Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Selasa, 28 Juli 2020

Perpustakaan UMY adakan Webinar Bimbingan Akreditasi

Akreditasi merupakan salah satu tolak ukur dalam menentukan kualitas sebuah perpustakaan, sehingga banyak perpustakaan baik Perpustakaan Perguruan Tinggi, maupun Perpustakaan Sekolah yang mengupayakan untuk dapat terakreditasi oleh Perpustakaan Nasional. Dalam proses akreditasi tersebut ada bebera borang yang harus disiapkan.

Selain itu, dalam pengisian borang juga perlu trik sehingga asesor dapat lebih mudah menilai borang yang disediakan, hal tersebut berdampak pada hasil akhir dari proses akreditasi tersebut. Kitannya hal tersebut Perpustakaan UMY mengadakan webinar yang membahas tentang bagaimana prose akreditasi, khususnya pada perpustakaan sekolah SLTA. Kegiatan tersebut diisi langsung oleh Drs. Lasa Hs.,M.Si. selaku Kepala Perpustakaan UMY sekaligus mantan asesor akreditasi perpustakaan. Kegiatan Ini dilaksanakan pada tanggal 29, 30 Juli dan 4 Agustus 2020 melalui daring menggunakan aplikasi webinar. 

Jumat, 24 Juli 2020

Bibliobattle; Media Promosi Perpustakaan




Di era adaptasi kebiasaan baru ini , Perpustakaan UMY untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Bibliobattle tanggal 25 Juli 2020 secara daring. Acara ini menampilkan tiga presenter yang dipilih yang kebetulan dari dosen-dosen Fakultas Pendidikan Bahasa UMY. Mereka adalah Roojil Fadilah, Lc, MPd.I dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab,  Azizia Freda, M.P.d dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, dan Fitria Rahmawati, S.Pd., M.Hum dosen prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Bibliobattle sebenarnya merupakan pengembangan diskusi atau bedah buku yang dikemas dalam bentuk permainan yang dipertandingkan. Bibliobattle ini dapat dilakukan antara lain dengan cara:
Pertama, beberapa buku (fiksi atau non fiksi) dipresentasikan oleh beberapa presenter lalu dilanjutkan tanya jawab. Setelah itu dilakukan pooling pemilihan buku terbaik. Kedua, beberapa presenter mempresentasikan isi buku yang menarik seperti novel, drama, politik dll. Kemudian dilakukan tanya jawab. Setelah itu dilakukan pooling mana presenter yang paling baik.
Dalam bibliobattle yang diselenggarakan Perpustakaan UMY kali ini  terpilih sebagai presenter terbaik  adalah Ibu Fitria Rahmawati, S.Pd., M.Hum.
Penyelenggaraan bibliobattle oleh perpustakaan ternyata mampu meningkatkan jumlah kunjungan (daring maupun fisik). Li dan Mao  (2015) dalam artikelnya menyatakan bahwa kegiatan bibliobattle di Jepang tahun 2010 – 2013 mampu meningkatkan kunjungan dan minat perpustakaan yang tinggi. Sementara itu Galih Panuntun dan Margareta Aulia Rachman telah melakukan penelitian bibliobattle di Perpustakaan Kemensos RI. Dalam penelitian itu ditemukan bahwa memang ada perbedaan jumlah pengunjung sebelum dan setelah dilakukan bibliobattle. Sebelum dilakukan bibliobattle pengunung perpustakaan itu sebanyak 828 orang dan setelah diselenggarakan bibliobattle jumlah pengunjung naik menjadi 955 orang. Maklum perpustakaan tersebut adalah perpustakaan khusus yang pengunjungnya terbatas.
Banyak fungsi dan manfaat dari kegiatan bibliobattle antara lain:
1 Sebagai strategi promosi perpustakaan dalam product, price, promotion, dan
   place
2 Sebagai sarana interaksi dengan masyarakat umum
3 Meningkatkan pemanfaatan library resources
4 Sebagai media kolaborasi antara pendidik (dosen, guru,) dan mahasis/siswa

Lasa Hs

Cara Mengirimkan Sertifikat Otomatis Melalui Google Form

Saat ini hampir setiap hari selalu diadakan webinar. Webinar ini biasanya menyediakan sertifikat elektronik yang nantinya diberikan kepada para peserta. Jika sertifikat elektronik ini dibuat secara manual, maka akan merepotkan panitia. Karena panitia harus menuliskan nama satu persatu pada sertifikat tersebut, belum lagi jika peserta webinar mencapai ratusan bahkan ribuan maka akan membutuhkan waktu yang lama.

Dalam mengatas permasalahan itu, maka panitia webinar dapat mengirimkan sertifikat otomatis melalui google form. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan :
  1. Peserta membuat form evaluasi melalui google forms. Form ini dikirimkan kepada peserta diakhir acara. sehingga peserta yang mendapatkan sertifikat adalah peserta yang mengisi forms ini.
  2. Membuat template sertifikat.
    Membuat template setifikat ini bisa dilakukan dengan berbagai aplikasi, bisa menggunakan photoshop, corel, paint bahkan juga bisa dilakukan dengan menggunakan power point ataupun ms. word. Template sertifikat ini harus dalam format gambar dengan ekstensi JPG, atau PNG.
    Dalam pembuatan template ini nama peserta dan peran peserta dikosongi terlebih dulu, karena aka diisi otomatis oleh google forms
  3. Masuk di google drive, kemudian klik upload lalu pilih sheets
  4. Lalu setting ukurannya dengan cara klik file kemudian klik page setup
Bagaimana langkah selanjutnya? akan dibahas pada artikel berikutnya ya.
Selalu kunjungi website FPPTMA untuk mendapatkan info terbaru

Kamis, 23 Juli 2020

SELAMAT PERPUSTAKAAN UMS KEMBALI TERAKREDITASI “A”



Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mendpatkan predikat terakreditasi “A” dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Hal ini tertuang dalam sertifikat akreditasi nomor: 00154/LAP PT/VII/2020. Sertifikat ini ditandatangani oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando pada tanggal 7 Juli 2020.
Prestasi ini merupakan prestasi lanjutan yang sebelumnya telah diukir pada tahun 2015 dengan predikat “A” juga. Hal ini menandakan bahawa Perpustakaan UMS telah menunjukkan kesesuaian terhadap standar nasional perpustakaan dengan predikat unggul.
Semoga dengan prestasi ini yang telah didapat ini Perpustakaan UMS dapat senantiasa meningkatkan pengembangan Perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Sehingga keberadaan Perpustakaan UMS dapat memberi nilai manfaat bagi sivitas akademika khususnya dan juga bagi masyarakat pada umumnya.
SELAMAT KEPADA PERPUSTAKAAN UMS ATAS PRESTASI YANG TELAH DIRAIHNYA. (mhn)

Rabu, 15 Juli 2020

Materi Webinar "Kupas Tuntan Proses Akreditasi Perpustakaan secara Daring"

Kamis, 16 Juli 2020 Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/`Aisyiyyah (FPPTMA) bekerjasama dengan Perpustakaan UMY dan Perpustakaan UMS menyelenggarakan kegiatan webinar "Kupas Tuntan Proses Akreditasi Perpustakaan secara Daring". Kegiatan tersebut diisi oleh Drs. Lasa Hs.,M.Si selaku ketua FPPTMA dan TIM Akreditasi UMS. Banyak hal yang telah disampaikan, adapun materi webinar ini dapat diunduh melalui link di bawah ini


https://drive.google.com/drive/folders/1Cf-vJSTnDypA1EqldIp2uVwjjjjK_xRMlO_5

Minggu, 12 Juli 2020

UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Merajut Asa Menuju Perpustakaan Terakreditasi


UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Merajut Asa Menuju Perpustakaan Terakreditasi

Oleh
Imam Setiobudi, S.I.Pust.
Pustakawan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) adalah Universitas baru yang ada di wilayah Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Universitas ini merupakan gabungan dari tiga perguruan tinggi Muhammadiyah di Pekalongan yaitu Politeknik Muhammadiyah Pekalongan, STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dan STIE Muhammadiyah Pekalongan dengan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kemenristek Dikti No. 314/kpp/1/2019 tahun 2019. Seiring penggabungan perguruan tinggi tersebut menjadi Universitas tentu berdampak pada bergabunganya lembaga dibawahnya termasuk perpustakaan sehingga terbentuklah UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.  
Pada periode pertama yaitu tahun 2019-2023 UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan di pimpin oleh Bapak Usamah, M.Si yang sebelumnya adalah Kepala Perpustakaan STIE Muhammadiyah Pekalongan. Langkah awal merajut asa menuju perpustakaan terakreditasi yang menjadi mimpi bersama segenap tim pustakawan UMPP adalah dengan membuat program kerja yang terbagi dalam empat langkah utama yaitu Konsolidasi, Penguatan Lembaga, Peningkatan SDM, dan Perpustakaan terakreditasi.
Langkah pertama UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dalam merajut asa menuju perpustakaan terakreditasi adalah konsolidasi. Konsolidsai meliputi beberapa hal yaitu menyatukan, memperkuat dan menyamakan persepsi serta karakter kebersamaan meraih visi, misi, dan tujuan organisasi baru, hal ini sangat penting mengingat pada periode sebelumnya masing-masing perpustakaan mempunyai persepsi yang berbeda.
Langkah kedua yang dilakukan adalah penguatan lembaga, hal ini dilakukan dengan cara  Reorganisasi yang merupakan proses pembentukan norma atau nilai baru agar terbentuk keserasian dalam tubuh organisasi yang telah mengalami perubahan dari tiga perguruan tinggi menjadi universitas. Kemudian penguatan lembaga juga melakukan adalah menjalin kerjasama pada sesama perpustakaan dalam Forum Perpustakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (FPPTMA), Perpustakaan Perguruan Tinggi lainya, Perpustakaan Daerah dan Perpustakaan Nasional. Selain itu juga menjalin kerjasama dengan Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah, Majlis DIKDASMEN Pengurus Daerah Muhammadiyah, Kerjasama Dosen AIK dan terakhir bercita-cita merealisasikan Muhammadiyah Corner. 
Langkah ketiga adalah peningkatan SDM yaitu mengembangkan kompetensi yang dimiliki pustakawan, melalui seminar, webinar, pelatihan dan workshop, dimana tujuannya adalah pustakawan perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dapat tersertifikasi oleh lembaga sertifikasi Perpustakaan Nasioanal.
Langkah terakhir perpustakaan terakreditasi, langkah ini perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan mencoba mengisi borang akreditasi terbaru dari Perpustakaan Nasional secara jujur yang mencakup pada Instrumen Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi yang terdiri atas 6 komponen utama yaitu, koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan dan penguat. Hasilnya nilai komulatif masih di bawah 60 dari seluruh komponen penilaian sehingga hal tersebut dijadikan dasar dan patokan perbaikan perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan menjadi lebih baik lagi.
Usamah, M.Si. Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan mengatakan “Harapannya dengan nafas baru penggabungan tiga perpustakaan menjadi satu wadah perpustakaan universitas menambah sumber daya yang baik seperti segi sarana prasana, SDM dan lainya. Kemudian tentu kami berharap bantuan doa restu, kerjasama dan dukungan kerja nyata dari temen-temen saudara kandung dalam wadah FPPTMA”


Kamis, 09 Juli 2020

RESENSI BUKU: MUDA. BERDAYA. KARYA RAYA!


RESENSI BUKU: MUDA. BERDAYA. KARYA RAYA!
Muda Berdaya Karya Raya - Republika Penerbit
Judul              : Muda. Berdaya. Karya Raya!
Penulis          : Fahd Pahdepie
Editor              : Triana Rahmawati
Penerbit         : Rebuplika Penerbit, Jakarta
Tahun Terbit : 2019
ISBN               : 9 786025 734724quarterb
Tebal              :  xx + 336 halaman.

Konon, fase terberat dalam hidup adalah usia dua puluhan. Jika seseorang berhasil melewati fase ini dengan baik, hidup akan baik-baik saja hingga akhir. Jika gagal, segalanya menjadi lebih berat lagi di fase berikutnya. Setiap orang mengalami Quarter life crisis tentang penemuan jati diri. Melalui buku ini, Fahd Pahdepie bercerita dan mengajak kita melihat betapa serunya melewati fase hidup yang menegangkan ini.
Buku Muda. Berdaya. Karya Raya! adalah sebuah jurnal tentang perjuangan melewati krisis perempat usia yang ditulis oleh Fahd Pahdepie, ia adalah alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada tahun 2018 mendapatkan Outstanding Achievement Award dari UMY dan menjadi alumni termuda yang menerima pengharhaan itu.  Buku ini menceritakan tentang perjalanan hidup penulis, merasakan bagaimana jatuh secara luar biasa, dan kini ia telah menjadi seorang penulis, pengusaha dan aktivis. Jadi buku ini adalah sebuah kisah nyata.
Fahd Pahdephie tidak ingin menjadikan buku ini sebagai panduan hidup bagi pembacanya, karena setiap orang mempunyai masalahnya sendiri yang unik dan tentu saja latar belakang, lingkungan dan identitas diri yang berbeda akan melahirkan masalah-masalah yang berbeda pula. Sehingga tidak akan bisa menggunakan satu formula untuk mencari jalan keluar.
Kelebihan
Fahd Pahdepie membawakan buku ini dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, buku ini dilengkapi dengan quote di setiap bab, kata-kata sederhana yang mampu menjadi pengobat hati. Quote yang paling singkat dan mengena di hati adalah “Jadilah penulis. Jika Kau mati, kata-katamu tidak”. Dapat dimaknai bahwa menulis bukan sekedar royalti dan popularitas, tetapi sebuah kebermanfaatan.
Fahd di dalam buku ini memberikan sebuah gambaran hidup yang ia jalani dan ia pilih dengan banyak pertimbangan, meninggalkan zona nyaman yang mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal gila, namun dia tidak ingin mengatakan bahwa keputusannya adalah hal paling benar, dia hanya ingin menjadi Fahd yang bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang.
Membeli buku atau membaca buku ini Anda telah memberi sepiring makan kepada orang miskin, anak jalanan dan mereka yang kehabisan bekal di perjalanan. Fahd Pahdepie mengajak kita untuk berbagi. 
Kekurangan
Buku ini adalah buku perjalanan hidup Fahd Pahdephie, mungkin tidak semua orang yang membaca akan setuju dengan keputusan-keputusan yang diambil. Sehingga buku ini harus dibaca oleh orang yang berpikiran terbuka dan mampu membawa diri.
Ditulis oleh Umi Haniati, Pustakawan STIKES Muhammadiyah Gombong.




Rabu, 08 Juli 2020

HUKUM PENYELENGGARAAN SHALAT JUM’AT DI SELAIN MASJID Tulisan – 4




Di masa pandemi ini, penyelenggaraan shalat di masjid diharuskan memenuhi protokol kesehatan yang ketat, di antaranya adalah mengatur jarak shaf. Hal itu mengakibatkan daya tampung masjid berkurang. Timbul pertanyaan di masyarakat, bolehkah mengerjakan shalat Jum’at di luar masjid atau di lokasi lain selain masjid ?.
Pada prinsipnya shalat Jum’at idealnya dikerjakan di masjid. Namun demikian, apabila ada keperluan yang mendesak, maka shalat Jum’at dapat dilaksanakan tidak hanya di masjid, tetapi di lokasi lain, seperti di mushala, langgar, tanah lapang, halaman, gedung pertemuan, rumah, ruangan kosong yang telah dipersiapkan untuk tempat ibadah atau tempat-tempat luas lain yang layak. Hal ini didasari oleh beberapa alasan, antara lain:
Pertama
            Lafadz perintah shalat Jum’at yang bersifat umum tanpa mensyaratkan shalat hanya di satu tempat. Hal ini disebutkan dalam Q.S. al-Jumu’ah: 9, yang artinya :” Hari orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.
Kedua
            Pengertian dari kata ”masjid” yang secara etimologi memiliki arti tempat sujud. Dengan demikian, kata ”masjid” pada hakikatnya tidak terbatas pada masjid yang berupa bangunan khusus untuk shalat semata, tetapi tempat manapun yang dapat dilakukan shalat (sujud) maka dapat berfungsi sebagai masjid. Dalam sebuah hadis disebutkan yang artinya :”Dari Abi Sa’id al-Khudri (diriwayatkan) ia berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda :”Bumi ini semuanya merupakan masjid (tempat sujud untuk shalat) kecuali jamban (kamar kecil) dan kuburan” (HR. Al-Hakim)
Ketiga
            Perluasan makna atas lafadz ”masjid” di atas diperkuat oleh perbuatan sahabat Mus’ab bin Umair tatkala menjadi utusan Rasulullah saw ke Madinah setelah Bai’at al-’Aqabah. Dalam keterangan yang dinukilkan oleh Ibnu Sa’ad dalam kitabnya Tabaqat al-Kubra disebutkan bahwa Mus’ab pernah mendirikan shalat Jum’at berjamaa’ah di rumah Sa’ad bin Khaisamah. 
            Mus’ab kemudian menuliskan surat kepada Rasulullah saw untuk meminta izin kepada beliau agar bisa mengumpulkan kaum Anshar yang telah masuk Islam untuk mendirikan shalat. Rasulullah pun mengizinkannya dan menuliskan perintah untuk Mus’ab: cermatilah bagaimana persiapan kaum Yahudi untuk beribadah Sabat. Tatkala matahari tergelincir (masuk waktu dhuhur) bersegeralah engkau menunaikan shalat Jum’at menghadap Allah swt dan berkutbahlah. Maka Mus’ab mengumpulkan para kaum Anshar di rumah Sa’ad bin Khaitsamah sebanyak dua belas orang dan itulah shalat Jum’at pertama kali yang didirikan di Madinah (Ibn Sa’ad, III: 110)


Keempat
            Shalat Jum’at yang dilaksanakan di masjid dalam keadaan seperti sekarang ini dapat menimbulkan kesulitan, karena dituntut adanya pengetatan protokol kesehatan, antara lain pembatasan jumlah akibat dari perenggangan shaf. Sementara itu, salah satu sifat agama Islam adalah selalu menghindarkan  dari kesulitan dan kesempitan. Dalam Q.S. al-Hajj: 78 disebutkan :”Dia Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”.
            Tercatat dalam sejarah bahwa memindahkan lokasi shalat hakikatnya pernah diperbolehkan oleh Rasulullah saw kepada sahabat bernama ’Itban yang meminta izin khusus kepada Nabi  saw untuk menjadi imam di rumahnya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, yang artinya:” Dari ’Itban bin Malik al-Anshari, dia berkata, saya menjadi imam shalat kaum saya, Bani Salim. Lalu saya temui Nabi saw, saya tanyakan kepada beliau, saya tidak bisa terima penglihatan saya, sementara banjir menghalangi rumah saya dengan masjid kaum saya, sungguh saya ingin sekali engkau datang ke rumah saya, engkau tunaikan shalat di rumah saya di tempat yang akan saya jadikan sebagai masjid. Nabi saw menjawab, insyaa Allah saya datang. Pagi menjelang siang yang memanas, Nabi saw bersama Abu Bakar menemui saya. Nabi saw minta izin masuk dan saya mengizinkan. Beliau tidak duduk sampai berkata, di mana engkau ingin saya tunaikan shalat di rumahmu?. Kepada beliau saya tunjukkan tempat yang saya ingin beliau shalat. Lalu Rasulullah saw berdiri untuk shalat. Kami berbaris di bekakangnya. Beliau tutup shalat dengan salam. Kami pun membaca salam (H.R. al-Bukhari)
            Berdasarkan hadis di atas, dapat diketahui bahwa alasan ’Itban meminta keringanan adalah karena adanya kesulitan yaitu gangguan mata dan adanya hujan yang menyebabkan banjir. Sementara ancaman pandemi Covid - 19 tidak lebih ringan daripada alasan yang dikemukakan oleh ’Irban dan direstui oleh Rasuullah saw.
            Dengan demikian, menambah lokasi pelaksanaan shalat Jum’at di selain masjid seperti mushala, langgar, tanah lapang, halaman, gedung pertemuan, rumah, ruang kosong yang telah dipersiapkan untuk tempat ibadah atau tempat-tempat luas lain merupakan hal yang diperbolehkan, dikarenakan adanya kemaslahatan (al-hajah) yang menuntutnya dan adanya masyaqqah melaksanakannya di tempat terpadu yang biasa dilakukan.
            Ketika tingkat bahaya pandemi Covid-19 ini telah dinyatakan mengalami penurunan di beberapa daerah oleh pihak yang memiliki otoritas, maka kegiatan ibadah berjamaah pun dapat dilakukan kembali meskipun dengan menerapkan serangkaian protokol kesehatan yang ketat sebagai bentuk kehati-hatian dan tetap berupaya mencegah penyebaran wabah Covid-19. Hal ini selaras dengan kaidah-kaidah fikih:
            Adhdhoruratu tuqaddaru biqadariha
            (Kemudharatan itu dibatasi dengan kadarnya (al-Asybah wa a l-Naza’ir oleh al-Suyuthi: 84)
            Idzaa dhaqa al-amru ittasa’a waidza ittasa’a dhaqa
            (segala sesuatu, jika sempit maka menjadi luas, dan jika (kembali) luas maka menjadi sempit (Muhammad az-Zubaili, al-Qawa’id al-Fiqriyyah, 1: 272)
            Al-amru idza tajawaza ’an haddihi in’akasa ila dhiddihi
(segala sesuatu apabila melampaui batas, maka hukumnya berbalik pada sebaliknya (Al-Asybah wa a-Naza’ir oleh al-Nu’mah: 72)   

HABIS


Lasa Hs.

Penerapan Google Analytics di Perpustakaan

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan bagaimana fungsi google analytics untuk perpustakaan. Lalu bagaimana penerapannya?. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu perpustakaan harus mempunya email gmail (harus gmail). Kenapa harus gmail?. Karena google analytic merupakan produk google sehingga emailnya pun diharuskan dari google, yaitu gmail.

Beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menerapkan/mengimplementasikan Google analytics yaitu sebagai berikut :

  1. Akses ke website resmi google analytics pada alamat https://analytics.google.com/analytics/web/#/
  2. Kemudian login dengan email gmail
  3. Klik mulai mengukur

  4. Pada kolom nama akun, isikan nama perpustakaan anda
  5. Kemudian klik berikutnya
  6. Klik berikutnya lagi
  7. Pada kolom nama situs isikan nama website perpustakaan anda, misalnya website perpustakaan UMY
  8. Pada kolom URL situs isikan alamat website perpustakaan anda
  9. Kemudian klik buat
  10. Lalu centak chekbox (persetujuan persyaratan), kemudian klik saya setuju
  11. Kemudian klik simpan
  12. Setelah itu, aka ada script yang harus ditempel pada website perpustakaan anda, jika kebetulan anda tidak mempunyai hak akses ke hosting/server website, maka script tersebut anda berikan kepada staff IT kampus untuk kemudian ditempel pada website perpustakaan.

Setelah script tersebut ditempel di website perpustakaan, maka google akan mendeteksi berapa pengunjung website, baik pengunjung unik atau hanya sekedar page view, lokasi pengunjung, kata kunci yang digunakan oleh pengunjung dalam mengakses website perpustakaan, berapa lama kira2 pengunjung mengakses website perpustakaan kita dll.

Terkait bagaimana cara mendeteksi hal di atas, akan dibahas pada tulisan berikutnya

Selasa, 07 Juli 2020

Fungsi Aplikasi Google Analytics dan SimilarWeb untuk Perpustakaan

Mengetahui jumlah pengunjung website perpustakaan merupakan hal yang sangat penting,  hal tersebut dapat digunakan untuk acuan dalam promosi perpustakaan, peningkatan optimasi SEO dan lain sebagainya. Tidak hanya jumlah pengunjung, sebuah Perpustakaan juga penting untuk mengetahui kata kunci apa saja yang sering digunakan oleh pengunjung untuk mengakses website perpustakaan, hal tersebut digunakan untuk acuan dalam memenuhi kebutuhan informasi. Bahkan, perpustakaan juga perlu mengetahui kira-kira berapa menit pengunjung betah membaca artikel di website perpustakaan, hal tersebut menjadi indikator apakah website perpustakaan tersebut berkualitas atau tidak. 

Tidak hanya itu saja, perpustakaan juga penting mengetahui kira-kira yang mengakses website perpustakaan itu banyak yang menggunakan komputer atau justru banyak yang menggunakan handphone. Kenapa itu penting?. hal tersebut digunakan untuk indikator dalam proses pengembangan interface website agar tampilannya responsive.  

Untuk itu, ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk mengetahui hal tersebut, diantaranya yaitu aplikasi Google Analityc dan Aplikasi SimilarWeb. Bagaimana implementasi keduanya? akan dibahas pada tulisna berikutnya

Minggu, 05 Juli 2020

Materi Webinar Sosialisasi dan Strategi Tembus Emerald

Sabtu, 4 Juni 2020 Perpustakaan UMY kembali mengadakan kegiatan IQRA #4 dengan topik  "Sosialisasi dan Strategi Tembus Emerald". Webinar tersebut diisi langsung oleh Irwan Sukardi Business. Beliau merupakan Manager – Emerald Publishing (Indonesia). Banyak hal yang dibahas dalam webinar tersebut. Detai materi yang disampaikan dapat diunduh melalui link ini

Sabtu, 04 Juli 2020

MENGENAL PENDIRI FSPPTMA


     

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/FPPTMA sejatinya dulu bernama Forum Silaturrahmi Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/PSPPTMA. Pendiri FSPPTMA sebenarnya adalah Bapak Drs. Sobari, MM (saat itu Kepala Perpustakaan UM Malang dan dosen Fak. Ekonomi UM Malang)  dan Ir. Gatot Supangkat, MP  (sekarang doktor, saat itu Kepala Perpustakaan UMY  dan dosen Fak.Pertanian UMY).
          Sejarah perlu ditulis dan kebenaran harus ditegakkan. Untuk itu perlu kita catat dan kenali  salah satu pendiri FSPPTMA yang kini mejadi FPPTMA yakni Drs. Sobari, MM.
Beliau yang dosen Fak. Ekonomi UM Malang itu ditugaskan sebagai Kepala Perpustakaan UM Malang sejak Maret 2003. Pria yang suka mancing ini, sewaktu menjadi siswa SMA bercita-cita untuk menjadi polisi. Namun cita-cita ini belum kesampaian. Kemudian beliau melanjutkan studi di Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) dan setelah lulus, beliau menjadi guru di SMP Muhammadiyah Borobudur. Kemudian beliau menjadi tenaga kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Lalu pada tahun 1978 beliau diangkat sebagai  dosen Fakultas Ekonomi  Universitas Muhammadiyah Malang.
          Bapak empat putra ini memang sejak remaja senang berorganisasi. Ketika sekolah di Magelang, beliau telah aktif di Ikatan Palajar Muhammadiyah/IPM dan ketika menjadi mahasiswa, beliau masuk anggota Himpunan Mahasiswa Islam/HMI.
Ketika beliau mendapat amanah sebagai Kepala Perpustakaan UM Malang, banyak terobosan yang dilakukakannya antara lain; mendirikan American Corner (kerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat), kerjasama dengan Asia Foundation. Saat itu telah ada keinginan untuk membuat jaringan kerjasama sesama Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah maka bersama Ir. Gatot Supangkat MP (Kepala Perpustakaan UMY) dibentuklah Forum Silaturrahmi Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/FSPPTMA. Perubahan FSPPTMA menjadi FPPTMA disepakati dalam Munas III di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Keinginan lain yang saat itu belum terwujud adalah terbentuknya Islamic atau Muhammadiyah Corner.
(sumber Warta PTMA edisi 5 Tahun XVII 2005: 24).

Kamis, 02 Juli 2020

Edaran PP Muhammadiyah tentang Tuntunan Ibadah dan Protokoler Kesehatan di Masa Pandemi

Edaran PP Muhammadiyah tentang Tuntunan Ibadah dan Protokoler Kesehatan di Masa Pandemi

PEDOMAN MUTU PERPUSTAKAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADYAH-‘AISYIAH

PEDOMAN MUTU PERPUSTAKAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADYAH-‘AISYIAH (Sesuai Standar Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi 2018).


HUKUM SALAT BERMASKER


HUKUM SALAT BERMASKER
            Tulisan – 2

           Pada dasarnya mendirikan shalat dalam keadaan tertutup wajah tidaklah dianjurkan. Hal ini sesuai dengan hadis berikut:
Artinya:” Dari Abu Hurairah (diriwaatkan) ia berkata:”Rasulullah saw melarang seseorang menutup mulutnya di dalam salat (HR. Ibnu Majah)
          Dalam rangkaian sanad hadis ini terdapat rawi (orang yang meriwayatkan hadis) bernama al-Hasan bin Zakwan yang diperselisihkan kemakbulan riwayatnya oleh para kritikus hadis. Sebagian lebih banyak menganggapnya rawi yang dhaif (lemah) karena sering melakukan kekeliruan, melakukan tadlis dan dalam riwayat hadis ini menggunakan formula ’an’anah (’dari’) . sebagian lain menganggap hadisnya hasan dengan alasan Yahya bin Sa’id, ahli hadis terpercaya, meriwyatkan hadisnya (Mizan al-i’tidal, II: 236-237, nomor 1847).
Dalam hadis ini terdapat larangan menutup sebagian wajah, namun, seandainya hadis ini dipandang makbajarul sesuai pendapat yang menyatakannya hasan, maka larangan tersebut tidak sampai pada hukum haram. Hal ini ditunjukkan oleh Ibnu Majah sendiri yang meletakkan hadis tersebut pada bab Ma Yukrahu fi ash-shalah (hal=hal yang tidak disukai (makruh) dalam shalat. Selain itu, larangan dalam hadis ini pun tidak berlaku umum karena memiliki sebab yang khusus, yaitu agar tidak menyerupai kaum Majusi di dalam beribadah sebagaimana diinformasikan dalam kitab Syarh Sunan Abi Dawud  karya Badr ad-Din al-’Aini.
            Oleh karena itu, menutup sebagian wajah dengan masker ketika shalat berjamaah di masjid atau mushala dalam keadaaan belum bebas dari pandemi Covid – 19 seperti sekarang ini tidak termasuk dalam larangan di atas dan tidak merusak keabsahan shalat. Apalagi pada masa ancaman wabah seperti sekarang ini, masker merupakan salah satu alat pelindung diri yang sangat dianjurkan dipakai ketika berada di luar rumah, termasuk ketika harus ke masjid atau mushala untuk shalat berjamaah. Dengan demikian, masker telah menjadi suatu kebutuhan (al-hajjah) mendasar yang mendesak untuk dipenuhi. Hal ini selaras dengan kaidah fikih al hajah tanzilu manzilah adh-dharurat (adanya suatu kebutuhan menempati kondisi kedaruratan).
(sumber: Suara Muhammadiyah edisi khususTh. Ke-105, Juli 2020)

Bersambung  


TUNTUNAN IBADAH (Lanjutan) PADA MASA PANDEMI COVID 19


Assalamu ’alaikum wr.wb.

Untuk memberikan penjelasan seputar pelaksanaan ibadah (salat) di masa pademi Covid-19, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Edaran No. 05/l.0/E/2020 tg. 4 Juni 2020 tentang Tuntunan dan Paduan Menghadapi Pandemi dan Dampak Covid-19), maka secara berseri disajikan Tutunan Ibadah pada masa Pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat dan mencerahkan.

    TUNTUNAN IBADAH    (Lanjutan)         
PADA MASA PANDEMI COVID 19
Tulisan – 1

a.     Hukum Salat dengan Saf Berjarak
Meluruskan maupun merapatkan saf adalah bagian dari kesempurnaan salat. Oleh karena itu, merapatkan saf sangat dianjurkan dalam kondisi salat yang normal dan tanpa ada bahaya atau kedaruratan yang mengancam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi.
1.       Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) bahwa Nabi saw bersabda: .. dan tegakkanlah saf dalam salat karena tegaknya saf termasuk dari bagusnya salat (H.R. al-Bukhari)
2.      Dari Anas bin Malik (diriwayatkan) dari Nabi saw, beliau bersabda luruskanlah saf-saf kalian karena sesungguhnya lurusnya saf termasuk dari tegaknya salat (HR. Al-Bukhari)
3.      Dari Anas bin Malik (diriwayatkan) ia berkata, Rasulullah saw bersabda:”Lurukanlah saf-saf kalian kalian, karena sungguh lurusnya saf-saf merupakan bagian dari kesempurnaan salat (HR. Muslim)
4.      Dari Anas (diriwayatkan) adalah Rasulullah saw menghadap kepada kami sebelum takbiratul ihram lalu bersabda: rapatkanlah dan luruskannlah karena sesungguhnya aku (dapat) melihat kalian dari belakangku”. (HR. Ahmad)
Adapun dalam kondisi belum normal di mana sesungguhnya masih belum terbebas dari ancaman wabah Covid 19, perenggangan jarak saf dapat dilakukan demi menjaga diri dari bahaya. Hal ini sesuai hadis Rasulullah saw, yang artinya :”Tidak boleh berbuat mudarat dan menimbulkan madarat (HR. Ibnu Majah)
Dalam kondisi sepert ini, perenggangan jarak tidak menghilangkan nilai (pahala) dan kesempurnaan salah berjamaah, karena wabah Covid – 19 merupakan uzur syar’i yang membolehkan pelaksanaan ibadah secara tidak normal. Hal ini selaras dengan spirit hadis Nabi saw, yang artinya :”Jika seorang hamba jatuh sakit atau pergi safar, maka pahalanya akan dicatat seolah-olah ia sedang tidak safar dan dalam kondisi sehat (HR. Al-Bukhari).
      Ibnu Hajar al-’Asqalani menjelaskan bahwa makna hadis ini ialah jika seseorang saat tidak bepergian jauh atau saat sehat biasa mengerjakan suatu amalan, kemudian saat ada uzur ia mengambil rukhsah atau meninggalkan sebagian amalan yang biasa dikerjaknnya, sementara dalam hati ia bertekad andai saja bukan karena uzur ini, niscaya tetap akan ia kerjakan, maka ia dicatat tetap memperoleh pahala amal tadi meskipun ia tidak melakukannya.
      Jadi, perenggangan saf  atau pembuatan jarak antara jamaah satu dengan yang lain dalam salat berjamaah di masjid atau musala dalam kondisi seperti sekarang ini boleh dilakukan.
(Lampiran 1 Edaran Pimpinan Muhammadiyah No. 05/1.0/E/2020, 4 Juni 2020, Suara MuhammdiyahEdisi Khusus, 16 April – 15 Juli 2020)

Bersambung