi pada Badan Perpusakaan dan Arsip Daerah/BPAD untuk tingkat provinsi.Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota dengan nama badan yang bervariasi, misalnya Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah/KPAD atau Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah/KAPD. Kemudian untuk perguruan tinggi tertentu, kedua lembaga itu dipisah. Banyak juga perguruan tinggi ternama di negeri ini yang belum memiliki unit kearsipan tersendiri.
          Arsip memang diperlukan dalam kehidupan pribadi, kelembagaan,dan kebangsaan. Arsip diharapkan berfungsi sebagai:
1.Memori individu, lembaga, dan bangsa
2.Alat pembuktian
3.Sumber penelitian
4.Kepentingan hukum, politik, dan sejarah
5.Menelusur silsilah
6.Memelihara kegiaan lembaga masyarakat.
Buku stebal 292 halaman ini memang membahas pengertian, sejarah, fungsi, dan macam-macam arsip. Namun sebagai buku yang terbit di era digital, buku ini tidak membahas bagaimana digitalisasi arsip. Dengan digitalisasi ini arsip akan lebih awet, menghemat tempat, dan mudah dtemukan kembali. Juga tidak diketahui secara pasti, mengapa buku karya seorang pakar ini diterbitkan oleh penerbit yang belum punya nama bahkan diterbitkan di Papua.
          Dari sisi cover, memang kurang menarik, sebab sekilas nampak sama dengan perpustakaan dengan penampilan rak konvensional dengan bendelan arsip yang mirip buku. Apalagi pemilihan sampul berwarna gelap yang kurang menarik pembaca.


Lasa Hs

Rabu, 07 Maret 2018

MEMAAFKAN ORANG LAIN Oleh Lasa Hs.


Kata maaf memang mudah diucapkan dan perlu penghayatan. Namun bagi orang tertentu kadang berat untuk minta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat. Tetapi ada juga orang yang hatinya keras dan tidak mau memaafkan orang lain.
 Orang yang memaafkan orang lain termasuk perbuatan mulia. Perilaku ini termasuk menabung energi positif.  Tabungan kebaikan itu sebenarnya menyimpan energi positif  dan suatu ketika akan kembali pada pelakunya. Orang seperti ini mendapat kedudukan tinggi menurut pandangan Allah,  dihormati masyarakat, dan disegani musuhnya.
          Suatu ketika Zainab binti Al Harits pernah melakukan percobaan  pembunuhan  kepada Baginda Nabi Muhammad Saw dengan racun. Zainab adalah isteri Salam bin Masykam (salah seorang tokoh Yahudi) . Zainab berhasil membubuhkan racun pada sate kambing yang disajikan kepada Rasulullah Saw yang saat itu dimakan bersama Bisyr bin Bara’ bin Ma’rur. Saat itu Bisyr sempat menelan daging beracun itu lalu beberapa saat meninggal dunia. Sedangkan Rasulullah Saw baru tahap mengunyah lalu memuntahkannya kembali lalu mengatakan bahwa :” Daging itu memberitahukan padaku bahwa ia beracun”. Setelah kejadian yang kejam itu, Zainab dipanggil oleh Rasulullah Saw dan ditanya:” Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan ini?. Kemudian wanita jahat ini menjawab :” Kiranya bukan rahasia lagi bahwa kaumku ingin membunuh tuan. Apabila tuan adalah seorang raja pasti sudah mati kena racun tadi. Akan tetapi apabila tuan itu seorang Nabi, maka tuan pasti diberitahu oleh Allah bahwa daging itu beracun. Nyatanya demikian, karena tuan sebagai Nabi, maka tuan selamat”. Kemudian Rasulullah Saw memaafkan dan melepaskan wanita kejam tadi. Begitu mulianya contoh yang dilakukan oleh Rasulullah Saw, maka wanita itu masuk Islam.
          Pada suatu saat, ada seseorang menghadap Rasulullah Saw dan bertanya:”Apakah agama itu?” Beliau menjawab :”Budi pekerti yang baik”. Kemudian orang itu datang lagi dari sebelah kanan Nabi dan bertanya lagi:” Apakah agama itu ?”. Beliaupun menjawab :”Budi pekerti yang baik”. Kemudian orang itu datang lagi dari sebelah kiri Nabi Saw dan bertanya lagi :”Apakah agama itu ?” Beliaupun menjawab lagi :”Budi pekerti yang luhur”. Orang itu pun datang lagi dari belakang Nabi Saw dan bertanya lagi :”Apakah agama itu ?”. Beliau menjawab :”Agama itu ialah “Jangan marah”. (HR Muhammad bin Nashr dari Abu Al A”la bin Sjuhair – mursal).
Menciptakan kerukunan dapat dimulai dengan meniadakan dengki, menjauhkan sikap saling mencurigai, dan hindari saling menghujat. Rasulullah Saw bersabda :”Jangan ada diantara kalian saling mendengki, saling intip, maupun saling marah dan jangan saling bertolak belakang, dan jangan pula sebagian kamu itu membeli sesuatu di atas (harga) pembelian yang lain, jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara “. (HR Muslim)
          Dengan adanya kedengkian, dendam di antara kita berakibat kerusuhan yang menimbulkan kesengsaraan masyarakat. Tidak sedikit gedung terbakar, mobil rusak, bahkan jiwa melayang sia-sia. Hal ini lantaran adanya dendam antarkelompok.Tentunya hal ini tidak kita inginkan.
Kita ini bangsa yang besar dan memang ditakdirkan berbeda. Perbedaan tidak harus dipertajam, tetapi bunga itu indah di taman karena warna-warni yang berbeda.


KIAT LOLOS Call Paper Bag 3 ANATOMI PAPER ILMIAH


Anatomi Paper/Karya Tulis Ilmiah
            Karya tulis ilmiah harus memenuhi standar minimal yang telah berlaku dalam dunia penulisan ilmiah.
Judul
            Judul hendaknya dibuat sesingkat mungkin, mudah dipahami, mudah diingat, dan mencerminkan isi naskah. Judul yang tidak jelas, terlalu umum, kurang informatif, dan  tidak memikat akan menyebabkan tulisan itu diremehkan orang lain (Mien, A. Rivai, 1995:69). Bahkan terdapat pendapat bahwa judul karya tulis ilmiah itu maksimal  terdiri sekitar 12 kata (bahasa Indonesia), 10 kata (bahasa Inggris) atau 8 kata (bahasa Jerman).
Nama penulis, profesi, dan lembaga
            Nama penulis, profesi, dan lembaga perlu dicantumkan untuk memudahkan komunikasi dan sebagai tanggung jawab substantif terhadap lembaga dan profesinya. Sebab sering terjadi bahwa seorang pembaca ingin sekali berkomunikasi dengan penulis seputar tulisan itu atau hal-hal terkait.
            Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, gelar dan pangkat tidak perlu dicantumkan. Sebab suatu tulisan itu dianggap ilmiah bukan diukur dengan deretan gelar di depan dan/atau di belakang namanya, tetapi dari substansi penulisan.
           
Abstrak
            Abstrak merupakan uraian singkat tentang bidang kajian agar mudah ditemukan kembali. Isi abstrak hendaknya mampu mengungkapkan sari karangan asli dengan menunjukkan subjek karangan, sifat karya, metode penelitian yang digunakan, tujuan karya, hasil yang diperoleh dan kesimpulan penulis. Mengingat abstrak itu merupakan penggambaran singkat isi karangan, maka abstrak harus dibuat secara ringkas, tepat, mandiri, dan obyektif.
Kata kunci
            Untuk memudahan temu kembali informasi, maka perlu adanya kata kunci sebagai alat menelusur informasi melalui bibliografi, indeks, katalog, ata melalui internet.
Kata kunci ini seharusnya ditulis oleh penulis karya ilmiah, sebab mereka lebih mengetahui hal-hal yang dipublikasikan.
Pendahuluan
            Pendahuluan berisi uraian singkat yang memberikan gambaran kepada pembaca tentang lingkup masalah yang akan dibahas dalam tulisan itu. Dari sini dapat diketahui pokok-pokok pembahasan secara umum dan cara penyajiannya. Di sini dapat pula ditulis bayangan simpulan yang akan dicapai sehingga pembaca akan menghargai bukti-bukti yang diajukan itu. Simpulan di sini dapat ditulis dua atau tiga kalimat pada paragraf terakhir pendahuluan.
Latar belakang
            Latar belakang berisi uraian kondisi obyektif persoalanb saat ini dan dukunganfakta-fakta untuk peningkatan nilai tambah. Uraian ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan menunjukkan persoalan yang akan dibahas. Oleh karena itu uraian latar belakang hendkanya ditulis secara sistematis, ringkas, lengkap, logis, dan lugas.
Rumusan Masalah
            Permasalahan atau rumusan masalah berupa uraian singkat tentang pokok masalah yang akan diketahui, dibahas, dan bila mungkin dicari solusinya. Oleh karena itu rumusan masalahini harus berorientasi pada prospek keguanannya secara operasional. Biasanya rumusan masalah dimulai dengan kalimat pertanyaan.
Tinjauan Pustaka
            Tinjauan pustaka berupa uraian singkat tentang hasil penelitian, artikel ilmiah, maupun karya akademik tentang topik yang dibahas yang pernah ditulis orang lain dengan menyebutkan deskirpsi singkat maupun karakteristiknya. Litertaur tersebut harus ditelaah penulis secara kritis, logis, dan sejauh mana hubungannya dengan topik yang akan dibahas.
Landasan Teori
            Landasan teori sebenarnya berupa konsep yang akan mendukung penulisan dan penelitian yang akan dilakukan. Landasan teori ini merupakan pisau analisis bagi penulis/peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian/penulisan. Oleh karena itu dalam penyusunan landasan teori ini, calon penulis/peneliti harus berpikir tentang tema/theme, pendekatan/approach, parasigma/paradigm, konsep/concept, dan tepri-teori/theories.
Pembahasan
            Pembahasan menyajikan permasalahan yang diajukan, penafsiran, dan jawaban dari permasalahan/rumusan masalah. Dalam hal ini apa yang telah dibahas pada tinjauan pustaka dan landasan teori tidka perlu lagi diuraikan di sini. Apabila tulisan itu berupa hasil penelitian, dapat dikemukakan rangkuman yang diperoleh penulis, kesulitan penelitian, temuan di lapangan, dan pendapat penulis.
            Dalam penyampaian pembahasan ini dapat dibuat bab per bab lalu dibagi lagi menjadi sub-sub tertentu dan seterusnya. Tetapi ada juga pembahasan yang disajikan secara agris besar. Kemudian isi pembahasan hendaknya terdiri dari:
  1. Uraian masalah yang dibahas
  2. Analisis atau interpretasi
  3. Ilustrasi maupun contoh-contoh
  4. Tabel, grafik, statistik, data, dan lainnya
Penutup
            Sebagai layaknya suatu karya ilmiah, perlu ada penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan di sini bukan merupakan rangkuman atau ikhtosar dari pembahasan yang dikemukakan pada pendahuluan. Kesimpulan dapat berupa uraian/esai atau berupa butir-butir pemikiran yang bernomor.
Daftar Pustaka
            Semua literatur yang diacu dalam penulisan ilmiah harus dicantumkan pada daftar pustaka. Sebab, daftar pustaka itu merupakan bagian integral karya ilmiah. Soehardjan (200) menyatakan bahwa pencantuman daftar pustaka pada karya ilmiah itu berfungsi sebagai dasar penyusunan argumentasi atau bahan pembahasan hasil penelitian.Literatur merupakan referensi utama yang dijadikan landasan penulisan artikel ilmiah. Penyitiran literatur bertujuan untuk mengamati perkembangan ilmu pengetahuan. Perujukan literatur  berarti memberikan penghargaan kepada sumber ide yang digunakan dalam penulisan itu.
            Tingkat kemutakhiran literatur yang dirujuk mencerminkan tingkat kekinian/actuality informasi dan sekaligus dapat diketahui sbeberapa jauh penulis itu mengikuti perkembangan bidang. Sebaiknya literatur yang dirujuk paling lama kira-kira 10 tahun lalu, dan syukur 5 tahun yang lalu.
            Dalam persyaratan akreditasi jurnal ilmiah yang tertera pada Instrumen Evaluasi untuk Akreditas Berkala Imiah (2001) ditentukan persentase antara literatur primer dan litertaur sekunder. Untuk jurnal ilmiah dengan nilai akreditasi sangat baik, proporsi rujukan primer harus lebih 80 % dan literaur sekunder sekitar 20 %.
Azas-azas Penulisan
            Dalam penulisan ilmiah perlu memerhatikan azas-azas penulisn yakni kejelasan/clearness, keringkasan/conciseness, ketapatan/correctness, kesatupaduan/unity, pertautan/coherence, pengharkatan/emphasis.
  1. Kejelasan
Ide yang dipaparkan dalam bentuk tulisan harus mudah dipahami orang lain. Untuk itu dalam penyampaian gagasan hendaknya diungkapkan dengan kalimat pendek. Kata-kata yang dipilih hendanya tepat/sesuai ide penulis. Hendaknya diusahakan jangan sampai menimbulkan salah tafsir, membingungkan, dan menimbulkan tafsir ganda.
  1. Keringkasan
Tulisan ilmiah cenderung ringkas dalam pengungkapan. Yakni tulisan yang tidak berlebihan penggunaan kata (seperti amat, sangat, sekali), pengulangan kata, tidak berputar-putar, dan tidak mengulang-ulang ide yang dikemukakan. Sedapat mungkin dihindari uraian yang berbelit-belit maupun bernada ceramah/menggurui
  1. Ketepatan
Butir-butir ide yang disampaikan itu sesuai dengan maksud penulisnya. Ketepatan ini juga berlaku pada ketatabahasaan, ejaan, tanda baca, maupun pemilihan kata
  1. Kesatupaduan
Segala sesuatu yang disajikan dalam tulisan itu harus berkisar pada tema pokok. Pembahasan harus bermuara pada tema itu dan tidak menjalar kemana-mana. Kailmat satu dan kalimat berikutnya saling mendukung dan setiap kalimat mengandung suatu nit gagasan yang utuh. Demikian pula dengan alinea. Alinea terdiri dari beberapa kalimat yang merupakan satu pengertian utuh dan saling terpaut sehingga pembaca mampu menangkap ide pada alinea itu dengan jelas dan utuh.
  1. Pertautan
Karya tulis ilmiah terdiri dari alinea, kalimat, dan kata. Antara alinea, kalimat, dan kata satu dengan yang lain terdapat hubungan yang saling terkait. Keterkaitan itu ibarat aliran yang sambung menyambung dari awal sampai akhir. Oleh karena itu sebaiknya kalimat maupun alinea berikut itu merupakan penegasan, penafsiran, penjelasan, atau sambungan dari kalimat/alinea sebelumnya.
  1. Pengharkatan
Dalam pengungkapan uraian hendaknya terdapat penekanan atau penonjolan ide tertentu. Dengan cara ini, ide itu akan mudah ditangkap dan mengesan lama pada pembaca. Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu meyakinkan pembaca/writing that says something convieingly to someone .
Penutup
            Penulisan ilmiah merupakan salah satu media pengembangan ilmu pengetahuan, informasi, dan profesi. Karya tulis ilmiah ini menyajikan iptek, kumulasi pengetahuan, informasi baru, dan pemecahan masalah.
            Artikel ilmiah yang dimuat jurnal ini memiliki karakteristik sistematis, logis, ringkas, tidak berlebihan, tidka mendebat, obyektif, dan tidak emosional. Karya ini menyajikan fakta, data, dan peristiwa yang sebenarnya.
            Dalam penulisan ilmiah harus memperhatikan azas-azas penulisan yakni kejelasan, keringkasan, ketepatan, kesatupaduan, pertautan, dan pengharkatan. Penulisan karya tulis ilmiah perlu ditingkatkan di kalangan pustakawan untuk mengembangkan ilmu perpustakaan, perpustakaan, dan profesi pustakawan.

Daftar Pustaka

-          Adhim, M. Fauzil. 2004. Dunia Kata. Bandung: Dar Mizan

-          Camus, Akbert dkk. 2003. Menulis Itu Indah. Yogyakarta: Jendela

-          Dirjen Dikti Depdikbud. 2001. Instrumen Evaluasi Untuk Akreditasi Berkala Ilmiah. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud

-          Hermanto. Kajian Kemutakhiran Referensi Artikel Ilmiah Pada Beberapa Jurnal Ilmiah Penelitian Pertanian. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (1) 2004

-          ----------. Faktor Penghambat Pustakawan Dalam Menulis Artikel di Surat Kabar. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (2) 2004

-          Hernowo. 2005. Mengikat Makna. Bandung: Mizan Learning Center

-          Kertonegoro, Mulyadhi. 2005. Seni Mengukir Kata; Kiat-Kiat Menulis Efektif-Kreatif. Bandung: Mizan Learning Center.

-          Lasa Hs. 2005. Gairah Menulis. Yogyakarta: Alinea

-          ----------. 2006. Menulis Itu Segampang Ngomong. Yogyakarta: Pinus

-          Rudatan, Rs. 2006. Menjadi Kaya Dengan Menulis. Yogyakarta: Andi Offset

-          Stevensen, R.C. 2004. Menulis dan Membuat Buku. Yogyakarta: Jendela.

-          Sudiati, Vera; A. Widyamartaya. 2005. Menjadi Penulis. Yogyakarta: Pustaka Widyatama

-          Sumantri, Usep Pahing. Motivasi Pustakawan Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Yang Dipublikasikan. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (2) 2004

-          Susilowati, Erni. 2006. MotivasiPustakawan PTN DIY Dalam Penulisan Artikel Yang Dipublikasikan Media Cetak. Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

-          Sutardjo. Pengaruh Jenjang Jabatan Fungsional Peneliti Terhadap Penggunaan Literatur Untuk Rujukan Karya Tulis Ilmiah. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 14 (2) 2005. .